Banyak Orang Yang Tak Tahu, Ternyata Kentut Sapi Mempunyai Peran Dalam Pemanasan Global

Pernah tidak sedang asik-asik mengobrol dengan teman namun salah satu dari teman kita sembarangan kentut, terasa risih bukan ! Tapi tahukan kalian bahwa kentut sapi adalah penyebab pemanasan global yang mungkin dari sebagian kita tidak mengetahuinya !

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa kentut dan kotoran hewan berkontribusi pada pemanasan global.

Sekelompok Sapi Peternakan

Namun temuan dari penelitian terbaru menunjukkan bahwa para peneliti mungkin telah meremehkan dampak emisi metana dari ternak terhadap perubahan iklim.

Mengutip dari Tech Times, Kamis, 12 Oktober 2017, metana yang merupakan komponen utama kentut adalah produk alami dari pencernaan yang dihasilkan saat mikroba di usus hewan terpecah dan memfermentasi makanan.

Metana adalah gas yang diketahui berkontribusi terhadap efek rumah kaca yang menjebak panas di atmosfer bumi dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Sementara karbon dioksida sering disalahkan untuk pemanasan global, padahal metana sebenarnya 85 kali lebih banyak berperan dalam memerangkap panas di udara.

Sumber metana bervariasi, beberapa berasal dari sumber alam seperti rawa dan lahan basah lainnya. Namun sebagian besar emisi metana berasal dari aktivitas manusia yang mencakup operasi ternak.

"Kami memperbarui informasi untuk ternak dan babi menurut wilayah, berdasarkan perubahan terbaru yang dilaporkan dalam tubuh hewan, kualitas pakan dan kuantitas, produktivitas susu, dan pengelolaan hewan dan pupuk kandang," demikian para peneliti menulis dalam penelitian tersebut.

"Kami kemudian menggunakan informasi terbaru ini untuk menghitung faktor emisi metana ternak baru untuk fermentasi enterik pada sapi, dan untuk pengelolaan pupuk pada sapi dan babi," lanjut para peneliti.

Periset penelitian membuat perhitungan baru tentang bagaimana emisi metana dari hewan berkontribusi terhadap pemanasan global.

Dengan mempertimbangkan perubahan cara manusia menggunakan dan memelihara ternak, mereka menemukan bahwa perkiraan sebelumnya yang menjadi dasar Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim 2006 turun 11 persen.

Ahli fisiologi tanaman USDA, Julie Wolf dan rekannya mengevaluasi ulang data yang digunakan untuk menghitung perkiraan emisi metana IPCC 2006.

Perkiraan ini didasarkan pada tingkat kenaikan emisi metana yang relatif rendah dari tahun 2000 sampai 2006. Namun keadaannya berubah secara dramatis setelah periode tersebut karena emisi metana meningkat 10 kali lipat selama dekade berikutnya.

"Di banyak daerah, jumlah hewan ternak berubah dan berkembang biak telah menghasilkan jumlah hewan yang lebih besar dengan asupan makanan yang lebih tinggi," kata Wolf.

"Seiring dengan perubahan pengelolaan ternak, hal tersebut dapat menyebabkan emisi metana yang lebih tinggi," tambahnya.

Studi yang telah dipublikasikan di Journal Carbon Balance and Management, juga menunjukkan bahwa metana bertanggung jawab atas sekitar 16 persen emisi gas rumah kaca global pada tahun 2006.

Selain ternak, kegiatan manusia lainnya seperti produksi dan pengangkutan minyak, batubara dan gas, serta pembusukan sampah organik juga berkontribusi terhadap emisi metana.

(Ref: ikhsan, wowuniknya.net, sooperboy, Tech Times, berbagai sumber)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.