Kisah Nyata: 3 Orang Ini Tewas Mengenaskan Seusai Menghina Kumandang Adzan

Azan (ejaan KBBI) atau adzan (Arab: أذان) merupakan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya salat fardu. Dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap salat lima waktu.

Menghina adalah tindakan yang tidak terpuji, apalagi jika seseorang menghina yang berkaitan dengan agama. Jangan sesekali ya, kamu menghina agama. Jika kalian menghina yang berkaitan dengan agama bisa berakibat fatal lho! Yuk langsung saja simak!

Jika kita punya waktu membuka Al Quran, Allah Ta’ala dengan tegas berfirman di dalam surat Al-Maidahayat 58, 

Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau menggunakan akal.
Ilustrasi kecelakaan
Pemuda ini sebenarnya tahu bagaimana jika mempermainkan Azan, namun mereka menganggap itu hal biasa saja, setelah kejadian baru tersadar bahwa menghina azan akan mendapat Azab dari Allah, baik di dunia dan di Akhirat. Semoga kisah ini akan menjadikan kita lebih aware akan seruan azan, kalaupun kita sedang sibuk sempatkan sdikit untuk melakukan shalat, kalaupun tidak atau belum melakukan shalat jangan pernah menghina seruan Allah ini, ini kisah selengkapnya;

Suatu bunyi yang sangat kuat dan mengerikan terdengar di depan saya ...Empat lima kali lagi suara dentuman itu hinggap di telinga saya, kemudian terdengar pula suara benda jatuh dan terseret diatas jalan raya. Api memercik dari tempat benda yang terseret itu. Serentak itu saya terdengar suara orang menjerit-jerit ..

Ban direm mendadak dan kemudian, DDDAAAMMMM !! DDAAMMM !! Terdengar lagi suara dentuman dan jeritan. Semuanya terjadi terlalu cepat. Saya segera menekan rem dan sebaik motor berhenti, saya terus menyalakan lampu.

Ya Allah ... !!!!!

Saya tergamam .. Di hadapan saya tampak teman tergelimpang diatas jalan. Uzir tertiarap tidak bergerak-gerak. Fahmi di bawah sebuahmotor yang masih mengaum mesinnya. Yang lain-lain juga hampir sama keadaannya ....

Ada yang terbaring sambil meraung, ada juga yang menekup muka dipenuhi darah dan beberapa orang lagi memegang lengan dan kaki. Baju mereka koyak rabak. Suara meminta tolong dan mengaduh kesakitan silih berganti ..

Saya segera membantu teman yang sakit itu. Kebetulan ada sebuah mobil melalui jalan tersebut. Lantas sopir dan penumpang mobil tersebut turun membantu kami ..Ketika mengangkat Fahmi yang terbaring di bawah sebuah sepeda motor, saya terasa seperti hendak menangis karena kondisinya sangat mengerikan. Kepala sahabat saya itu pecah dan dipenuhi darah. Mukanya hancur danbeberapa benjolan putih di sisi kepalanya yang pecah itu !!!!

Ya Allah, Fahmi! Fahmi !!!!

Kami angkat Uzir pula .... Saat diangkat, kakinya terkulai dan lengan kirinya putus sebatas siku !!!! Badan saya menggigil .... Saya benar-benar panik. Kawan-kawan yang terluka semua diletakkan ditepi jalan ..

"Uzir! Uzirrr !!! "kami memanggil-manggil nama Uzir, tapi dia tidak menyahut lagi. Kami tidak tahu apa yang akan dibuat, kami tidak menyangka kecelakaan ini akan terjadi ..

Untungnya dalam kekalutan itu ada sebuah lagi mobil melalui jalan tersebut beberapa menit kemudian dan menolong kami membantu teman yang terluka tadi ..

"Mana Amran?" Saya dengar seseorang bertanya ....
Oh ya, Amran !!! Kami mencarinya, dan sahabat kami itu bersama motornya ditemukan dalam parit di tepi jalan yang dipenuhi semak samun serta air sejajar lutut. Dan, sekali lagi saya hampir meneteskan air mata ketika melihat mukanya juga hancur dan dipenuhi darah.

Kami rasa nadi dan nafasnya. "Amran! Amraaaiiiiii! ' Semua yang terluka itu di bawa ke rumah sakit dengan bantuan kendaraan kendaraan yang melalui jalan tersebut. Saya turut ke rumah sakit dan malam
itu, saya meneteskan air mata ketika diberitahu, selain Fahmi, Amran juga meninggal dunia.

Esoknya, mayat kedua sahabat baik saya itu aman dimakamkan. Fahmi pergi meninggalkan kami dalam kondisi kepalanya pecah, tangan dan kaki patah. Salah satu dari biji matanya hilang. Amran pula patah tengkuk dan tulang belakang. Kubur Amran dan Fahmi digali dengan excavator dan keduanya dimakamkan dalam satu liang lahad. Hanya saya dan tiga empat orang lagi sahabat yang dapat menghadiri upacara pemakaman tersebut, sisanya masih di rumah sakit.

