10 Makanan Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

Gula darah adalah bahan bakar tubuh yang dibutuhkan untuk kerja otak, sistem saraf, dan jaringan tubuh yang lain. Gula darah yang terdapat di dalam tubuh dihasilkan oleh makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Rata-rata, kadar gula darah normal adalah sebagai berikut.

Diabetes dianggap sebagai gangguan yang mematikan karena bisa melanjutkan komplikasi ke serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan kerusakan syaraf lainnya. Ada 2 jenis diabetes, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 akan membuat penderitanya tidak dapat menghasilkan insulin yang diperlukan untuk memecah gula darah dan pati menjadi energi. Diabetes tipe 2 membuat penderitanya tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Cara memeranginya adalah dengan mengatur pola makan. Yuk langsung saja simak!

Pare

Pare
Tanaman sayur yang terkenal akan rasanya yang pahit ini sudah sejak lama digunakan sebagai makanan atau obat-obatan di beberapa budaya di Asia, termasuk Indonesia. Meskipun amat pahit, namun pare sangat aman untuk dikonsumsi. Pare dapat mengaktifkan enzim yang menurunkan gula darah melalui sel-sel dalam tubuh, selain dapat digunakan sebagai sumber energi. Abaikan rasa pahitnya, dan fokus saja pada khasiatnya. Pare dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan yang lezat, salah satunya untuk dibuat tumis dengan campuran udang.

Labu

Labu
Penelitian yang dilakukan oleh East China Normal University menyebutkan bahwa bahan kimia dalam labu membantu meregenerasi sel pankreas yang rusak. Senyawa ini akan membuat pankreas memproduksi insulin, labu yang digunakan adalah labu yang berwarna jingga.

Apel

Apel
An apple a day, keeps the doctors away! Mungkin ungkapan ini memang benar adanya.  Karena menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard University bahwa makan 2 porsi buah seperti apel, blueberry dan anggur ternyata dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 23 persen. Penelitian lain juga membuktikan bahwa orang yang rutin makan apel setiap hari akan menurunkan risiko diabetes sebanyak 20 persen. 

Apel merupakan makanan yang memiliki nilai indeks glikemik rendah, sehingga menyebabkan peningkatan yang lebih lambat dan berada pada kadar gula darah yang rendah. Jika seseorang memiliki kadar gula yang tinggi, maka mengkonsumsi apel adalah pilihan yang lebih baik daripada camilan lain yang mengandung kadar glisemik tinggi seperti buah kering atau minuman ringan. Jika secara konsisten mengkonsumsi apel selama beberapa minggu, bisa menurunkan kadar gula darah yang tinggi serta mengendalikan berat badan. Hal ini karena sebuah apel kecil hanya memiliki 60 kalori.

Kayu manis

Kayu Manis
Meskipun namanya kayu manis, bahan makanan ini tetap bersahabat bagi kesehatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 3 hingga 6 gram kayu manis per hari dapat menurunkan kadar glukosa hingga 29 persen. Hal ini disebabkan karena kayu manis mengandung zat MHCP yang dapat memperbarui sel lemak untuk merespon insulin dan menghapus glukosa. Penelitian lain yang dilakukan oleh Diabetes Care tahun 2003 menemukan bahwa mengkonsumsi 1 gram kayu manis selama 40 hari dapat membantu menurunkan glukosa darah. 

Penggunaan kayu manis bisa diaplikasikan dalam makanan dengan menambahkannya ke dalam masakan, atau menambahkan sedikit bubuknya ke dalam minuman anda seperti teh atau kopi. Selain itu, penggunaan lain adalah dengan menambahkan cuka apel. Campurkan cuka apel dan kayu manis sebagai dressing dalam salad kubis.

Bawang putih

Bawang Putih
Bawang putih memang sudah sejak lama digunakan sebagai pengobatan tradisional dalam banyak kebudayaan. Menurut S. Department of Agriculture’s Human Nutrition Center, bawang putih dapat meningkatkan kadar insulin dalam darah. Dalam penelitian lain, bawang putih terbukti dapat menurunkan gula darah. Bawang putih memiliki bahan-bahan aktif seperti alil propel disulfide (APDS) dan diallysul-phide oksida (allicin). Apabila dikombinasikan dengan flavonoid maka akan semakin berperan penting dalam menurunkan kadar glukosa. Allicin dapat digabungkan dengan vitamin B1 (tiamin) untuk merangsang pankreas melepaskan insulin.

