Mengenal Halimah Yacob Presiden Perempuan Pertama Singapura

Halimah Yacob adalah wanita pertama yang menduduki posisi ini dalam sejarah Republik Singapura. Ia adalah orang ketiga yang menjadi Ketua Parlemen dari ras minoritas secara berturut-turut, setelah Abdullah Tarmugi dan Michael Palmer.

Juru bicara parlemen, Halimah Yacob dinyatakan satu-satunya kandidat yang layak duduki posisi presiden oleh komisi pemilihan. Dengan demikian ia menjadi presiden perempuan pertama Singapura. Siapa sosok Halimah Yacob?

Warga etnis Melayu

Halimah binti Yacob
Halimah binti Yacob lahir 23 Agustus 1954. Ayahnya keturunan India, dan ibunya dari etnis Melayu. Halimah menempuh pendidikan di Singapura, sampai mendapat gelar di bidang hukum dari National University of Singapore. sebelum terjun ke dunia politik ia bekerja di bidang hukum pada National Trades Union Congress.

Berkarir di bidang politik

Halimah binti Yacob
Halimah mulai berkarir di bidang politik tahun 2001, ketika ia dipilih sebagai anggota parlemen oleh Jurong Group Representation Constituency (GRC). Setelah itu ia pernah menjadi menteri negara pada Departemen Pembangunan Komunitas, Remaja dan Olah Raga, juga pada Departemen Pembangunan Sosial dan Keluarga. Foto diambil setelah ia dinyatakan sebagai calon satu-satunya yang layak dipilih.

Jadi juru bicara parlemen

Halimah binti Yacob
2013, PM Singapura Lee Hsien Loong menominasikan Halimah untuk menjadi juru bicara parlemen setelah Michael Palmer mengundurkan diri akibat skandal serong. 14 Januari 2013 ia resmi jadi juru bicara parlemen, dan jadi perempuan pertama yang menduduki posisi ini dalam sejarah Singapura. Foto: Halimah berbicara di depan pers setelah dinyatakan sebagai calon presiden satu-satunya, 11 September 2017.

Menentang Islam radikal

Halimah binti Yacob
Selama memangku berbagai jabatan, Halimah telah menyatakan secara aktif bahwa ia menentang Islam radikal. Selain itu ia dengan jelas dan resmi mengecam organisasi teror yang menamakan diri Islamic State. Foto: Halimah Yacob saat memeriksa pasukan ketika tiba di Phnom Penh untuk kunjungan resmi tahun 2015.

Mewakili etnis minoritas

Halimah binti Yacob
Pemilihan presiden Singapura 2017 dibatasi hanya untuk warga minoritas Melayu, berdasarkan UU yang diresmikan November 2016. Ketetapan baru memungkinkan pemilihan dibatasi hanya untuk etnis tertentu, yang anggotanya belum pernah memangku jabatan untuk lima masa jabatan berturut-turut. Foto: Halimah berjabat tangan dengan Presiden Kamboja Heng Samrin.

(Ref: ikhsan, wowuniknya.net, Deutsche Welle, berbagai sumber)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.