Cerita Mistis, Setan Merah Penunggu Sungai Bengawan Solo

Cerita misteri memang selalu menarik untuk didengarkan. Tapi kalau disuruh nemuin hantu atau setan yang ada di cerita tersebut, aduh jangan sampai deh. Bisa-bisa kamu lari terkencing-kencing ketakutan atau bahkan langsung pingsan di tempat setelah melihat penampakan hantu-hantu yang ada di cerita tersebut. Cerita yang akan aku sampaikan ini adalah kisah nyata yang kudapat dari teman kerjaku. Ceritanya begini.

Menurut Ayu, suatu hari budhe dia (sebut saja Bu Markum) diminta untuk rewang (membantu hajat tetangga yang sedang repot) di rumah tetangganya. Menjelang Maghrib, setelah membantu tetangganya, budhenya Ayu pengen pulang ke rumah, tapi lewat depan rumah si empunya hajat tidak memungkinkan karena di bagian depan rame banget orang yang datang. Akhirnya dia memutuskan untuk lewat jalan belakang dari rumah si empunya hajat. Jalan dan lingkungan bagian belakang rumah penuh dengan tanaman yang rimbun dan menurut banyak orang desa daerah itu termasuk wingit atau angker.


Setelah sampai di rumah Bu Markum langsung tidur setelah melepas sandal di depan pintu kamarnya. Esoknya, menjelang Subuh Pak Markum agak curiga karena istrinya yang biasanya sangat rajin bangun pagi sebelum subuh hari itu belum bangun, dan pintu kamarnya pun masih tertutup rapat. Begitu pula sandal jepit milik istrinya juga masih ada di depan kamar. Untuk memastikan semuanya si suami mengetuk pintu dan masuk ke kamar istrinya. Kagetlah Pak Markum karena melihat si istri tidak ada di tempat tidurnya, padahal semalam istrinya ada di kamar. Setelah dicari kemana-mana istrinya tak ketemu juga. Akhirnya si suami meminta bantuan penduduk desa untuk mencari keberadaan istrinya pagi itu juga.

Anehnya budhe si Ayu, Bu Markum, ditemukan beberapa kilometer jauhnya dari rumahnya, tepatnya di tengah-tengah arus Sungai Bengawan Solo yang deras. Pagi itu, ketika adzan subuh berkumandang, ada tukang rakit yang mau memulai aktifitasnya dan melihat ada makhluk merah menyala di tengah sungai itu hampir tenggelam. Tentu saja si tukang rakit tidak berani mendekat, namun si tukang rakit mendengar ada suara wanita yang minta tolong dan berteriak “tolong.. tolong.. Ya Allah, kenapa saya bisa ada di sungai ini? Tolong!! Saya istrinya Pak Markum”. Awalnya si tukang rakit tidak berani mendekat karena ketakutan dengan cahaya merah yang dikeluarkan oleh tubuh Bu Markum. Tapi setelah memastikan bahwa yang sedang tenggelam itu adalah memang manusia dan si tukang rakit juga kenal dengan Pak Markum (pakdhenya Ayu), maka ditolonglah Bu Markum ini.

Setelah tenang kembali, Bu Markum ditanyai warga apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia bisa sampai ada di tengah sungai yang mengalir deras. Beliau menjawab tidak tahu. Yang dia tahu tiba-tiba dia ada di tengah-tengah sungai dan tersadar ketika mendengar lantunan adzan Subuh. Suaminya dan juga para tetangga yang lainnya keheranan karena pintu kamar masih tertutup tapi Bu Markum bisa keluar dan berjalan berkilo-kilo meter menuju sungai tersebut hanya dalam waktu singkat. Seolah-olah Bu Markum juga menembus kamarnya begitu saja. Kemudian warga menyimpulkan bahwa Bu Markum pasti kesambet banaspati (setan merah) yang kemudian membawanya ke sungai dan berusaha menenggelamkannya. Untungnya ada adzan subuh yang membuat kesadaran Bu Markum kembali sehingga nyawanya masih bisa terselamatkan.

Sumber Dimensilain.com
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.