Sungguh Malang, Gadis Kecil Ini Mengerjakan PR Sambil Menemai Sang Ayah Mengemis

Setiap anak di dunia ini pastinya mempunyai masa kanak-kanak yang sangat ceria dan indah. Biasanya juga seorang anak menghabiskan waktunya untuk belajar dan bermain. Setiap hari seorang anak harus menjalani kehidupan yang menyenangkan. Namun, pada kenyataannya tidak semua anak bisa mendapatkan keberuntungan seperti itu.

Seperti nasib bocah asal Tiongkok ini. Ji Honghong, gadis berusia 6 tahun ini terpaksa menghabiskan akhir pekannya di pinggir jalan. Seperti yang dilansir oleh indiatimes, setiap hari Sabtu dan Minggu ia selalu menemani ayahnya mengemis. Tapi karena masih ada PR yang harus dikerjakan maka ia duduk di samping ayahnya sambil tetap tekun menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya.

Ji anak yang mengerjakan PR sambil menemani ayahnya yang mengemis
Karena cuaca dan udara dingin, Ji mengerjakan PR-nya sambil menutupi dirinya dengan selimut. Gadis yang duduk di kelas 1 di Sekolah Dasar Nanzhuang, Linshu tersebut duduk dengan tenang di samping ayahnya yang mengemis. Tampak ada dua mangkuk di dekat Ji tempat orang-orang memberikan sedekahnya.

Ketika ditanya, Ji mengaku kalau dirinya sebenarnya tak menyukai kegiatan akhir pekan seperti itu. Karena ia sebenarnya ingin fokus saja mengerjakan PR. Ji lebih suka belajar, meski begitu kegiatan menemani ayahnya mengemis tak menghalanginya untuk tetap belajar.


Baca Juga :
  1. 5 Fakta Ryoko Nakaoka Gadis Pemenang Kontes Payudara Terindah
  2. Alasan Kenapa Cewek Suka Sama Cowok Yang Tangannya Berotot

Saat suhu turun sampai 10 derajat celcius, banyak pengguna jalan yang bersimpati. Ada seorang wanita yang membelikan Ji burger. Ada juga seorang pria yang memberinya susu hangat.

“Aku sudah menyelesaikan semua PR yang diberikan guruku. Ayah memintaku menulis lima halaman ejaan huruf Mandarin lagi. Aku sudah memahaminya meski guruku belum mengajarkannya pada kami,” ujar Ji.

Ayah Ji mengatakan kalau mengemis adalah satu-satunya cara untuk mencari nafkah. Ibu Ji mengalami gangguan mental. Sementara kakak Ji masih bersekolah. Ayah Ji jadi tulang punggung keluarga. Sementara itu Ji merupakan murid yang cerdas di sekolah. (Ref: sandk, islampos.com, satumedia.co)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.