Dua minggu kemudian, Uzir pula menghembuskan nafas terakhir setelah koma dan terinfeksi kuman akibat operasi yang dilakukan pada tangan dan kaki kakinya. Kematiannya turut disebabkan oleh cedera dalam, terutama dada, akibat terhentak di atas jalan raya.

Seorang lagi teman kami, sampai sekarang cacat karena tulang kakinya remuk akibat kecelakaan tersebut. Sekarang, teman saya itu berjalan tempang ..

Baca Juga:
  1. 5 Kisah Nyata Paling Menyeramkan, Penakut Dilarang Baca!
  2. 10 Kisah Menyeramkan Dari SMA Tugu Malang

#Apa Sebenarnya penyebab kecelakaan itu?

Saya bertanya pertanyaan tersebut kepada teman-teman. Cerita mereka, itu disebabkan ketika kelompok lima buah sepeda motor yang memimpin perlombaan itu tertunggu-tunggu kedatangan kami yang tercecer ini. Lebih 10 menit menunggu kami tidak muncul-muncul, mereka mulai merasa pelik. Kata sepeda motor masing-masing laju sangat, tapi takkanlah sampai 10 menit ketinggalan. Lantas, seorang dari mereka menyarankan disusul kelompok yang tertinggal tadi. Masing-masing setuju. Mereka pun berbalik dan berlomba lagi di dalam gelap. Ketika sedang melaju sepeda motor masing masing itulah kami bertabrakan.

Kecelakaan itu menjadi bertambah buruk karena kami semua tidak memakai helm. Sebab itu Fahmi dan Amran cedera parah di kepala, begitu juga dengan teman-teman lain yang terluka di wajah akibat terseret di atas jalan.

Selain kehilangan tiga orang sahabat, kecelakaan itu juga telah menginsafkan saya tentang kebesaran dan keagungan Allah. Pertama, bersyukur karena malam itu saya berada di tempat tercorot. Sempatlah
saya pengereman dan menghindari bertabrakan.

Sebelum Kejadian Tabrakan

Saya menginsafi dengan sesungguhnya, kita jangan sekali-kali mempermain-mainkan Allah dan agama, termasuk azan yang dikumandangkan untuk menyeru kita shalat. Jangan, jangan sekali-kali! Saya bilang begitu sebab sebenarnya, pukul 6.30 petang sebelum kecelakaan, kami berkumpul di simpang jalan sambil bermain gitar. Kami puas nongkrong, sampailah azan Maghrib berkumandang.

"ALLAHU AKBAR ... ALLAH HU AKBAAARRRR !! "ASYHADUALLAILA HAILLALLAAAAAHHHHHH!"

Saya terus diam, menghormati seruan azan dari masjid sekitar 200 meter dari tempat kami nongkrong itu. Kami diam mengunci mulut, kecuali Fahmi yang tiba-tiba saja bersuara ...

"Ran ... coba kau cari kode ni!"

"Kode apa?" Saya masih ingat, itulah jawaban Amran ketika ditanya oleh
Fahmi.

"Kode azanlah! Cepat, nanti habis pulak ", jawab Fahmi.

Saya terdiam. Tercengang. Akan marah ada, terkejut pun ada. Saya gelak dan berkata, "gilalah engkau ni, maksud saya, janganlah azan itu dibuat main. Azan bukan lagu untuk dicari kode musik dan iramanya. Tapi Amran dan Fahmi terus tertawa.

Saya masih ingat lagi, setelah Fahmi mengatakan demikian, Amran terus memetik gitar yang sejak tadi dikepitnya.

GRENGGG !!! GREENGGG !! Tinggi juga suara bilal tu, "kata Fahmi saat Amran mencoba beberapa kode yang dianggap senada dengan suara muazin.

Kemudian, saya juga dengar Uzir menyela dan tertawa. Uzir pula memetik tali bass gitarnya. Dua irama bergabung mengikuti alunan azan. Mereka mengajak saya untuk turut memetik gitar, tapi saya menolak.

Gabung menglimi hiing.in.I / .m Nit I, ka mengajak saya uiiiuk mi iii III, I ,,, I d gitar, Masih jelas dimata saya, Maghrib itu Amran dan Uzir bermain gitar melagukan suara azan. Fahmi pula memberi semangat agar dua sahabat kami itu menemukan kode yang tepat. Sambil itu mereka menyeringai.

Kami hanya menggelengkan kepala .... Saya tidak sanggup akan melagukan azan dengan gitar sebab saya yakin, macam hari-hari sebelumnya, sore itu saya akan menanggung dosa besar karena tidak menunaikan shalat Maghrib. Saya tidak ingin menambah dosa itu dengan dosa mempermainkan azan.

Apa yang terjadi tidak bisa ditarik kembali. Yang dapat saya lakukan sekarang hanyalah berdoa semoga dosa arwah Amran, Fahmi dan Uzir diampunkanNya dan mereka ditempatkan di kalangan orang-orang yang beriman. (diahanggra, dunia7misteri.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.