8 Tips Belajar Mengatakan Tidak Agar Kamu Tidak Menyiksa Diri Sendiri!

Walaupun kamu sedang tidak punya uang, kamu selalu memaksakan diri agar memijamkan uangmu ke teman yang meminjam kepadamu karena kamu tidk tega. Lagi-lagi kamu yang pusing atur keuanganmu sendiri sampai-sampai kamu mengirit habis-habisan. 

Bagi kamu yang hatinya sensitif dan nggak enakan, kata ‘tidak’ barangkali adalah kata yang paling sulit kamu ucapkan. Selain tak tega, juga ada tekanan batin bila kamu tak bisa berbuat baik kepada orang lain. Kamu akan dirundung rasa bersalah berhari-hari. Akhirnya kamu pun selalu mengiayakan setiap hal, meskipun itu menyakiti dirimu sendiri. Sudah saatnya kamu berhenti menyiksa diri. Yuk, belajar berkata tidak dengan cara-cara ini!

Ilustrasi liburan
1. Tentukan prinsip sejak awal. Jadi saat ada teman yang berniat meminjam uang, kamu bisa mengatakan bahwa prinsipmu adalah tidak meminjamkan uang kepada teman

Utang dan teman adalah dua kata yang bila digabung bisa menimbulkan dilema luar biasa. Kamu akan merasa nggak enak menagih, padahal diri sendiri sedang butuh. Di sisi lain, dia juga merasa santai saja tak segera mengembalikan karena dia berpikir kalian teman. Daripada begini, kamu bisa menerapkan prinsip ‘tidak meminjamkan uang pada teman’ sejak awal. Kalau bisa kamu sounding juga prinsip ini ke orang-orang. Sekalian jelaskan alasanmu mengenai dilema yang justru bisa membahayakan pertemanan itu. Jadi nanti kalau ada teman pinjam uang, kamu bisa menjawab:

“Sebenarnya aku ingin bantu. Tapi sesuai dengan prinsipku, aku nggak bisa meminjamkan uang ke teman.”

Dengan begitu, keuntunganmu ada dua. Pertama, kamu nggak akan dianggap pilih kasih karena memperlakukan semua temanmu sama. Kedua, meski nggak ada salahnya membantu teman yang sedang mengalami kesulitan finansial, tapi ingat bahwa saat kamu begitu murah hati meminjamkan uang, kamu akan dianggap ATM berjalan.

2. Kalau ada teman mengajakmu datang ke acara yang nggak menarik hatimu, awali dengan kalimat: “Wah, kayaknya seru…” atau “Sebenarnya aku mau aja sih, tapi…” sebelum menolaknya

Karena merasa nggak tega menolak, orang yang nggak enakan seringkali terjebak di acara-acara yang nggak dia suka hanya demi menemani seseorang. Kamu sering mengalami ini juga? Mau menolak bingung bagaimana ngomongnya, mau ikut tapi kamu pasti bengong saja di sana. Di sini, kamu harus pandai-pandai bermain kata. Kamu harus menemukan cara menolak tanpa terlihat jahat. Bila kamu langsung mengatakan ‘Nggak ah, males!’ pastinya kamu akan dianggap menyebalkan. Karena itu, kamu harus menunjukkan ekspresi ‘sebenarnya tertarik, tapi…’ sebelum menolaknya. Dengan begitu, kamu nggak terlihat menolak tanpa basa-basi.

3. Bila rekan kerja datang minta bantuan, katakan saja bahwa kamu juga sedang hectic dan dikejar-kejar deadline juga. Tak perlu merasa bersalah, toh tiap orang punya job desk masing-masing

“Ta, boleh minta tolong nggak? Rabu besok ada liputan ke Tanjung Priok, tapi aku nggak bisa nih. Kamu mau gantiin aku nggak?”
“Wah, sorry banget ya Ra, minggu ini aku hectic banget. Banyak laporan yang harus selesai minggu ini. Terus Rabu ada meeting juga sama klien. Sorry ya.”

Bisa menjelaskan dengan baik alasan kamu harus menolak, setidaknya bisa mengurangi beban rasa bersalah itu hingga 50%. Karena itu, skill komunikasi yang bagus harus kamu miliki agar kamu bisa menyampaikan alasan dengan baik, jelas, dan meyakinkan. Dengan begitu, temanmu akan mengerti. Bagaimana caranya meningkatkan skill komunikasi? Tentunya dengan memperluas pergaulan dan banyak-banyak mencari teman baru. Dengan begitu, secara otomatis skill komunikasimu terasah.

4. Memperbanyak kegiatan juga bisa menjadi solusi. Dengan bertambahnya kesibukan, kamu juga punya banyak alasan untuk menolak ajakan yang nggak kamu inginkan

“Besok temani aku beli sepatu di mall dong?”
“Besok? Wah, nggak bisa. Aku ada acara reunian sama teman SMA.”
“Lusa deh?”
“Lusa aku ada kopdar sama komunitas fotografi. Terus Jumat sampai Minggu, aku jadi panitia seminar pendidikan. Duh, kamu pergi sendiri aja ya? Kelamaan kalau nunggu aku bisa.”

Menyibukkan diri sendiri dengan banyak kegiatan ini bisa memberimu beberapa keuntungan. Pertama, sudah pasti potensimu akan berkembang dan kemampuanmu juga akan bertambah. Kedua, kamu akan punya banyak teman baru dan pergaulanmu meningkat. Ketiga, mungkin CV-mu akan semakin cantik dan profesional. Keempat, kamu punya banyak alasan untuk menolak hal-hal yang tidak kamu inginkan. Jadi kamu tidak perlu mengarang-ngarang alasan, karena kenyataannya kamu memang tidak bisa karena ada acara.

