Menengok Sungai Berkeramik di Desa Sawai Maluku

Desa Sawai adalah desa yang sangat unik dan memiliki banyak sekali daya tarik. Desa Sawai terletak di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tenggara. Dengan luas sekitar 15 hektar dan penduduk sekitar 4.000 jiwa, desa ini memiliki potensi alam yang lengkap. Jika ingin menikmati laut dan terumbu karang, kita bisa langsung melompat dari depan kamar. Jika ingin merasakan tantangan, bisa trekking ke Bukit Bendera untuk menikmati panorama Sawai dan pulau-pulau sekitarnya dari ketinggian.

Selain itu, Sawai juga merupakan desa penyangga bagi Taman Nasional Manusela yang memiliki luas 189.000 hektar. Karena merupakan taman nasional, hutan beserta satwa di area ini tentu saja dilindungi kelestariannya. Warga Sawai pun tidak pernah mengambil kayu dari kawasan ini.


Mayoritas penduduk Desa Sawai adalah nelayan yang menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan. Biasanya mereka mencari ikan tidak hanya dengan cara memancing, namun juga menggunakan sebuah tradisi yang bernama Kalawai. Kalawai adalah cara menangkap ikan dengan menggunakan tombak khusus yang umumnya dilakukan pada malam hari. Selain nelayan, para penduduk Desa Sawai juga banyak yang berkebun di wilayah sekitar desa. Adapun hasil perkebunan mereka adalah Palawija dan buah-buahan. 

Yang menyita perhatian di desa Sawai adalah sebuah sungai kecil. Sungai tersebut memang kecil, namun digunakan untuk banyak aktifitas seperti mencuci bahkan mandi dan gosok gigi. Yang menarik adalah bagian pinggir sungai yang berbatas langsung dengan perumahan warga ini telah dipercantik dengan ubin keramik sehingga sekilas mirip dengan miniatur sungai di Venezia, Italia.


Desa Sawai konon merupakan desa tertua di seluruh daratan Maluku. Bicara mengenai tuanya desa Sawai tidak lepas dari asal muasal terbentuknya desa untuk pertama kali. Memang tidak ada literatur resmi yang menyebutkan tahun pasti desa ini terbentuk, namun masyarakat setempat mengatakan bahwa Desa Sawai pertama kali dibangun oleh para pedagang Arab yang datang ke pulau Seram jauh sebelum masa Spanyol, Portugis, bahkan Belanda datang ke Seram untuk memonopoli rempah-rempah. Oleh sebab itu, tidak heran bila budaya masyarakat Desa Sawai juga banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan Arab seperti musik gambus, baju gamis, bahkan banyak warga desa yang memiliki hidung mancung dan wajah seperti orang Arab. Berikut foto-foto sungai yang menjadi viral di internet ini yang berada di Maluku tepatnya di desa Sawai.




 Desa Sawai dari ketinggian

 Dermaga Desa Sawai

Desa Sawai dilihat dari ketinggian

Indah bukan, jangan lupa untuk berkunjung ke desa Sawai yak jika kalian sedang berpergian ke Maluku.

Sumber versesofuniverse.blogspot.co.id
Advertisement
MatchedContent

2 comments:

  1. kren bangt udah pake keramik segala :D

    ReplyDelete
  2. wahh keren ini gan, seandainya sungai di kampung ane kaya gini, ane sering nyemplung ke sungai :v

    ReplyDelete

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.