Ini Dia Vonis Terunik Yang Pernah Terjadi di Beberapa Negara

Hukuman (bahasa Inggris: punishment) adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini, hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.

Dalam persidangan pidana, misalnya pihak Pengacara adalah representative dari klien atau bisa dikatakan sebagai pihak pembela mewakili kepentingan klien yang dibelanya. Sedangkan jaksa adalah seorang yang bertugas untuk menuntut atau mendakwa terdakwa. Dan hakim memeliki peran sebagai juri atau wasit yang menilai dari pihak yang berpekara ini. Terkadang keputusan hakim bisa menguntungkan pengacara atau juga bisa menguntungkan jaksa.

Dan ini dia vonis pidana yang amat Unik di dunia:

Dijatuhi Vonis hukuman menjadi Gelandangan

Vonis hukuman ini memang terlihat kurang familiar atau bahkan cenderung unik. Seorang pria yang bernama Nathan Smith, dijatuhi hukuman oleh hakim, untuk menjadi seorang gelandangan. Bukanlah tanpa sebab hakim memutus perkara ini, dan menjatuhi hukuman menjadi gelandangan. Nathan Smith kala itu kedapatan dan terbukti secara hukum dan sah telah mencuri uang sumbangan atau donasi. Donasi atau sumbangan yang dicuri olehnya ini tadinya diperuntukkan untuk gelandangan dan pengemis.

Menjadi Gelandangan
Amatlah bijak hakim yang memeriksa perkara ini. Pasalnya ia tak menjatuhi hukuman pidana kurungan penjara. Melainkan menyuruh Nathan Smith untuk menjalani hukuman sebagai gelandangan selama satu minngu. Maksud dari sang hakim menjatuhi hukuman yang demikian, agar Nathan Smith mengetahui dan merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang gelandangan yang hidup serba kekurangan. Dan diharapkan nantinya Nathan Smith akan jera, dan tak akan mencuri uang lagi, terlebih lagi uang atau donasi yang diperuntukkan kaum gelandangan.

Mengelilingi Desa Selama Seminggu dengan Keledai

Mengelilingi desa dengan Keledai
Kasus ini terjadi di USA (Amerika Serikat) di tahun 2003. Saat itu terjadi pencurian sebuah patung Jesus di USA (Amerika Serikat). Aksi pencurian ini dilakukan oleh sepasang remaja yang berasal dari wilayah Fairport Harbor .Kedua pasangan remaja ini bernama, Brian Patrick, dan Jessica Lange. Hakim yang bertugas memeriksa dalam perkara pencurian patung ini, bernama Micheal A.Cicconetti. hakim yang bernama Micheal A.Cicconetti dikenal sebagai seorang hakim yang sering kali menjatuhkan putusan hukuman paling unik dan aneh tehadap seorang terdakwa.

Kemudian akhirnya hakim Micheal A.Cicconetti, menjatuhkan hukuman kepada kedua remaja ini, baik itu Brian Patrick, dan Jessica Lange, untuk mengelingi desa selama seminggu. Dengan mengendarai keledai yang bertuliskan “Maaf atas perbuatan kami yang brengsek itu”. selain itu kedua remaja ini juga dijatuhi hukuman untuk mengganti patung yang telah mereka curi.

Mengikuti Ibadah Kebaktian di Gereja selama 10 tahun

Kasus ini terjadi di USA (Amerika Serikat). Kasus ini bermula karena menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Adalah seorang pria remaja berusia 17 tahun bernama Tyler Alred yang menyebabkan nyawa temannya menjadi hilang. Saat itu Tyler Alred, sedang mengendarai mobil. Namun dalam mengendarai mobil ini dirinya tengah dalam kondisi mabuk. Dan naasnya karena menyetir dalam kondisi mabuk dan tak sadarkan diri ini menyebabkan nyawa seorang temannya menjadi hilang.

Adapun hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini adalah bernama Mike Norman. Hakim Mike Norman ini tak menjatuhi hukuman pidana penjara kepada Tyler Alred. Vonis hukuman yang dijatuhi oleh hakim Mike Norman, terhadap Tyler Alred adalah harus mengikuti ibadah di gereja selama 10 tahun.

Mengikuti Kebaktian Selama 10 Tahun
Alasan dari hakim Mike Norman, tidak menjatuhi hukuman kurungan penjara adalah karena mengingat usia dari Tyler Alred masih muda. Tyler Alred pun masih memiliki masa depan dan juga masih bersekolah. Di USA sendiri memang dikenal dengan sistem hukum anglo saxion. Dimana dalam menjatuhi hukuman di negeri paman sam ini masih tetap menjaga human rights. Atau masih mengedepankan asas kehidupan pribadi seseorang. Sekalipun hukuman ini terbilang ringan, namun Tyler Alred sendiri harus wajib lapor ke pihak kepolisian selama seminggu. Dan Tyler Alred pun harus mendapat pengawasan dari keluarganya.

Baca Juga:
  1. Pemandangan Unik, Lihat Gedung Asrama Ini Berubah Menjadi Sarang Jemuran
  2. Kisah Nyata, Jenazah Wanita Ini Sangat Sulit Untuk Dimasukan Ke Liang Lahat
  3. Dunia Serta Media Internasional Soroti Gempa Aceh 6.4 SR
  4. Video Tentara Israel Lempari Batu ke Anak SD Palestina Bikin Siapa Saja Geram
  5. Kicauan Kotor Produser Metro TV Janes C Simangunsong Membuat Hati Umat Islam Menangis dan Marah

(Ref: diahanggra, catatansandk.com, vebma.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.