Menyedihkan, 30 Sampah Plastik Ditemukan dari Dalam Perut Paus Yang Mati Terdampar

Laporan dari Ellen MacArthur Foundation mengatakan 95% dari kemasan plastik telah merugikan ekonomi setiap tahunnya karena penggunaan sampah plastik yang sekali pakai dengan total biaya $80-120 Trilliun.

Hanya 5 % sampah plastik yang di daur ulang, 40 % berakhir di tempat pembuangan sampah, dan sisanya hanyut atau dibuang ke lautan.

Hal ini dapat merusak habitat satwa liar yang ada di alam, seperti burung yang makan plastik ataupun kura-kura yang terjebak di sampah plastik. Ikan yang kita konsumsi juga telah memakan mikroplastik yang berada di lautan, yang berati kita juga memakan sampah plastik yang terbawa sampai ke samudra. Contohnya seperti kasus pada paus berikut ini.

Menyedihkan, mungkin itu kata yang paling tepat saat sekitar 30 kantong plastik ditemukan dari dalam perut seekor paus yang terdampar. Sebelumnya, paus itu terlihat kurus kering saat terdampar di lepas pantai Sotra, Norwegia sehingga terpaksa dieutanasia.

Menurut petugas penyelamat hewan, hal tersebut dilakukan karena paus itu terlihat kurang gizi dan dalam kondisi yang buruk. Selain itu, paus tersebut berkali-kali terdampar di pantai. Dikhawatirkan, bila dibiarkan, justru membuatnya sekarat lebih lama.

Dari dalam perut paus itu, ditemukan macam-macam sampah plastik akibat pencemaran air laut.
Ketika para peneliti di Universitas Bergen melakukan otopsi pada mamalia laut tersebut, mereka menganalisis isi perut dan menemukan sejumlah besar sampah. Dalam perut paus itu, sekitar 30 kantong plastik dikeluarkan serta sampah plastik lainnya.

Para peneliti tidak terkejut menemukan sampah plastik tersebut, sebab, pada kenyataannya hal demikian makin sering ditemukan dari perut hewan laut. Kantong plastik dan kemasan memenuhi perut hewan laut yang tak sengaja menelannya.

"Temuan ini tidak mengejutkan, tapi menemukan dengan jumlah sedemikian banyak adalah menyedihkan," ujar Dr Terje Lislevand, seorang ahli zoology di Universitas Bergen seperti dikutip dari Iflscience, Senin (06/02/2017).

Ia menjelaskan bahwa paus itu terlihat kurus kering dengan sedikit lemak yang menunjukkan ia kekurangan gizi. Limbah non-biodegradable (tak sengaja) dikonsumsi oleh paus dan membuatnya pencernaannya terganggu.

Dari dalam perut paus itu, ditemukan macam-macam sampah plastik akibat pencemaran air laut.
"Saya pikir ikan paus ini telah kesakitan dan merasa tak nyaman. Ini yang membuatnya bertindak aneh dan sering terdampar," tambah Terje.

Ada sekitar lima triliun potongan plasttik di lautan dunia saat ini. Dengan sekitar 100 juta kantong plastik yang digunakan di Eropa saja tiap tahunnya, setidaknya delapan juta dari sampah itu akan berakhir sebagai sampah lautan.

Sebuah laporan tahun lalu bahkan menyatakan bahwa pada tahun 2050, akan ada lebih banyak plastik di laut daripada ikan. Apa tindakan yang telah kita lakukan untuk menyelamatkan bumi?

Baca Juga :
  1. Miris, Inilah Kondisi Kebun Binatang di Gaza Yang Membuat Pengunjung Menangis!
  2. 4 Tips Ini Agar Kulit Wajah Kamu Agar Terjaga Dari Polusi Udara!
  3. Ngeri, Cacing Pita Sepanjang 2 Meter Berhasil Dikeluarkan Dari Mulut Pria Ini
  4. Jangan Buang Kulit Jeruk! Karena Mempunyai Banyak Manfaat Lho!
  5. Uniknya Tradisi Pasar Jodoh Yang Ada di Seluruh Dunia

(Ref: sandk, catatansandk.com, citizen6.liputan6.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.