Ini Penjelasannya Setengah Kopi Dunia Akan Lenyap di Tahun 2050

Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).

Pasti banyak yang menyukai kopi ya, baik pria maupun wanita pasti ada yang maniak kopi sebagai teman kerjanya maupun teman nongkrongnya. Tapi tahukah kamu jika setengah kopi akan lenyap di tahun 2050. Yuk langsug saja simak!

Produksi kopi terus mengalami penurunan tajam, terutama di wilayah Amerika Latin. Misalkan di Meksiko, produksi kopi menurun dari 50%, 30%, hingga kini tinggal 10% hanya dalam waktu 3 tahun

Selalu mengalami penurunan
Kabar buruk muncul dari perkebunan kopi di seantero dunia. Di Meksiko, petani-petani kopi sedang dirundung duka karena ancaman gagal panen lagi dan lagi. Dalang terbesar dari ancaman kepunahan kopi di negara-negara Amerika Latin ini adalah persebaran penyakit kopi disebut Rust. Bercak-bercak cokelat seperti karatan menyebar pada daun, batang, hingga akhinya membuat tanaman mati sepenuhnya.

Akibatnya, petani kopi di Meksiko dan negara-negara Amerika Latin lainnya menebang lebih dari 50% dari tanaman kopi di perkebunan mereka. Karena wabah tersebut, produksi kopi di Meksiko selama 3 tahun terakhir mengalami penurunan drastis. Dari yang tadinya 100% menjadi 50%, 30%, hingga sekarang hanya 10%.

Disamping wabah penyakit, tanaman kopi juga terancam perubahan iklim yang makin tak menentu. Terutama untuk menanam varietas unggulan Arabica yang butuh kondisi optimum

Perubahan iklim tak menentu
Disamping wabah penyakit Rust, kondisi semakin parah dipicu oleh perubahan iklim yang melanda bumi. Cuaca yang berubah-ubah, musim hujan yang tidak bisa diprediksi membuat jamur lebih mudah berkembang biak dan menyebar. Petani-petani kopi yang dulu bisa menggantungkan hidup pada hasil panen, kini tidak lagi. Terutama untuk jenis kopi Arabica yang memiliki nilai jual tinggi. Kopi-kopi Arabica hanya bisa tumbuh dengan kondisi cuaca yang ideal. Maka dari itu daripada gagal panen karena cuaca yang tak tentu, banyak petani yang beralih ke varietas yang lebih kuat menghadapi wabah dan perubahan iklim yaitu Robusta. Tapi tentu saja, nilai jual kopi Robusta tak setinggi Arabica.

Perubahan iklim yang punya dampak global juga ancam produksi kopi Indonesia. Tak separah Amerika Latin dan Afrika karena mayoritas kopi Indonesia adalah Robusta, produksi tetap diperkirakan turun

Diperkirakan turun
Indonesia sebagai negara pengekspor kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam, memang mungkin tak terpukul separah negara-negara Amerika Latin dan Afrika. Namun Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia atau AEKI terus memprediksi penurunan produksi dari tahun ke tahun karena fenomena cuaca seperti El Nino dan La Nina sebagaimana dilansir AntaraNews. Jadi sebenarnya tak ada negara penghasil kopi yang aman dari wabah penyakit maupun ancaman cuaca. Produksi kopi dunia memang terancam punah.

Baca Juga:
  1. Inilah Manfaat Punya Pasangan Yang Cerdas Bagi Kesehatan
  2. Inilah Hukumnya Memakai "Aplikasi" Efek Muka Anjing di Dalam Islam
  3. Inilah 9 Deretan Sungai Biru Paling Jernih di Dunia
  4. Awas! Inilah 6 Narkoba Yang Dapat Ditemukan di Sekitar Rumah Kita
  5. 10 Keajaiban Alam ES di Dunia

(Ref: diahanggra, catatansandk.com, hipwee.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.