Ini Bahayanya Jika Menyimpan Obat di Lemari Es!

Obat adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh. Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia termasuk obat tradisional.
 
Ketika kita menggunakan obat-obatan, kita tidak boleh menggunakannya sembarangan. Banyak yang harus diperhatikan agar tidak merusak fungsi obat. Cara menyimpan obat pun hal sering luput dari pengawasan padahal pada kemasan terdapat tata cara bagaimana menyimpan obat secara benar. Bahkan, kebanyakan dari kita menyimpan obat di dalam kulkas.

Ilustrasi Obat
Staf Clinical Research Supporting Unit(CRSU) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. J Hudyono MS, SpOk, MFPM, menjelaskan penyimpanan obat yang salah dapat mengurangi fungsi obat. Ambil contohnya, menyimpan sisa obat sirup di dalam kulkas.

"Sudah sembuh, obat pasti disimpan, tapi ada yang disimpan di kulkas. Itu kesalahan. Di kemasan ada petunjuk disimpan pada suhu tertentu. Kalau di kulkas, di bawah delapan derajat bisa menggumpal," ujar Hudyono.

Begitu pun dengan obat tablet maupun kapsul. Biasakan membaca petunjuk penyimpanan obat pada kemasan. Pada dasarnya, penyimpanan obat tidak di tempat yang lembab, suhu tinggi atau panas, dan tidak pada suhu dingin.

Bukan seperti makanan yang disimpan kulkas lalu segar, penyimpanan obat di kulkas tidak akan memperpanjang usia pemakaian obat. Penyimpanan yang salah justru bisa mengurangi keefektifan obat dalam menyembuhkan penyakit.

"Obat sangat sensitif dengan perubahan suhu, kalau tidak sesuai nanti bisa rusak," tambahnya.

Obat-obatan memang tidak bisa disimpan terlalu lama karena ada masa kedaluwarsanya. Bahkan untuk antibiotik harus langsung dihabiskan, tidak untuk disimpan. Pemakaian antibiotik harus sesuai resep dokter.

Jika sering menggunakan antibiotik yang sudah lama tersimpan agar mengakibatkan kualitas obat tersebut sudah menurun, pasien berisiko mengalami resistensi antibiotik. Wah, harus lebih hati-hati, nih.

Lalu bagaimana jika ada obat yang masih sisa? "Jika ada obat-obatan yang belum habis dan ingin dibuang sebaiknya dihancurkan agar tidak ada oknum jahat yang mengambilnya, lalu dijual lagi karena sudah banyak kasus seperti itu," tuturnya.

Nah, itu tadi info soal menyimpan obat yang perlu diperhatikan,
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.