Inilah Bentuk Peta Dunia Yang Paling Benar Yang Dibuat Oleh Hajime Narukawa

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. 

Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas. Namun apakah kalian menyadari bahwa peta yang saat ini adalah salah?

Peta dunia yang sering kita pelajari ternyata salah
Peta yang selama ini kita pelajari, mungkin adalah peta yang paling populer di Bumi. Meski populer, ternyata peta yang dikenal sebagai peta 'Mercator' tersebut ternyata sama sekali tidak akurat. Hal ini dikarenakan Antartika, Greenland, dan daerah manapun yang makin mendekati kutub, akan terdistorsi ukurannya.

Menanggapi hal ini, seorang seniman sekaligus arsitek asal Jepang bernama Hajime Narukawa membuat sebuah peta baru yang secara akurat merepresentasikan luas area dari tiap daerah di muka Bumi.

Hal ini dilakukannya dengan membagi permukaan Bumi yang bulat ke 96 segitiga yang telah didatarkan dan ditransfer menjadi bentuk tetrahedron. Teknik ini membuat gambar yang merepresentasikan tiap area Bumi menjadi 'datar' namun dapat mempertahankan proporsi luas areanya. Hal inilah yang membuat sebuah peta Bumi dengan proporsi sempurna.

Cara Hajime Narukawa membuat peta Bumi paling akurat 2016
Berikut Hasilnya:

Peta Bumi paling akurat yang dibuat Hajime Narukawa
Namun jika Anda melihat peta dengan proporsi yang serupa dengan keadaan aslinya, Anda tak akan biasa. Pasalnya keindahan peta Mercator yang sering kita lihat sudah tak ada lagi, berganti dengan perpaduan lima benua dan antartika yang bentuknya terlihat tak lazim.

Meski demikian, hal ini menyelesaikan permasalahan peta salah kaprah yang terlanjur meluas selama 447 tahun terakhir. Atas prestasinya ini, Narukawa diganjar penghargaan Grand Award dari Good Design Award 2016, yang merupakan penghargaan tertinggi di Jepang dalam dunia desain.

Sebelumnya, peta Mercator yang kita kenal sebelumnya memaksa Bumi sebenarnya bulat untuk dijadikan peta berbentuk dua dimensi. Dari sinilah ketidak akuratan muncul, di mana peta datar dua dimensi yang disebut "Proyeksi Mercator" ini membuat beberapa ukuran negara jadi terlihat lebih besar.

Baca Juga :
  1. Sejarah Serta Isi Teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 Serta Polemik Sumpah Pemuda
  2. Waspadalah, Ini Tanda-Tanda Warung Menyewa Jin Penglaris

Coba bayangkan, seharusnya Bumi yang bentuknya bulat ini membuat berbagai negara mustahil untuk diperlihatkan dalam bentuk dua dimensi. Peta Mercator yang sudah populer sejak abad ke 16 ini, akhirnya membuat kita punya asumsi yang salah terhadap luas suatu negara. Asumsi ini makin kacau jika di peta kita melihat wilayah yang makin dekat dengan kutub Bumi.

Contohnya bisa kita lihat di beberapa negara seperti Inggris. Jika di peta, kita lihat negara Ratu Elizabeth tersebut terlihat cukup besar. Namun jika mengukur luasnya, Inggris tak lebih besar dari Jepang, Selandia Baru, Madagaskar, bahkan Sumatera. Greenland pun demikian. Terlihat sebagai pulau yang sangat besar dan punya ukuran yang hampir sama dengan Afrika, secara luas Afrika punya luas 14 kali Greenland. (Ref: sandk, dailymail.co.uk, merdeka.com, wikipedia.org)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.