Biji-bijian

Biji-bijian
Biji-bijian dan kacang-kacangan juga dapat membantu memerangi kadar gula darah berlebih dalam tubuh. The Dietary Guideline AS menyarankan konsumsi 3 hingga 5 porsi biji-bijian per hari untuk orang dewasa. Terutama biji gandum karena kaya akan beta glucan. Rutin mengkonsumsi biji-bijian dapat menurunkan risiko diabetes dan membantu meningkatkan insulin.

Teh

Teh
Baru-baru ini, Agricultural Research Service kembali melakukan riset tentang khasiat teh. Menurut peneliti, rutin minum teh mampu meningkatkan aktivitas insulin lebih dari 15 kali pada tikus percobaan laboratorium. Bahkan apapun jenis teh yang dikonsumsi, baik teh hijau, teh hitam atau teh oolong, memiliki efek yang sama bagi tubuh. Teh hijau dan teh oolong mengandung EGCG, sementara teh hitam memiliki tannin, tehflavin dan EGCG juga. Semuanya berperan dalam meningkatkan aktivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah. Penelitian lain oleh Human Nutrition Research Center juga menemukan hasil yang sama, mereka bahkan melibatkan pasien diabetes tipe 2 dalam penelitiannya. Selama 8 minggu, penderita diabetes diminta mengkonsumsi 6 cangkir teh per hari dan hasilnya, kadar gula mereka menurun sebanyak 15-20 persen. Jenis teh yang dikonsumsi adalah teh hijau dan teh hitam.

Bayam

Bayam
Kandungan serat dalam bayam juga sama seperti yang dimiliki brokoli. Bayam kaya akan magnesium yang dapat mengontrol kadar gula darah dengan mengatur pengeluaran insulin serta penggunaan glukosa pada tubuh. Orang dengan diabetes tipe 2 sering memiliki tingkat rendah magnesium. Jadi sangat pas jika mengkonsumsi bayam. Bayam juga mengandung nutrisi penting lainnya seperti beta-karoten, lutein, asam folat, vitamin K, magnesium, mangan, kalsium dan kalium. Wah, pantas saja Popeye si Pelaut sangat sehat, ia kan sangat suka sekali makan bayam.

Cabai

Cabai
Para naturopathy barat menggunakan cabai untuk menurukan kadar gula pada penderita diabetes mellitus. Senyawa alami pada cabai yang berkhasiat untuk menurunkan kadar gula darah adalah DHC dimana senyawa ini memiliki kemampuan cukup efektif dalam merangsang metabolisme karbohidrat sehingga jumlah gula yang terserap tidak berlebihan.. dalam sebuah penelitian olej Journal of Clinical Nutrition, para peneliti Australia menemukan bahwa memasukkan cabai dalam bagian rutin diet setiap hari akan membantu menurunkan gula darah setelah menyantap makanan. Selain itu, cabai juga mengandung antioksidan, vitamin C, dan karotenoid yang dapat membantu meningkatkan regulasi insulin. Jadi, apakah anda penggemar makanan pedas?

Oatmeal

Oatmeal
Oatmeal atau havermut juga mengadung serat beta-glucan yang mampu membantu menstabilkan gula darah. Oatmeal mampu mengurangi kadar kolesterol LDL dan menurunkan berat badan. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa oatmeal dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Makanan yang mengandung serat larut ini sangat disarankan untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes karena mampu membantu mengontrol kadar gula darah. Oatmeal mengandung sejumlah vitamin, mineral dan antioksidan serta kaya akan protein dan menjadi sumber karbohidrat kompleks. Konsumsi oatmeal dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, kanker dan sangat baik bagi makanan saat diet karena memberikan rasa kenyang yang lebih lama.


Mari terapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak aktivitas fisik secara teratur, pola istirahat cukup dan mengkonsumsi makanan sehat agar terhidar dari berbagai jenis penyakit termasuk diabetes atau kadar gula darah berlebih. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jangan sampai sakit dulu baru membuat kita sadar akan pentingnya menjadi sehat. (diahanggra, top10magz.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.