Entrepreneur PT 14 : Rangkuman Entrepreneurship 1/14

Baca juga:

OLEH STMIK RAHARJA
Dosen : Darwin Purba, S.Kom, MM, DR(C)

MOTTO ORANG KREATIF : 

Tidak ada yang tidak mungkin dalam usaha penciptaan teknologi baru dan terbarukan, karena masih sangat banyak yang belum diciptakan dan dikembangkan yang menjadikan sesuatu yang  tidak mungkin dapat menjadi mungkin demi  kesejahteraan dan kemakmuran  seluruh umat manusia dan keindahan alam.

If you really want it, you’ll find a way If you don’t, you’ll find an excuse!
Jim Rohn

“If I had asked people what they wanted, they would have said faster horses.”
Henry Ford


PENTING : Mulai memikirkan bisnis sendiri sebagai suatu bisnis yang mandiri, dapat berdiri sendiri dan mulai mengambil keputusan untuk mulai visi menuju : “SAYA  INGIN MENJADI KONGLOMERAT atau PENEMU atau PENGGAGAS, adan TO BE THE NUMBER ONE”.


SAYA SERING DITANYA ?

  1. Kalau saya tammat kuliah saya jadi apa?
  2. Bisakah saya jadi konglomerat?
  3. Banyak orang bilang kuliah hanya menghabiskan waktu dan uang dan ujung-ujungnya jadi karyawan di suatu perusahaan yang mungkin pemiliknya tidak lulus dari perguruan tinggi?



Pilihan Karir


SIAPAKAH ORANG KAYA ITU ?

Di Amerika  99 % orang kaya berasal  dari 4 kategori:
  1. 74 %  adalah Wirausahawan (entrepreneur + teknopreneurship)
  2. 10 %  adalah Execitive senior
  3. 10 % adalah Dokter, Pengacara,Artis, Dosen & Profesional 5 % adalah Salesman dan konsultan penjualan dll
  4.  1 % adalah Warisan, Olah Ragawan dan lain-lain
KONSEP PROSES PRODUKSI

Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).

Produk adalah barang atau barang yang bersumber dari gagasan bahwa konsumen akan menyukai produk  atau jasa dengan menawarkan mutu terbaik, kinerja terbaik dan sifat terbaik. Oleh karena itu organisasi harus melakukan perbaikan produk terus menerus. Dalam kenyataannya, seringkali konsumen tidak selalu menginginkan produk yang baik saja tetapi lebih melihat pada manfaat.
Contoh, perusahaan kereta api pernah berpikir bahwa pelanggan lebih 
menginginkan kereta daripada alat transportasi dan tidak melihat tantangan yang berkembang dari perusahaan penerbangan, bis, truk dan mobil.

Apa yang Mau di Produksi dan Dijual/Pasarkan?
  1. Pemampaatan  Kebutuhan  Air (Water)
  2. Pemamfaatan Kebutuhan Udara Bersih (Oxygen)
  3. Pemamfaatan Cahaya (Sun Light)
  4. Pemampaatan Kekayaan Bumi  (Earth)
  5. Pemamfaatan Energi (Energy)
  6. Pemamfaatan Kebutuhan Tubuh Sehat (Health )
  7. Pemamfaatan Pertanian (Agriculture)
  8. Pemamfaatan Keaneka Ragaman  Hayati (Biodiversity)
  9. Pemamfaatan Teknologi (Technology)
  10. Pemamfaatan Kebutuhan Pangan (Food)
  11. Pemamfaatan Fasilitas Kuliah (School)
  12. Pemamfaatan Kebutuhan akan Obat (Medichine)
  13. Dan Lain-lain 
Motivasi Berwirausaha
  1. Laba/Untung
  2. Kebebasan, Berispirasi baik waktu dan pengelolaan uang dan keuntungan
  3. Impian personal Ingin Menjadi Konglomerat
  4. Kemandirian, Tidak Tergantung Akibat Bekerja di Perusahaan Lain
  5. Kebutuhan Pemerintah dalam Upaya Ketersediaan Lapangan Kerja
  6. Tugas Perguruan Tinggi Untuk Memunculkan Jiwa Technoprenership
Technopreneurship is the Result of uniting “Technology” with “Entrepreneurship”
This is not just the effect of technology on businesses but rather the process where progression in the lives of the people happens. 

It is the process of using the developments brought about by specialized knowledge to come up with innovations in all the aspects of human life with the aid of a creative and skillful mind. 

Birth of this field provides every entrepreneur a challenge of exploring an untraveled path towards greater success.

