Ketika Semuanya Berlalu Begitu Cepat Bahkan Kamu Tetap Stuck Di Tempat!

Membandingkan diri dengan orang lain adalah kebiasaan yang sangat sulit dihentikan, apalagi dengan kondisi kehidupan saat ini yang selalu menuntut kesempurnaan. Ketika mengukur pencapaian dan keberhasilan, kita bisa terus menaikkan targetnya. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah hal yang wajar, bahkan jika akhirnya kita merasa iri. Tetapi, jangan sampai Anda terfokus pada hal yang keliru dengan lebih memperhatikan kekurangan ketimbang kebaikan Anda. 

Hal ini bisa membuat Anda semakin putus asa dan sulit mengembangkan berbagai aspek kehidupan Anda sendiri. Selain itu, kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain cenderung membuat Anda kurang menghargai, bahkan sulit menerima diri sendiri. Hentikan kebiasaan ini dengan memahami cara Anda memandang diri sendiri, membuat rencana untuk membangun kepercayaan diri, dan mengubah perilaku agar bisa memperbaiki persepsi tentang diri sendiri.

Ilustrasi seorang wanita
Keluar dari Zona Nyaman dan Melakukan Sesuatu yang Baru

Mungkin ini memang saatnya kita keluar dari zona nyaman. Lalu melakukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang memberi warna baru dalam hidup. Sampai kapan mau jalan di tempat? Sementara yang lain sudah makin melesat dengan kehidupannya masing-masing. Pastinya kita akan merasa takut dan cemas. Keluar dari zona nyaman artinya mengambil risiko yang baru. Sudah siapkah kita menghadapi risiko itu nantinya?

“The mystery of human existence lies not in just staying alive, but in finding something to live for.”
― Fyodor Dostoyevsky, The Brothers Karamazov 

Terlalu Sering Membanding-Bandingkan Diri dengan Orang Lain Cuma Bikin Tambah Galau

Ngaku deh berapa waktu yang sudah kita habiskan di media sosial dan stalking akun teman atau orang lain? Berapa banyak waktu yang terbuang untuk membandingkan diri dengan orang lain? Dan apa yang kita dapat dari semua itu? Makin galau atau justru tambah termotivasi melakukan sesuatu? Bagaimana pun seringkali rumput tetangga terlihat lebih hijau daripada rumput di kebun sendiri. Bakal nggak sehat kalau lebih sibuk memperhatikan hidup orang lain. Lebih baik fokus sama hidup sendiri saja.

“The purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived and lived well.”
― Ralph Waldo Emerson 

Temukan Tujuan Hidupmu yang Seutuhnya

Sungguh ini pertanyaan sulit. “Apa tujuan hidupmu?” Pertanyaan yang satu ini mudah sekali dilontarkan. Tapi mencari jawabannya bisa bikin bingung sendiri. Mulai dulu dari apa yang ingin kamu raih di hidup ini. Kemampuan dan potensi apa yang sekiranya bisa kamu gunakan untuk menjadikan hidupmu ini istimewa. Juga, nantinya kalau kamu sudah tua, kira-kira apa yang bakal membuatmu terus tersenyum dan tak menyesali semua yang terlewat.

Yuk, kita jadikan hidup kita lebih baik lagi. Tak perlu gampang iri dengan kehidupan orang lain. Siapa tahu orang-orang tersebut sebenarnya telah melewati ujian yang panjang hingga bisa sesukses sekarang. Hanya saja mereka tak mengeluh. Keep up your fighting spirit! 

Baca Juga:
  1. Isu Makar Gulingkan Pemerintahan, Apa Yang Dimaksud Dengan Makar? Berikut Pengertiannya
  2. Mendadak Viral "Payung Jokowi" Menjadi Sorotan Para Pengguna Sosial Media
  3. Aksi Damai 212 Untuk Doa Bersama Menjadi Pemberitaan Dunia Internasional
  4. 7 Hal Yang Membanggakan dari Aksi Damai 212
  5. Apakah Benar? Hand Sanitizer Bisa Menggantikan Sabun Pencuci Tangan?
(Ref: diahanggra, catatansandk.com, vemale.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.