10 Kota di Dunia Yang Paling Rawan Terkena Bencana Alam

Bencana adalah sesuatu yang tak terpisahkan dalam sejarah manusia. Manusia bergumul dan terus bergumul agar bebas dari bencana (free from disaster). Dalam pergumulan itu, lahirlah praktik mitigasi, seperti mitigasi banjir, mitigasi kekeringan (drought mitigation), dan lain-lain. Di Mesir, praktik mitigasi kekeringan sudah berusia lebih dari 4000 tahun. Konsep tentang sistem peringatan dini untuk kelaparan (famine) dan kesiap-siagaan (preparedness) dengan lumbung raksasa yang disiapkan selama tujuh tahun pertama kelimpahan dan digunakan selama tujuh tahun kekeringan sudah lahir pada tahun 2000 BC, sesuai keterangan QS Yusuf, kitab Kejadian, dan tulisan-tulisan Yahudi Kuno.

Bencana Alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan dan tanah longsor.

Dan berikut ini adalah beberapa negara yang paling rawan terkena bencana alam termasuk gempa bumi, tsunami dan lain sebagainya..

10. Teheran, Iran

Taheran
Kawasan metropolitan Teheran dihuni oleh sekitar 12 juta penduduk. Menurut data tidak resmi angkanya bahkan berada di kisaran 15 juta orang. Teheran termasuk berisiko tinggi terkena bencana gempa bumi karena berada di titik benturan antara lempeng Eurasia dan Anatolia. Menurut statistik, Teheran mengalami gempa ringan sekuat tiga skala richter setiap hari.

9. Los Angeles, Amerika Serikat

Los Angeles
Ancaman buat kota terbesar di negara bagian California, AS, ini adalah gempa bumi yang disebabkan oleh Patahan San Andreas. Patahan tersebut adalah batas tektonik sepanjang 1300 Km yang membelah lempeng Pasifik dan lempeng Amerika Utara. Pakar geologi mewanti-wanti, Los Angeles akan didera gempa bumi berkekuatan rata-rata 4,4 skala Richter setiap tahunnya.

8. Shanghai, Cina

Shanghai
Didiami oleh sekitar 23 juta jiwa, Shanghai merupakan salah satu kota megapolitan terbesar di dunia. Namun penggunaan air tanah yang berlebihan membuat beberapa bagian kota amblas. Akibatnya banjir menjadi hal lumrah buat penduduk Shanghai. Ilmuwan meyakini, Shanghai akan terus amblas hingga setengah meter pada tahun 2050.

7. Kolkata, India

Kolkata
Banjir, badai dan Tsunami adalah momok yang menghantui Kolkata. Studi yang dibuat Komisi Perubahan Iklim Nasional India menyebut, potensi nilai kerugian akibat bencana alam yang mengancam Kolkata akan membengkak menjadi 1 trilyun US Dollar pada tahun 2050. Tanpa adaptasi yang memadai, kota terbesar ke tujuh di India itu bisa mengalami kerugian sebesar 63 miliar US Dollar per tahun akibat bencana.

6. Nagoya, Jepang

Nagoya
Nagoya yang terletak di tepi samudera Pasifik menjadikannya rawan Tsunami. Ditambah lagi dengan hujan deras yang melanda di musim semi dan topan yang mengancam sepanjang tahun. Kota ini juga punya sejarah geologi yang kelam. Gempa bumi Tokai yang rata-rata berkekuatan 8 skala Richter dan terjadi setiap 100 hingga 150 tahun sekali diyakini akan terjadi dalam beberapa dekade ke depan.

5. Jakarta, Indonesia

Jakarta
Banjir, banjir dan belakangan gempa bumi. Jakarta tidak jengah menghadapi banjir yang mengancam secara rutin. Dua per tiga wilayah ibukota Indonesia ini berada di bawah permukaan laut, sehingga mengundang banjir rob setiap bulannya. Belakangan Jakarta juga dikenal sebagai kota yang berpotensi terkena bencana gempa bumi.

4. Osaka & Kobe, Jepang

Kobe
Kawasan yang membentang antara dua kota besar Jepang, Osaka dan Kobe termasuk wilayah yang rawan gempa bumi. Terakhir, 1995 lalu sebuah gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter menewaskan sekitar 5000 orang dan menyebabkan kerugian materi sebesar 100 miliar US Dollar. Kobe dan Osaka juga terancam oleh bencana banjir yang diiringi topan dan badai.

3. Delta Zhujiang, Cina

Delta Zhujiang
Kawasan yang menampung lusinan kota besar di Cina ini berisiko tinggi terkena bencana banjir yang disertai badai dan topan. Kota-kota besar di Delta Zhujiang seperti Hongkong Guangzhou, Macau dan Shenzen dihuni oleh sekitar 42 juta orang. Terakhir banjir besar melanda Guangzhou tahun lalu dan menyebabkan puluhan korban jiwa.

2. Manila, Filipina

Manila
Letak geografis Filipina menjadikan negara kepulauan tersebut rawan bencana. Topan Haiyan yang menghantam tahun lalu adalah contoh teranyar. Manila termasuk dalam kawasan yang setiap tahun rajin disambangi topan. Topan Fengshen yang menyapu 2008 silam misalnya membuat ratusan ribu penduduk kehilangan tempat tinggal. Tidak cuma itu, hujan selama 8 hari 2012 silam menenggelamkan sepertiga kota.

1. Tokyo & Yokohama, Jepang

Tokyo
Sekitar 37 juta orang hidup di kawasan yang menyatukan dua kota besar, Tokyo dan Yokohama. Bahkan untuk Jepang yang kenyang bencana sekalipun, kedua kota ini termasuk yang paling berbahaya. Gempa bumi besar yang meluluhlantakkan kota tahun1923 silam menewaskan lebih dari 142.000 penduduk.

Baca Juga :
  1. Inilah 5 Negara Dengan Tingkat Bunuh Diri Tertinggi di Dunia
  2. Mie Samyang Tidak Halal? MUI Peringatkan BPOM dan Kemenkes
  3. Inilah Tips Menyimpan Tahu Agar Awet dan Tak Cepat Bau!
  4. Jigger, Kutu Terkecil di Dunia yang Bisa Bikin Manusia Terlihat Seperti Zombie
  5. 4 Trik Untuk Mengatasi Poni Yang Panjang

(Ref: sandk, catatansandk.com, dw.com, berbagai sumber)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.