5. Alih-alih langsung mengiyakan, kamu bisa memberikan alternatif lain seperti: “Wah, hari ini aku nggak bisa karena udah ada acara lain. Hmm…kalau minggu depan gimana?”

Meskipun begitu, poin 4 tidak selalu bisa membantu karena ada kalanya kamu ingin menolak ajakan teman hanya karena kamu malas saja. Mungkin kamu tak suka acaranya, mungkin juga kamu tak terlalu senang dengan teman yang mengajak, atau kamu memang sedang tidak mood saja. Kalau sudah begini, kamu memang tak perlu mengarang alasan untuk menolak. Yang perlu kamu lakukan hanyalah mengajukan alternatifnya sehingga dia tidak terlalu kecewa. Dengan memberikan alternatif hari lain, itu menunjukkan bahwa sebenarnya kamu ingin tapi benar-benar tidak bisa. Siapa tahu pekan depan, mood-mu sudah membaik dan kamu jadi tidak keberatan.

6. Mulai sekarang, jangan lagi menunda-nunda jawaban sambil berharap dia akan lupa pada permintaannya. Bila memang tidak bisa, segera bilang ya.

“Eh, kamu nulis di blog aku dong? Mau ya? Aku lagi butuh artikel tentang cara mengatasi kejenuhan kerja gitu. Kamu kan jago nulis?”
“Hmm…nanti aku usahain ya.”
“Oke!”

Padahal dalam hati kamu sudah menolak sejak awal. Hanya karena kamu merasa segan mengatakan langsung, kamu sengaja membuat jawaban menggantung dan berharap seiring berjalannya waktu, temanmu lupa akan permintaannya sendiri. Pertama, temanmu mungkin tidak akan lupa dan terus mengingatmu sebagai orang yang tidak bisa menepati janji. Kedua, temanmu kecewa karena sudah terlanjur mengandalkanmu namun akhirnya kamu mengecewakan. Agar tidak seperti ini, kamu harus belajar menolak di awal bila kamu memang tidak bisa atau tidak tertarik. Toh, dengan begitu dia bisa mencari orang lain untuk membantu.

7. Kurangi kebiasaan meminta maaf yang tidak perlu. Itu tidak akan membuatmu terlihat lebih berbesar hati, melainkan justru lemah dan tidak menghargai diri sendiri

Bila kamu melakukan kesalahan dalam pekerjaan, maka kamu boleh minta maaf. Bila kamu berjalan tanpa melihat-lihat sehingga menginjak kaki orang tak bersalah, kamu harus minta maaf. Bila kamu terbawa euforia bercanda dan tanpa sadar mengeluarkan candaan yang melecehkan, kamu wajib minta maaf. Namun bila kamu tidak bisa menerima ajakan teman untuk ‘konkow’, itu bukan alasan untuk minta maaf. Ketidaktahuanmu, bukan alasan untuk minta maaf. Kesalahan yang dilakukan orang lain, juga bukan alasanmu untuk minta maaf. Belajar menempatkan kata ‘sorry’ pada tempat dan konteksnya, sama artinya dengan menghargai diri sendiri. Sebab terlalu banyak meminta maaf untuk hal-hal yang tidak perlu, tidak akan membuatmu terlihat keren, tapi justru menyedihkan.

8. Rekatkan kuat-kuat dalam pikiranmu, bahwa kamu tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Dengan begitu, ‘ya’ dan ‘tidak’ bisa berjalan semestinya

Rasa tidak enakan dan sungkan untuk menolak itu muncul karena kamu takut mengecewakan. Kamu tidak mau melukai hatinya, dan pada akhirnya, kamu tidak mau dia membencimu. Bila menuruti keinginan, kamu tentu ingin semua orang di dunia menyukaimu. Tapi, sehebat apapun hal itu kedengarannya, itu adalah keinginan yang sia-sia. Sekeras apapun kamu berusaha, kamu tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang di dunia. Konsep itu harus kita tanamkan dalam pikiran, sebab dengan begitu kita akan paham bahwa tidak apa-apa kita mengakatan ‘tidak’ bila memang tidak mau, tidak bisa, dan tidak ingin.

Padahal menolak sesuatu bukan hanya soal berbuat baik atau tidak, melainkan juga sebuah penghargaan atas eksistensi diri sendiri. Berkata ‘oke’ pada segala hal, artinya kamu lupa untuk mencintai diri sendiri. Banyak berkata ‘tidak’ tak lantas membuatmu jahat kok. Toh, belajar mengatakan ‘tidak’, bukan berarti kamu harus menghapus kosakata ‘ya’ dalam kamus hidupmu selamanya.

Baca Juga:
  1. Ahok Mengekspresikan Wajah Sedih Lalu Dipeluk Sang Kakak Angkat Seusai Sidang Perdana Ahok
  2. Saat Mencuci Wajah, Sebaiknya Menggunakan Air Hangat Atau Air Dingin?
  3. Ini Isi Surat Al-Maidah Ayat 51 Yang Dihina Ahok
  4. Ini Penyebab Mendadak Linglung dan Fikiran Berkabut
  5. Tafsir Surat Al-Fajr Tentang Kebakaran di Israel
(Ref: diahanggra, catatansandk.com, hipwee.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.