Frankenlouie dan Venus Si Kucing Langka Yang Mempunyai Muka Dua

Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.

Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, dan sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

Kucing lucu ini bernama Frank dan Louie namun biasa dipanggil Frankenlouie. Frankenlouie adalah kucing janus yang hidup selama 15 tahun dan mati setelah itu di Massachusetts. Kucing pemegang penghargaan Guinness Book of World Records dalam kategori kucing janus dengan usia terpanjang sepanjang sejarah.

Dilansir oleh nationalgeograpic.co.id, keunikannya memiliki dua wajah ini tentu sangat langka dan Leslie Lyons ahli genetika kucing dari Universitas Missouri, Departemen Kedokteran Hewan dan Bedah ingin melakukan penelitian tentang penyakit yang diderita Frank. Karena pada umumnya hewan-hewan keberlangsungan hidupnya tidak lama.

Tentu penyakit yang diderita Frank tidak sepenuhnya dapat dipahami namun kita dapat mengetahui bahwa ada beberapa mekanisme genetik yang dapat menyebabkan hal itu terjadi. “Hanya tes DNA yang dapat menentukan penyebab pasti” ucap Lyons.

Seperti, kucing janus yang memiliki terlalu banyak zat Human Sonic Hedghedog (SHH) atau protein yang berperan dalam pembentukan wajah hewan selama perkembangannya. Dari beberapa percobaan, salah satunya percobaan pada embrio ayam yang memiliki kelebihan zat SHH lahir dengan 2 paruh dan mata yang terpisah dengan jarak yang cukup jauh dari normal.

Kucing Beruntung

Kucing Frank
Meskipun memiliki dua wajah, hampir dipastikan bahwa Frank memiliki satu otak. “Saya menduga aka nada kelainan fungsi otak” ucap Lyons. Ia juga menyatakan fakta dari organ-organ lain seperti esophagus (sistem saluran yang menghubungkan antara tenggorokan dan lambung) ini memiliki kemungkinan tidak dapat bertahan hidup dan menyelamatkan hidup Frank.

Baca Juga:
  1. Inilah Beberapa Jenis Kucing Peliharaan Yang Dapat Anda Pelihara
  2. Inilah Rahasia Kucing Yang Harus Anda Pahami

Lyons berkata, “Dalam kasus ini, salah satu wajah tidak memiliki rahang bawah atau kerongkongan. Tentu ini dapat menyebabkan komplikasi saat Frank mencoba makan dan bernafas dengan benar. Dan ini tidak hanya dapat dialami kucing saja, namun kemungkinan besar hampir pada mamalia dan vertebrata”.

Sang Pemilik yang Penuh Kasih

Meskipun tidak sedikit, kucing janus ini sering mengalami mati muda ketika dibiarkan sendiri. Marty Steven sang pemilik kucing malang ini mengakui sebelumnya bahwa dia mengambil kucing itu di dekat rumah. Sehingga tidak akan terjadi euthanasia. [Eutanasia: pembunuhan dalam medis dengan maksud menolong agar tidak merasakan sakit berkepanjangan].
Mengharukan, ternyata masih ada orang-orang di sekitar kita yang memiliki kasih sayang yang begitu tulus. “Mengambil kucing ini dan mengurusnya selama 15 tahun dengan keadaan yang kurang normal, bagaikan mengurus anak” tutup Lyons

Adalagi foto yang unik tentang kucing bermuka dua ini.

Kucing Venus
Seekor kucing menjadi terkenal di jagat maya karena keunikannya.Wajahnya seperti terbelah dua, demikian pula dengan matanya. Kucing tersebut bernama Venus. Ia tinggal di negara bagian Amerika Serikat, Carolina Utara bersama pemiliknya. Pertama kali Venus ditemukan di sebuah peternakan. Kemudian diadopsi dan dinamai Venus.

Kondisi Venus disebut Chimerism. Dilansir dari laman Petnyaku, Chimerism biasanya muncul pada awal perkembangan embrio. Dalam hal ini, dua embrio kembar non-identik bergabung satu sama lain. Bukannya berkembang sendiri-sendiri menjadi dua janin/embrio (kembar), tetapi justru menjadi satu janin/embrio dan terus tumbuh sebagai satu embrio.

Kondisi tersebut sangatlah langka dan tidak hanya terjadi pada hewan, tetapi juga manusia. Tercatat 35 orang di Amerika yang memiliki kelainan tersebut, kalau di dunia hewan, Venus adalah salah satunya. (diahanggra, wartakita2.blogspot.co.id, berbagai sumber)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.