Inilah 4 Teknologi Perang Yang Memanfaatkan Media Binatang Sebagai Senjata Mematikan

Dalam usahanya memenangkan peperangan, berbagai angkatan militer dari tiap negara memproduksi senjata canggih yang mengerikan. Namun ternyata teknologi canggih seringkali dikalahkan dengan hal yang sedikit kuno: pemanfaatan binatang.

Binatang pun sejak lama dimanfaatkan sebagai elemen peperangan, bahkan hal ini telah terjadi semenjak manusia tahu bahwa duduk di atas kuda jauh lebih cepat ketimbang sekedar berlari. Jasa-jasa binatang pun tak dilupakan hingga sekarang.

Berikut ada beberapa senjata yang sangat mengandalkan binatang, mulai dari tenaga hingga strateginya. Berikut ulasannya.

1. Nuklir bertenaga ayam

Teknologi perang yang manfaatkan binatang sebagai senjata.
Pada tahun 1957 di pertengahan adanya Perang Dingin, pasukan Inggris mempunyai rencana untuk mengubur serangkaian hulu ledak nuklir di Jerman, sebagai rencana cadangan jika tentara Soviet ingin menyerang Eropa dari bagian timur. Namun strategi matang ini seketika tertimpa masalah: suhu Jerman Utara terlalu dingin untuk listrik dari bom tersebut bisa berfungsi.

Akhirnya ide datang dari ilmuwan militer terbaik di Inggris, di mana ia punya ide konyol: menaruh ayam di bom tersebut. Disebutkannya, ayam punya suhu tubuh yang cukup untuk menjaga sirkuit elektronik tetap hangat. Ayam akan diberi pasokan makanan yang cukup untuk seminggu, dan bom akan tetap bisa meledak.

Sayangnya ide peletakan Bom di Jerman ditolak oleh pihak Jerman karena akan membahayakan tentara Sekutu yang lebih beresiko terkena bom ketimbang tentara Soviet.

2. Bom kelelawar

Teknologi perang yang manfaatkan binatang sebagai senjata.
Selama Perang Dunia ke II, para ilmuwan militer dari dua belah pihak mencari cara untuk bisa memenangkan perang dengan meningkatkan teknologi perang. Namun salah satu ide dari militer AS ternyata tak seberapa canggih, yakni bom kelelawar.

Dikembangkan oleh Lytle S. Adams dan disetujui penggunaannya oleh presiden Roosevelt, bom kelelawar adalah sebuah bom besar yang kosong namun diisi penuh oleh kelelawar hidup. Bom ini diberi nama Project X-Ray.

Pada ketinggian tertentu, bom ini akan membuka dan kelelawar yang bangun dari tidur karena udara hangat, akan menyerang dalam jumlah ribuan.

Setiap Kelelawar ini dilengkapi dengan kantung kecil dengan 17 gram bom napalm ada di dalamnya. Ketika kelelawar ini mendarat di pohon atau rumah, bom kecil ini akan meledak dan membakar semuanya. Proyek ini sukses besar dan jadi salah satu strategi utama Amerika di Perang Dunia ke II. Ribuan kelelawar tanpa ekor diimpor dari Meksiko hanya untuk membuat bom ini.

Namun pada akhirnya proyek ini dipensiunkan karena AS lebih tertarik untuk berinvestasi ke bom nuklir.

3. Bom lebah

Teknologi perang yang manfaatkan binatang sebagai senjata.
Pada tahun 1994, Angkatan Udara AS ingin mengembangkan sebuah senjata yang tidak mematikan untuk digunakan dalam pertempuran. Salah satu proposal yang disetujui adalah proyek yang bernama "Harassing, Annoying, and 'Bad Guy' Identifying Chemicals." Ini adalah proyek membuat bom berisi bahan kimia yang bisa menyebabkan efek tertentu.

Dalam proposal laporannya, dideskripsikan bahwa bom kimia yang akan diproduksi ini tak akan membunuh seseorang, namun justru akan membuat mereka kesal. Salah satu contohnya, adalah sebuah bom yang berisi feromon yang akan menarik ribuan lebah untuk menyengat orang yang terkena.

Beberapa bom kimia yang lain adalah bom yang bisa menimbulkan bau mulut berlebihan, dan bom yang mengaktifkan hormon kewanitaan yang bisa membuat tentara berperilaku gay.

4. Rudal merpati

Teknologi perang yang manfaatkan binatang sebagai senjata.
Ide yang cukup 'sesat' dilakukan oleh militer AS. Diberi nama Project Pigeon, par ilmuwan militer AS punya ide untuk menempatkan merpati dalam hidung rudal untuk memandu rudal menuju sasaran yang tepat. Hal ini memang terjadi sebelum era peluru kendali, sehingga hal ini dianggap revolusioner.

Hal ini dilakukan dengan membuat sebuah hidung kerucut khusus pada Rudal Pelican. Setiap kerucut akan memiliki tiga bagian yang akan jadi rumah merpati yang telah terlatih, serta layar yang akan menunjukkan jalan rudal. Jadi ketika rudal mengarah ke arah yang salah, merpati akan mematuk layar dan mengarahkan rudal ke arah yang tepat.

Para merpati ini telah dilatih sebelumnya untuk mengenali target, jadi mereka akan tahu jika rudal ini tak mengenai target.

Meski demikian, proses yang lama dengan menghabiskan banyak sekali uang, membuat proyek ini tak diteruskan.

Baca Juga :
  1. Wow, Valentino Rossi habiskan masa liburan di Labuan Bajo, NTT
  2. Ingin Rambut Lurus Tanpa Bahan Kimia, Pria Lakukan Cara Alami Ini
  3. Tahukah Kamu? Ternyata Ini Fungsi Tombol Flush
  4. Astagfirullah, Inilah Perempuan Yahudi yang Meracuni Nabi Muhammad
  5. Karena Luka Wanita Akan Jauh Lebih Dewasa Dari Sebelumnya!

(Ref: sandk, catatansandk.com, merdeka.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.