Hal Ini Yang Selalu Tersirat di Fikiranmu Ke Mantan Kamu, Tapi Terlalu Malu Untuk di Ungkapkan

Dalam hubungan tidak semua nya akan berjalan mulus, pasti salah satu diantara kita ada yang mengakhirinya. Entah dengan alasan jenuh, bosan, orang ketiga, terlalu sayang, bahkan karena hal sepele. Ya.. namanya sebuah hubungan. 

Ketika sudah menjadi mantan, pasti ada rasa rindu melanda. Entah dari pihak wanita ataupun pria. Kerinduan itu pun pasti akan datang dengan sendirinya, seiring jalannya waktu. Kerinduan akan kenangan bersamanya saat bersama itu pasti yang sangat di rindunkan. Tapi bagi kamu pasti merindukannya dengan diam, terlebih jika wanita yang merindukannya dan jika mantan kita sudah mempunyai seseorang yang dia sayangi. 
Tapi kalau saja diberi kesempatan
untuk mengatakan sesuatu ke mantan,
mungkin hal-hal inilah yang ingin kamu ungkapkan.
Dan kalau saja rasa malu itu tak pernah ada…
Kamu malu untuk mengakui bahwa keputusan berpisah dengannya adalah kesalahan yang akan kamu sesali

Malu mengakui alasan berpisah
Hal pertama yang selalu menghantuimu adalah kesalahanmu untuk meninggalkannya di masa lalu. Ya, kalau kamu yang memutuskan untuk berpisah dengannya, sampai sekarang pun kamu pasti masih merasa bersalah. Tak ada orang yang tak ingin menyampaikan pengakuannya, terlebih dia telah sadar akan kesalahannya itu berdampak tidak baik untuk semua orang.

Kecuali memang kamu tak punya hati sama sekali, kamu tak akan berhasrat untuk meminta maaf atau sekadar mengakui kesalahanmu. Tapi sayangnya, kamu malu dan segan untuk mengakuinya. Sebab menurutmu, toh itu sudah masa lalu, buat apa diungkit-ungkit kembali?

Sempat terpikirkan juga ingin mengatakan bahwa kamu tanpanya tak pernah lagi sama

Karena tanpanya, sudah tak sama lagi
Mungkin kamu ingin menyampaikan padanya tentang keberadaanmu saat ini, tentang keadaanmu tanpanya di sisi. Kemungkinan terburuk adalah kamu tak bisa melakukan berbagai hal tanpanya. Lagi, kamu malu untuk mengatakannya. Dengannya, dulu, kamu bisa melakukan banyak hal, mulai dari hal yang paling membahagiakan sampai hal yang paling mengecewakan. Kini, tanpanya kamu tak lagi sama. Rasanya ada ruang kosong di hati yang tak akan pernah terisi

Kamu juga terlalu malu untuk bilang bahwa sejak tidak bersama dia, kamu belum kemana-mana. Tak ada perkembangan diri yang berarti

Tak ada perkembangan diri yang berarti
Mungkin untuk sebagian orang, berpisah dengan kekasihnya di masa lalu bisa membuat dia semakin kuat, karena hubungannya yang kurang sehat. Padahal pasangan yang baik adalah dia yang mampu membuatmu berkembang dalam berbagai bidang. Entah itu pendidikan, entah itu pekerjaan. Setidaknya, dia bisa membuatmu menjadi orang yang lebih dari sekadar onggokan daging berbalut kulit.

Tapi beberapa orang juga pasti mengalami stagnasi perkembangan tanpa pasangan. Ya, karena dia yang dulu pernah ada, yang selalu bisa menguatkan dan membuatmu berkembang. Tapi untuk mengatakan kondisimu saat ini padanya? Ingin kembali, tapi tak mungkin. Ingin mengaku, tapi malu. Betapa gengsi lebih tinggi dari apapun, ‘kan?

Ah tapi hal yang paling memalukan untuk dikatakan pada mantan adalah saat ada rasa rindu menyerang

Malu untuk mengatakan rindu
Dari segala ungkapan yang ingin kamu sampaikan ke mantan, sebenarnya hanya satu hal yang paling malu untuk kamu katakan. Yakni ketika ada rasa rindu yang tak bisa dibendung. Rindu sosoknya yang tak lagi bisa bersamamu. Atau semudah rindu pada kebawelannya yang seakan dulu jadi hal wajib yang harus kamu dengar setiap hari.

Namun bagi semua rasa rindu yang sekarang kamu rasakan, cuma bisa kamu pendam. Kamu seakan tak ada nyali untuk menyampaikannya. Karena bagimu, berakhirnya hubunganmu dan dia sekarang maka berakhir pula hakmu untuk menyampaikan rindu padanya. Lebih baik semua berhenti disini saja. Dan akhirnya, rindumu hanya tertuju pada satu waktu: mengikhlaskannya berlalu.

Sulit memang untuk mengatakan sesuatu yang tertahan di dada, apalagi jika itu menyangkut perasaan. Setiap orang berhak menyampaikan pendapat dan apa yang dirasakannya. Tapi untuk mengatakan kepada mantan, itu sebuah pengecualian. Ragu, malu, segan, dan berbagai emosi lebur menjadi sebuah emosional yang terperangkap dalam keadaan. Jadi, daripada kamu menyampaikannya pada mantanmu, alangkah baiknya kamu cari kesibukan lain, selain merindu mantan.
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.