Hati-Hati! Vitamin B Kompleks Mempunyai Efek Samping!

Biasanya orang mengkonsumsi vitamin setiap harinya agar memenuhi kebutuhan mereka misalnya menjaga tubuh mereka agar tetap fit. Salah satu suplemen yang sering dikonsumsi banyak orang adalah vitamin B kompleks yang memang sangat berperan menunjang kesehatan tubuh. Tapi, tahukah kamu? Jika vitamin B kompleks mempunyai efek samping jika dikonsumsi berlebihan. 

Vitamin B adalah 8 vitamin yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Dalam sejarahnya, vitamin pernah diduga hanya mempunyai satu tipe, yaitu vitamin B (seperti orang mengenal vitamin C atau vitamin D). Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa komposisi kimia di dalamnya membedakan vitamin ini satu sama lain dan terlihat dalam contohnya dalam beberapa makanan. Suplemen yang mengandung ke-8 tipe ini disebut sebagai vitamin B kompleks. Masing-masing tipe vitamin B suplemen mempunyai nama masing-masing (contoh; B1, B2, B3).

Ilustrasi vitamin B kompleks
Apa Efek samping Vitamin B Kompleks? 

Efek samping penggunaan vitamin B kompleks memang tidak selalu muncul, bahkan jarang, namun hal ini bisa terjadi ketika seseorang mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan di luar dosis yang ditentukan. Overdosis vitamin B kompleks ditandai dengan: pusing, sering buang air kecil, perubahan warna urin, tinja berwarna hitam, sembelit, diare, sakit perut, mual, muntah, kemerahan pada kulit dan gatal-gatal. Dalam kasus yang parah, pasien dapat mengembangkan reaksi alergi terhadap vitamin B kompleks. Oleh sebab itu coba diperhatikan, jika Anda mengambil vitamin B kompleks dan tiba-tiba mengalami gatal-gatal, ruam, batu ginjal, bengkak, mengi atau gatal-gatal hentikan penggunaan segera mungkin. Jika gejala menetap atau Anda merasa seolah-olah reaksi yang terjadi begitu parah, maka segera hubungi dokter. 

Efek samping dari Masing-Masing Komponen Vitamin B Kompleks 

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa vitamin B kompleks terdiri dari berbagai jenis vitamin B, maka dari itu setiap komponen tersebut memiliki efek samping yang dapat berbeda dengan lainnya. Pasien juga bisa mengalami efek samping dari salah satu atau beberapa komponen dari vitamin B komples. Dalam kebanyakan kasus, gejala efek samping akan mereda setelah menghentikan asupan vitamin, namun apabila reaksi yang terjadi sangat parah, maka segeralah menghubungi dokter Anda. 

Efek samping Vitamin B1 – Tiamin 

Dalam kasus yang jarang terjadi, overdosis tiamin (vitamin B1) dapat menyebabkan kegelisahan, retensi cairan, mual, kelemahan dan berkeringat. Pada kasus yang parah, overdosis tiamin dapat menyebabkan pusing, kesulitan bernapas, dan sesak di dada, pembengkakan pada lidah atau wajah, atau perubahan warna kulit. Reaksi alergi terhadap tiamin dapat menyebabkan gatal-gatal, bentol-bentol atau ruam pada kulit. 

Efek samping Vitamin B2 – Riboflavin 

Mengambil suplemen riboflavin akan sering menyebabkan urin berubah warna menjadi kuning-oranye. Efek samping ini tidak berbahaya. Pada dosis yang lebih tinggi, riboflavin dapat menyebabkan peningkatan buang air kecil dan juga diare. Reaksi parah dapat menyebabkan kesulitan bernafas, pembengkakan wajah, bibir, tenggorokan atau lidah, atau gatal-gatal pada kulit. 

