7 Tanda Dia yang Kamu Kenal Lama, Ternyata Jodoh Dari Tuhan yang Sebenarnya

Jodoh itu rahasia Tuhan yang selalu mengejutkan. Kamu tak pernah bisa mengira-ngira siapa orangnya. Meski kadang kamu sendiri tak pernah ragu untuk membayangkan sosoknya. Mulai dari mungkin dia seseorang yang bisa dibilang cermin dari dirimu, sampai bisa jadi dia berkebalikan dari kamu. Tapi mau seperti apapun sosok atau kepribadiannya, doamu cuma satu bisa cepat dipertemukan oleh dia. Mengingat usiamu sekarang kata kebanyakan orang sudah seharusnya dibawa menuju pelaminan.

Tapi, alih-alih kamu giat mencari sosoknya. Kenapa kamu tak berjalan dengan langkah yang tetap tenang? Tak perlu tergesa berkenalan dengan banyak orang. Sebab bisa jadi jodohmu yang sebenarnya itu bukan orang jauh dengan wajah-wajah asing. Coba kamu lihat lagi, kira-kira dia teman yang sudah kamu kenal lama punya tanda-tanda seperti ini atau nggak? kalau iya, berarti memang kalian aja yang belum sadar juga.

1. Bertahun-tahun lamanya kamu dan dia berteman, tapi kalian tak pernah merasa bosan


Kamu dan dia sudah saling kenal semenjak masih sama-sama tahunya cinta monyet aja, sampai akhirnya paham bagaimana membedakan mana yang main-main dengan yang benar serius. Bisa dibilang itu sudah hampir melampaui 10 tahun lamanya. Orang pacaran mungkin akan merasakan titik jenuh, bahkan belum tentu bisa bertahan. Tapi nyatanya kalian justru tak pernah menunjukan rasa bosan. Mau bertemu tiap akhir pekan atau tiap ada kesempatan semuanya sama saja buat kalian, selalu menyenangkan.

2. Dalam segala keadaan kamu dan dia tetap menjaga komunikasi. Tak ada kondisi yang menghalangi kalian untuk bisa saling menghubungi


Mau terpisah ribuan kilometer, atau ternyata salah satu dari kalian ada yang sedang menjalin hubungan yang lain, kamu atau dia tetap tak membatasi komunikasi. Justru dia atau kamu selalu berusaha memastikan jika orang yang menjadi pasangan salah satu dari kalian itu layak. Diam-diam kalian saling menjaga, selama dia atau kamu sama-sama bahagia dengan pilihan yang sekarang.

Kekuatan komunikasi buat kalian ternyata begitu sederhana, tak perlu sikap saling posesif, atau ikatan yang macam-macam seperti pacaran. Terpenting semua baik-baik saja, dan berjalan dengan semestinya.

3. Kepada dialah kamu tak pernah merasa khawatir kehilangan. Sebab dia akan selalu ada atau terus muncul di hidupmu membawa ketenangan


Mungkin status kalian sebagai teman yang membuat rasa kehilangan tak sampai mampir. Tapi yang pasti kamu sudah terlanjur percaya, mau dalam keadaan apapun dirimulah yang selalu jadi tempatnya kembali. Tak peduli kalian pacaran atau bukan. 

Toh selama ini dia memang selalu ada dan terus muncul di hidup kamu, tak hanya menawarkan tapi sungguh memberikan ketenangan yang dirimu butuhkan.Sampai di sini, kalian sebenarnya punya ikatan batin. Hanya saja belum ada yang menyadari.

4. Kamu sadar dia juga satu-satunya teman yang benar-benar tahu siapa dirimu. Bersama dia kamu selalu bisa menjadi diri sendiri tanpa ragu


Selain keluargamu, dia satu-satunya teman yang tahu kebiasaan tidurmu yang tak tahu tempat. Asal duduk dan ada semilir angin, kamu bisa langsung terlelap. Sebaliknya, kamu juga tahu kesukaan dia yang berlebihan ke cerita pewayangan. Sebab ayahnya memang membesarkan dia dengan dongeng para wayang. Tak hanya itu, kamu atau dia pun tahu seperti apa sifat dasar masing-masing dari kalian. Seperti dia yang galak tapi aslinya penakut, atau kamu yang bawel sekali tapi penurut.

Kesadaran kamu tentang dia yang benar-benar tahu siapa dirimu ini yang akhirnya membuatmu tak pernah ragu untuk selalu jadi diri sendiri saat bersamanya. Toh dia tak akan pernah komplain dengan sikap atau tingkah lakumu itu.

5. Tak perlu banyak kata untuk mengungkapkan rasa nyaman, kebersamaan yang sudah selama ini ada cukup jadi tanda kamu dan dia saling membutuhkan


Orang pacaran atau mereka yang jadi gebetan mungkin bisa selalu mengumbar pernyataan nyaman ataupun sayang. Tapi sayangnya itu tak berlaku untuk kalian berdua yang boro-boro ngungkapin “kenyamanan”, kamu atau dia saja sampai sejauh ini tak pernah sadar dengan perasaan masing-masing. Kalian cuma tahu kebersamaan selama ini bisa ada, karena diam-diam kamu dan dia merasa saling membutuhkan satu sama lainnya.

Ada rasa keterikatan tapi kalian tak pernah mencoba untuk saling mengikat secara berlebihan. Jalani saja sewajarnya, selama kalian berdua masih bisa merasakan bahagia itu seperti apa.

6. Dia paham dengan impianmu, begitu juga kamu yang tahu cita-citanya. Dan diam-diam kalian saling mendukung tanpa pernah khawatir adanya persaingan


Dia nggak cuma paham dengan impianmu sebagai penulis, tapi juga percaya dengan kemampuanmu yang memang layak untuk menjadi itu. Begitu juga kamu yang tahu cita-citanya menjadi seniman, serta paham seberapa besar perjuangan dia untuk bisa mencapainya. Dari sana kamu atau dia tak pernah ragu untuk saling mendukung, meski dukungan itu tak tampak berlebihan. Tapi setidaknya cukup untuk bisa saling menguatkan dan menunjukkan jika kalian tak pernah merasa tersaingi dengan apa yang sudah didapatkan.

7. Kamu tak pernah berharap berlebihan pada dirinya. Tapi kamu pun tak menampik kemungkinan kalau dia ternyata jodoh yang Tuhan siapkan selama ini


Kadang pertanyaan tentang siapa jodohmu kelak, jatuh pada kemungkinan “jangan-jangan dia jodoh yang Tuhan siapkan selama ini”. Kalau memang iya dalam hati pastinya kamu bersyukur sekali. Tapi kalau memang tidak ya tak jadi masalah juga. 

Kamu tak pernah sempat berpikir muluk-muluk, toh kebersamaan kalian selama ini hadir dengan cukup sederhananya. Setelah kamu coba perhatikan dan ingat-ingat lagi, apakah dia yang sudah kamu kenal lama menunjukkan tanda seperti di atas? Kalau memang iya, kamu sudah seharusnya melangkahkan kaki lebih tenang dan ringan. Sebab semua hanya tinggal tunggu waktu yang tepatnya saja untuk beranjak ke hal yang lebih jauh lagi.

Source hipwee.com (berbagai sumber)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.