Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Menghentikan Tradisi Tiup Lilin

Setiap ulang tahun pastinya kita akan melakukan tradisi tiup lilin seusai dinyanyikan, dan itu menjadi momen tersendiri buat kita yang merayakan. Namun apa kalian tahu bahwa meniup lilin saat ulang tahun maupun acara yang lainnya adalah tindakan paling jorok, mungkin anda sekalian tidak akan melakukannya setelah membaca artikel ini. Pasalnya, sebuah studi baru saja mengungkapkan betapa joroknya tindakan tersebut.

Dipublikasikan dalam Journal of Food Research, para peneliti dari Clemson University di Carolina Selatan, AS, menemukan bahwa meniup lilin meningkatkan jumlah bakteri pada kue sebanyak 1.400 persen.

Ilustrasi Tiup Lilin
Untuk menguji tingkat kejorokan meniup lilin, para peneliti membuat kue palsu berupa styrofoam yang dilapisi oleh alumunium foil. Para peneliti kemudian membungkus kue dengan frosting dan meletakkan lilin di atasnya.

Para partisipan juga diminta untuk mencium dan memakan sepotong pizza panas yang biasanya dihidangkan di acara ulang tahun untuk menstimulasi produksi air liur sebelum meniup lilin.

Setelah itu, para peneliti mengumpulkan sampel dari alumunium foil dan mengulangi eksperimen ini tiga kali.

Secara rata-rata, meniup lilin ternyata melipatgandakan jumlah bakteri pada frosting menjadi 15 kali lipat jumlah awal. Salah satu partisipan bahkan meningkatkannya menjadi 120 kali lipat.

“Beberapa orang meniup kue dan tidak menularkan bakteri apa pun. Di sisi lain, ada satu atau dua orang yang tidak tahu mengapa menularkan banyak sekali bakteri,” ujar Professor Paul Dawson, pemimpin penelitian, kepada Atlantic 27 Juli 2017.

Namun, Anda tidak perlu paranoid duluan. Pasalnya, bakteri adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Walaupun para peneliti juga menemukan beberapa kuman yang bisa membahayakan kesehatan seperti Streptococcus pneumonia dan Staphylococcus aureus, tetapi jumlahnya tidak cukup banyak untuk dikhawatirkan.

Dawson berkata bahwa meniup lilin bukanlah masalah kesehatan serius. “Sebenarnya, kalau pun Anda melakukan ini 100.000 kali, kemungkinan untuk jatuh sakit sangatlah kecil,” ujarnya.

(Ref: ikhsan, wowuniknya.net, kompas, Journal of Food Research,, berbagai sumber)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.