Efek samping Vitamin B3 – Niacin 

Ketika seseorang mengelami efek samping Niacin, maka gejala yang muncul berupa kemerahan, berkeringat, kesemutan, atau kedinginan pada kulit. Ini dapat berlangsung selama 4 jam setelah minum suplemen, tapi ini adalah kondisi yang tidak berbahaya. Efek samping yang umum lainnya termasuk sakit perut, mual, muntah, diare, mulas atau pusing. 

Baca Juga:
  1. Viral! Bocah Ini Kenakan Kostum No Face Sukses Buat Nitizen Ngakak
  2. Inilah 7 Bagunan Dengan Disain Unik dan Aneh Yang Ada di Dunia

Pada kasus yang parah, mengonsumsi niacin dapat mengakibatkan sakit kepala persisten, denyut jantung tidak teratur, pembengkakan lengan atau kaki, nyeri sendi, atau penglihatan kabur. Dalam kasus yang jarang terjadi pasien juga mungkin mengalami rasa sakit perut, mual atau muntah, tinja berdarah atau hitam, menguningnya mata dan otot atau nyeri sendi. Reaksi alergi terhadap niacin dapat mengakibatkan pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan atau wajah, gatal atau biduran. 

Efek Samping Vitamin B5 – Asam pantotenat 

Pasien yang mengambil asam pantotenat sangat rentan terhadap overdosis. Hal ini dapat mengakibatkan diare berat. Dalam kasus yang jarang terjadi, pasien dapat mengembangkan reaksi alergi yang dapat mengakibatkan sesak dada, kesulitan bernapas atau pembengkakan wajah, tenggorokan, bibir atau lidah. 

Efek Samping Vitamin B6 – Pyridoxine 

Efek berbahaya dari pyridoxine termasuk sakit perut, mengantuk, kesemutan, dan kehilangan nafsu makan, mual, atau muntah. Sering menelan pyridoxine dalam dosis besar dapat menyebabkan masalah otak dan saraf. Dalam kasus yang jarang terjadi, efek samping vitamin B komples ini dapat menyebabkan sensasi mati rasa di berbagai bagian tubuh, terutama di tangan dan kaki, koordinasi yang buruk atau kelelahan ekstrim. Reaksi alergi terhadap piridoksin dapat mengakibatkan pembengkakan wajah, lidah, bibir atau tenggorokan, kesulitan bernapas atau gatal-gatal. 

Efek Samping Vitamin B9 – Asam Folat 

Konsumsi berlebihan asam folat dapat meningkatkan risiko serangan jantung, terutama pada mereka yang sudah menderita gangguan jantung. Overdosis asam folat juga dapat meningkatkan resiko terkena kanker paru-paru atau prostat. Dalam kasus yang parah reaksi alergi dapat menyebabkan pembengkakan bibir, wajah atau lidah, sesak di dada, gatal-gatal, ruam atau pusing. Baca: Sumber Makanan yang Mengandung Asam Folat 

Efek Samping Vitamin B12 – Cyanocobalamin 

Pasien yang menggunakan cyanocobalamin secara berlebihan mungkin mengalami diare, gatal-gatal atau peningkatan risiko pembekuan darah. Pada kasus yang parah, reaksi alergi terhadap cyanocobalamin dapat menyebabkan nyeri dada, pembengkakan wajah, lidah, atau bibir, pembengkakan tubuh, kelemahan otot, demam, menggigil, memar atau perdarahan. 

Anda tidak harus menggunakan suplemen vitamin B jika Anda sedang menyusui, hamil, menderita diabetes, bisul atau gout, rentan terhadap reaksi alergi terhadap obat atau saat mengonsumsi obat herbal yang bisa bereaksi negatif terhadap vitamin ini. Hal ini penting diperhatikan karena ada bahaya efek samping vitamin B kompleks. Oleh sebab itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apakah Anda perlu menggunakan suplemen vitamin B kompleks, jika iya tentu saja dokter akan memberikan petunjuk mengenai dosis yang tepat untuk Anda. (diahanggra, mediskus.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.