4 Alasan Kenapa WhatsApp Banyak di Blockir di Beberapa Negara!

WhatsApp adalah aplikasi pesan untuk smartphone dengan basic mirip BlackBerry Messenger. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain. Aplikasi WhatsApp Messenger menggunakan koneksi 3G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain

Hampir setiap orang di setiap Smartphonenya pasti menginstall aplikasi WhatsApp. Biasanya alasan seseorang menggunakan WhatsApp karena sangat privasi dan juga jarang sekali yang namanya gangguan. Walaupun sinyal dalam keadaan lemah masih saja WhatsApp masih bisa digunakan. Tapi ada beberapa negara yang memblokir aplikasi WhatsApp. Kira-kira kenapa ya? Yuk langsung saja simak!

1. Di beberapa negara, WhatsApp dianggap membahayakan keamanan negara. Fitur chatting-nya sering dimanfaatkan kaum ekstrimis

Contoh Seperti pesan singkat diatas
Bagi sebagian orang, WhatsApp memang cuma sekadar aplikasi chatting yang asik untuk digunakan. Namun bagi negara-negara seperti Pakistan hingga Azerbeijan yang rawan konflik, WhatsApp dipandang memiliki potensi untuk disalahgunakan sampai berakibat fatal. Karena fitur chatting dari WhatsApp yang mudah dan cepat, aplikasi ini sering dimanfaatkan oleh kaum radikal untuk menyebarkan berita-berita hoax atau propaganda yang berpotensi besar mengganggu keamanan negara. Karenanya WhatsApp diblokir di negara-negara tersebut.

Yah kalau hoax atau propaganda macam itu sih di Indonesia juga ada. Cek aja tuh grup keluargamu. Pasti ada kan salah satu anggota keluarga yang hobinya kirim broadcast ‘nggak jelas’ ke grup keluarga.

2. Fitur enkripsi WhatsApp memang berguna menjaga privasi penggunanya. Tapi karena itu WhatsApp dianggap tak mau bekerjasama dengan pemerintah memberantas kriminal

Adanya Fitur Enkripsi
Update WhatsApp pada 2016 kemarin membuat beberapa negara mengkhawatirkan adanya potensi penyalahgunaan. Update pemberian enkripsi pada data chatting WhatsApp membuat pihak luar tak bisa menyadap dan melacak isi pesan dari pengguna. Jadinya orang-orang yang telah ditandai sebagai buronan atau incaran pihak berwajib, juga tak bisa disadap jika mereka menggunakan WhatsApp.

Karena dianggap mempersulit penegakan hukum sehingga mengancam keamanan nasional, negara-negara seperti India, Inggris, Jerman dan Perancis mempertimbangkan untuk memblokir WhatsApp. Brasil sudah terlebih dahulu memblokir WhatsApp karena mereka tak mau bekerjasama membuka enkripsi data penggunanya yang sudah ditetapkan sebagai kriminal kartel narkoba.

3. Alasan lain adalah keinginan negara untuk melindungi produk lokalnya. Misalnya, Cina dan UEA

Karena produk lokalnya
Selain alasan WhatsApp yang jadi sarang penyebaran berita meresahkan dan perkara enkripsi, ada juga alasan yang lebih manusiawi dalam pemblokiran WhatsApp. Salah satunya adalah alasan yang diungkap oleh pemerintah Cina dan Uni Emirat Arab.

Kedua negara tersebut memblokir WhatsApp dengan alasan ingin melindungi dan memajukan produk lokalnya. Seperti yang diketahui, Cina memiliki WeChat dan Uni Emirat Arab punya Dubai Talk. Menurut pemerintah Cina dan UEA, aplikasi buatan anak bangsa tersebut harus dilindungi agar mereka tak tergantung pada pihak luar. Alasan lain jelas faktor ekonomi, kalau perusahaan lokal untung maka negara juga untung.

4. Tapi ada juga alasan unik dalam pemblokiran WhatsApp. Penasaran? Nih alasannya…

Karena alasan seorang Zionis
Menurut laporan dari Bussiness Insider pada 2014 silam, alasan Iran memblokir WhatsApp adalah karena yang punya aplikasi chatting tersebut adalah seorang Zionis. Mark Zuckerberg, sang pemilik Facebook memang telah mengakuisisi WhatsApp. Dan karena Mark adalah seorang keturunan Yahudi, Iran kemudian memutuskan untuk memblokir layanan WhatsApp di negara mereka.

Alasan lain kenapa Iran memblokir WhatsApp adalah karena aplikasi tersebut adalah sarang penyebaran berita yang tidak sesuai dengan kaidah Islami. Meski memicu perdebatan diantara warganya sendiri karena alasannya yang kurang masuk akal, namun tetap saja pemblokiran WhatsApp diberlakukan sampai saat ini.

Yah, alasan dari negara-negara tersebut memang berbeda. Namun intinya satu, WhatsApp ternyata punya potensi untuk meresahkan negara. Di Indonesia sendiri, wacana untuk memblokir sosial media seperti WhatsApp, Facebook hingga Google sendiri sudah muncul sejak awal 2016 silam. Alasannya karena mereka tak taat aturan dan tak membayar pajak. Yah siap-siap aja sih ya soal kemungkinan WhatsApp diblokir di negara kita.

Baca Juga:
  1. Astaga Pria Tampan Ini Menjual Jasa Seks Untuk Menghamili Seorang Wanita
  2. Subhanallah Tanda Kiamat Mulai Muncul, Salju Turun di Gurun Sahara Setelah 37 Tahun
  3. Astaga, Segelintir Warga Papua Robek Serta Bakar Bendera Merah Putih Ini Viral di Sosial Media
  4. Hemat dan Pelit Beda Tipis. Ini Tips Cara Hemat Tanpa Dibilang Pelit!
  5. Inilah Ritual Pahlevāni, Ritual Seni Bela Diri Tertua di Dunia
(Ref: diahanggra, catatansandk.com, hipwee.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.