Kenapa Migrain Sering Sekali di Alami Oleh Wanita di Bandingkan Pria? Ini Penjelasannya!

Bagi para wanita, apakah kamu sering sekali migrain? Migrain adalah gangguan kronis yang ditandai dengan terjadinya sakit kepala ringan hingga sangat berat yang seringkali berhubungan dengan gejala-gejala sistem syaraf otonom. Tandanya berupa sakit kepala unilateral (hanya pada separuh bagian kepala), berdenyut-denyut, dan berlangsung selama 2 hingga 72 jam. Gejala-gejala yang turut menyertai antara lain mual, muntah, fotofobia (semakin sensitif terhadap cahaya), fonofobia (semakin sensitif terhadap suara) dan rasa sakitnya semakin hebat bila melakukan aktifitas fisik

Tahukah kamu? ternyata penyakit migrain ini sering sekali dialami oleh wanita daripada laki-laki. 

Ilustrasi Migrain
Hal ini disebabkan oleh banyaknya sel mast, sejenis sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, kata sebuah penelitian. Sel mast adalah kategori penting dari sel-sel kekebalan karena mereka memainkan peran kunci dalam masalah kesehatan yang berhubungan dengan stres. Biasanya sel ini memicu gangguan alergi, penyakit auto-imun, migrain dan sindrom iritasi usus, atau IBS dikutip timesofindia.com.

"Lebih dari 8.000 gen diferensial dinyatakan ditemukan dalam sel-sel mast perempuan dibandingkan dengan sel mast laki-laki," kata pemimpin peneliti Adam Moeser, Associate Professor di Michigan State University di Amerika Serikat. "Sementara sel mast pria dan wanita memiliki set yang sama dari gen pada kromosom mereka, dengan pengecualian dari kromosom seks XY, cara gen bertindak sangat bervariasi setiap jenis kelamin," kata Moeser.

Sebuah analisis lebih mendalam mulai menjadikan genom RNA sebagai fokus. Hasilnya menunjukkan subtansi inflamasi dalam gen tersebut dapat menyebabkan respon yang lebih agresif yang mengakhibatkan penyakit. "Ini bisa menjelaskan mengapa perempuan, atau laki-laki, lebih atau kurang rentan terhadap jenis penyakit tertentu," kata Moeser.

Dengan pemahaman baru tentang bagaimana gen yang berbeda bertindak, para ilmuwan akhirnya bisa mulai mengembangkan pengobatan spesifik jenis kelamin baru yang menargetkan sel-sel kekebalan tubuh ini dan menghentikan timbulnya penyakit, kata Moeser.

Baca Juga:
  1. Astagfirullah, Inilah Perempuan Yahudi yang Meracuni Nabi Muhammad
  2. Wow Tak Bisa Dipercaya, Pria Ini Temukan Ikan Aneh Saat Menggali di Padang Pasir Tandus di Afrika Barat
  3. 5 Tips Yang Bisa Kamu Pertimbangkan Sebelum Memilih Kampus
  4. Waspada, Inilah 2 Benda Paling Berkuman yang Ada di Rumah Anda
  5. Ikuti 4 Cara Ini, Agar Tubuh Tak Mudah Gemuk! 
(Ref: diahanggra, catatansandk.com, style.tribunnews.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.