Astaga di Negara Ini Datang Bulan Bisa Menjadi Malapetaka Yang Merenggut Nyawa

Tradisi atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah.

Di beberapa wilayah pedalaman Nepal, masih berlaku ritual Chhaupadi. Adat kuno ini mengucilkan perempuan yang tengah menstruasi atau baru melahirkan. Masalahnya, lokasi pengasingan itu kerap picu petaka maut.

1. Memakan korban jiwa

Memakan korban jiwa
Jelang tutup tahun 2016, tradisi Chhaupadi di Nepal, kembali memakan korban jiwa. Seorang gadis yang diasingkan karena sedang menstruasi atau datang bulan, ditemukan tewas di gubug pengasingan di desa Gajra, Achham. Diduga ia tewas karena tercekik asap kala berupaya menghangatkan diri dengan perapian di gubug pengasingan.

2. Dianggap kotor

Dianggap kotor
Tradisi Chhaupadi adalah tradisi masyarakat di beberapa wilayah di Nepal, yang mengasingkan perempuan yang sedang haid atau baru melahirkan, karena darahnya dianggap kotor. Mitos yang diyakini penduduk adalah, jika mereka tidak diasingkan, maka akan menimbulkan musibah bagi desa. Misalnya gagal panen atau matinya ternak.

3. Di gudang atau di kandang

Di gudang atau di kandang
Gubug-gubug pengasingan biasanya berupa gudang atau kandang, dan biasanya tidak memiliki ventilasi yang baik. Jika tinggal di dalamnya, seseorang bisa mengalami kekurangan oksigen. Gubug tersebut panas di siang hari, sedangkan di malam hari sangat dingin.

4. Mengundang musibah

Mengundang musibah
Berbagai laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Chhaupadi telah menyebabkan beberapa kasus kematian, termasuk serangan oleh binatang liar, gigitan ular, pemerkosaan, memicu buruknya kesehatan mental dan terserang pneumonia.

5. Pemerintah melarang

Pemerintah melarang
Karena kerap memakan korban jiwa, sudah lebih dari satu dekade, pemerintah dan polisi Nepal berusaha menghapus kebiasaan itu. Namun kuatnya kepercayaan warga desa di Nepal, menyebabkan tradisi tersebut masih terpelihara hingga kini.

Baca Juga :
  1. Ingin Perut Rata Dalam Sebulan? Yuk Coba Minuman Ini!
  2. 7 Tahun Menghilang, Ternyata Petualang Jerman Ditemukan Menjadi Mumi
  3. Bagi Kamu Yang Lajang! 5 Zodiak Ini Bebas Jomblo di Tahun 2017
  4. Subhanallah Tanda Kiamat Mulai Muncul, Salju Turun di Gurun Sahara Setelah 37 Tahun
  5. Saat Ikuti Seleksi Kerja, Di Negara Ini Harus Gunakan Alat Canggih Ini!

(Ref: sandk, catatansandk.com, dw.com, wikipedia.org, ap/as (berbagai sumber))
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.