Inilah Penjelasan Mengapa Perempuan Butuh Tidur Lebih Banyak Dibandingakan Pria ?

Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar di mana persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun atau hilang, dan dapat dibangunkan kembali dengan indera atau rangsangan yang cukup. Tujuan seseorang tidur tidak jelas diketahui, namun diyakini tidur diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental emosional, fisiologi, dan kesehatan.

Tapi apakah kalian tahu bahwa perempuan membutuhkan waktu tidur yang lebih lama ketimbang pada seorang pria ?

Ilustrasi Perempuan Tidur
Dilansir Deutsche Welle , Perempuan cenderung membutuhkan lebih banyak tidur daripada pria karena "kompleks"-nya kerja otak, demikian menurut penelitian.

Otak bekerja lebih keras
Para ilmuwan menemukan bahwa perempuan membutuhkan sekitar 20 menit lebih banyak tidur dibandingkan pria. Penyebabnya: otak perempuan bekerja lebih keras di siang hari. Penelitian dilakukan pada sekelompok sampel 210 pria dan wanita setengah baya.

Memulihkan otak
"Salah satu fungsi utama tidur adalah membiarkan otak pulih dan memperbaiki dirinya sendiri," demikian papar penulis studi Jim Horne, seorang pakar yang sebelumnya direktur Pusat Penelitian Tidur di Universitas Loughborough. "Saat tidur nyenyak, korteks - bagian otak bertanggung jawab atas memori pikiran, bahasa dan sebagainya.

Semakin keras kerja otak, butuh tidur lebih
Prof Horn mengatakan kebutuhan tidur itu disebabkan kompleksitas dan intensitas aktivitas otak di siang hari: "Semakin banyak otak Anda yang Anda gunakan di siang hari, semakin banyak yang perlu dipulihkan dan akibatnya, semakin banyak tidur yang Anda butuhkan.

Sekitar 20 menit lebih lama, bisa kurang, bisa lebih
"Wanita cenderung multi tugas - mereka banyak melakukan sekaligus dan fleksibel - dan karena itu mereka menggunakan lebih banyak otak daripada pria. Karena itu, kebutuhan tidur mereka lebih besar. "Rata-rata 20 menit lebih, tapi beberapa perempuan mungkin memerlukan sedikit lebih banyak atau lebih sedikit dari perkiraan ini."

Bisa juga pada pria
Namun, perlu dicatat, pria yang memiliki pekerjaan kompleks yang melibatkan banyak "pengambilan keputusan dan pemikiran lateral" juga cenderung membutuhkan lebih banyak tidur daripada rata-rata pria.

Efek psikologis
Studi tersebut juga menemukan bahwa kualitas tidur buruk yang dialami di antara perempuan berkaitan dengan sejumlah efek samping. Meningkatnya tingkat tekanan psikologis dan perasaan permusuhan, depresi, dan kemarahan yang lebih besar semuanya ditemukan kebanyakan pada perempuan yang tidurnya kurang nyenyak, bukan pada pria.

(Ref: ikhsan, wowuniknya.net, Deutsche Welle independent/brighside, berbagai sumber)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.