Mengkhawatirkan, Es di Antartika Terus Menipis, Ini Jawaban Para Peneliti!

Antarktika merupakan benua yang meliputi Kutub Selatan Bumi, hampir seluruhnya terletak di Lingkar Antarktika dan dikelilingi oleh Samudra Pasifik, Samudra Atlantik dan Samudra Hindia. Dengan luas 14.0 juta km2 (5.4 juta sq mi), antarktika adalah benua terluas kelima setelah Eurasia, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Sebagai perbandingan, Antartika hampir dua kali ukuran Australia. Sekitar 98% dari Antartika ditutupi oleh es yang rata-rata ketebalan minimal 1.9 kilometer (1.2 mi),, seluruh daratan meluas tetapi di bagian utara mencapai Semenanjung Antarktika.

Pemanasan air laut sudah mengganggu dan merusak es raksasa di sekitar Antartika selama bertahun-tahun.

Es Larsen Mencair

Dalam penelitian yang baru saja diterbitkan, menunjukkan bahwa ilmuwan telah menemukan bagaimana es di Antartika cepat mencair, yang kemudian mengakibatkan permukaan air laut terus naik.


Pemimpin penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini, Ala Khazendar, dari NASA Jet Propulsion Laboratory, mengatakan bahwa pencairan terjadi pada kecepatan yang sangat cepat dan gletser tidak dapat sempat mengisi pada bagian yang telah hilang.

Hasil akhirnya juga menunjukkan bahwa gletser terus menipis.

Hal ini memengaruhi stabilitas es Antartika dalam dua cara, apakah mereka sebagai gateway atau gatekeeper Antartika.

Seperti gletser yang mengalir perlahan dari tepi benua ke laut, mereka mulai mengapung ketika masih melekat pada tanah, dimana dalam SAINS, ini disebut sebagai “garis dasar”.

Hal ini kemudian wajar bila es mencair dan meningkatkan air laut atau terbentuknya gunung es.
Selama ribuan tahun, es di garis landasan cenderung memperlambat aliran es memasuki lautan, sedangkan pembentukan es baru jauh di pedalaman Antartika dapat menyebabkan kerugian di tepi lapisan es.

Menggunakan radar udara untuk mengukur langsung sepanjang mil dari garis landasar tiga gletser Antartika Barat yang mengalir ke badan air, yang disebut Amundsen Sea Embayment, tim peneliti menyebut bahwa antara tahun 2002 dan 2009, gletser melambat tercatat di Antartika Barat, mencair dari sisi bawah ke atas.

Para ilmuwan telah lama melacak dan mencari tahu tentang tingkat mencair es yang ekstrim di Antartika Barat, pada gletser Pine Island dan Thwaites.

Namun, tiga gletser dianalisis dalam penelitian, yaitu Smith, Paus, dan Kohler, yang mengalir ke Crosson dan Dotson berubah menjadi lebih cepat.

Seorang ahli es Antartika di Aberystwyth University, Inggris, mengatakan bahwa penelitian dan temuan-temuan ini sangatlah penting, meskipun mereka menduga bahwa lapisan es Antartika Barat mencair dari bawah, dimana itu dikarenakan kontak dengan laut.

Namun, ini tidak memiliki bukti langsung, sehingga masih perlu diteliti lebih jauh.

Studi juga tidak hanya memberikan bukti langsung, tetapi menempatkan beberapa nomor untuk tingkatan es bawah laut yang mencair.

Sejak 2009, gletser terus kehilangan massa lebih dari massa yang harus didapatkan, namun pada kecepatan lebih lambat terjadi pada tahun 2002 – 2009.

Baca Juga :
  1. Ingin Rezeki Lancar, Jauhkanlah Dari 8 Hal Ini
  2. Ini Dia 4 Cara Atau Tips Terbaik Mencharger Smartphone Dengan Benar

Khazendar menyebut ini sebagai fenomena yang sangat kompleks dan beberapa tahun terakhir, beberapa makalah atau studi menyebut bahwa di garis landasan Laut Amundsen, masalah ini dapat diperbaiki atau dipulihkan.

Khazendar dan tim penelitinya pun membutuhkan lebih banyak pengamatan serta menggunakan pemodelan numerik untuk menyelidiki fenomena ini.

Ia juga berharap pesawat radar NASA dapat mengambil atau merekam sepanjang baris yang sama dengan segera untuk menjadi bacaan dan bahan, yang memungkinkan para peneliti untuk memperbarui perkiraan tingkat dan jumlah es yang mencair.

Bila ini terus berlanjut, maka lapisan es di Antartika Barat menjadi tidak stabil dan memasuki fase resesi yang sangat cepat karena akan langsung mencair kembali di garis dasar.
(Ref: sandk, Intisari-Online.com/Monalisa Darwin D, style.tribunnews.com, wikipedia.org)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.