Technoprenership = Teknowirausaha
Menguasai , menekuni dan Memanfaatkan ipteks  & ICT untuk  berwirausaha

Dengan tujuan agar lebih : efektif,  efisien, bernilai tambah, berdaya saing, Berguna bagi semua orang, Laku dijual, dan menguntungkan.
  1. Output: memahami, menguasai, Iptek relevan
  2. Outcomes: trampil menggunakan, 
  3. Impact: memanfaatkan untuk berwirausaha
Technopreneurship can be defined as..
  1. Integration of Technology, Innovation and Entrepreneurship.
  2. Act of turning “something” into a resource of high value by converting good ideas into business ventures that relies heavily on the application of human knowledge for practical  purposes. 
  3. Entrepreneurship in the field of technology.
  4. Firms in which technology plays a critical role in their operations.
  5. Process of engineering the future of an individual, an organization or a nation.
  6. Application of the newest inventions and advancements in coming out with new and innovative products through the process of dissemination.
  7. Manufacturing of hi-tech products or making use of hi technology to deliver product to consumers.
  8. Exhaustive use of  and Exploitation of technology in making profit.
Technopreneurship can be defined as..
  1. ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree)
  2. SMART (Specific, Measureable, Motivated, Achieve,  Realistic, Tangible, Time phased)
  3. Setiap materi  sub  topik dari mata kuliah, pasti dapat di teknoprenersip-kan 
  4. Beaya kuliah, harus mempunyai return, revenue, keuntungan yang jelas 
  5. Pendidik= motivator, provokator, inisiator, inspirator, & pemberi solusi 
7 Habits Emotional Intelligence

Kemenangan pribadi atau kemandirian
Tiga kebiasaan yang pertama mengarahkan pembaca dari ketergantungan menuju kemandirian (kemenangan pribadi):

Kebiasaan 1: Jadilah Proaktif
Ringkasan: Mengambil inisiatif dalam kehidupan dengan menyadari bahwa keputusan Anda (dan bagaimana mereka terkait dengan prinsip-prinsip kehidupan) adalah faktor determinasi primer untuk efektifitas dalam kehidupan Anda. Mengambil tanggung jawab terhadap pilihan yang Anda buat dan konsekuensi berikutnya yang mengikuti. Covey mengartikan tanggung jawab (resposibility) sebagai response - ability atau kemampuan untuk melakukan respon atas stimulus yang dihadapi.

Kebiasaan 2: Mulailah dari Akhir dalam Pikiran – Dari Mimpi
Ringkasan: Temukan diri sendiri dan klarifikasi nilai-nilai karakter dan tujuan hidup Anda yang sangat penting. Gambarkan/bayangkan karakteristik ideal untuk setiap peran yang berbeda dan hubungan dalam hidup Anda.

Kebiasaan 3: Dahulukan yang Utama 
Ringkasan: Rencanakan, prioritaskan, eksekusi tugas-tugas mingguan Anda berdasarkan skala kepentingannya lebih dahulu dibandingkan skala urgensinya. Evaluasi apakah usaha yang sudah anda lakukan sudah sesuai dengan nilai karakter yang Anda inginkan, mendorong Anda semakin dekat pada sasaran, dan memperkaya peranan dan hubungan yang diuraikan dalam kebiasaan 2.
berkelanjutan, jangka panjang, dan efektif.

Kemenangan publik atau Interdependensi
Tiga kebiasaan berikutnya adalah apa yang harus dilakukan untuk menuju kemenangan publik atau interdependensi (misalnya bekerja dengan orang lain):

Kebiasaan 4: Berpikir Menang-Menang
Ringkasan: Benar-benar berusaha untuk mencapai solusi atau perjanjian saling menguntungkan dalam hubungan Anda. Nilai dan hormati orang lain dengan memahami bahwa "kemenangan" untuk semua orang adalah suatu resolusi jangka panjang yang lebih baik daripada jika hanya satu orang saja yang telah mendapatkan keinginannya.

Kebiasaan 5: Berusahalah untuk mengerti orang lain dahulu, baru kemudian dimengerti
Ringkasan: Pakailah cara mendengarkan dengan empati agar dapat benar-benar dipengaruhi orang lain, yang akan mendorong mereka untuk balas mendengarkan Anda dan berpikiran terbuka untuk dapat Anda pengaruhi. Ini menciptakan suasana kepedulian, menghormati, dan pemecahan masalah secara positif.

Kebiasaan 6: Sinergi
Ringkasan: Menggabungkan kekuatan dari beberapa orang melalui kerjasama tim yang positif, sehingga untuk mencapai tujuan tidak ada satu orangpun yang bisa melakukannya sendiri. Mendapatkan performa terbaik dari sekelompok orang dengan mendorong kontribusi yang berarti, dan pemodelan kepemimpinan inspirasional dan mendukung.

Pembaharuan diri
Kebiasaan terakhir berkaitan dengan peremajaan-diri:

Kebiasaan 7: Asahlah gergaji
Ringkasan: Seimbangkan dan perpaharui sumber daya, energi, dan kesehatan Anda untuk menciptakan gaya hidup yang berkelanjutan, jangka panjang, dan efektif. Covey menjelaskan model "Spiral ke atas" dalam bagian mengasah gergaji. terdiri dari tiga bagian: belajar, komitmen, melakukan. 

9 Langkah 
  1. DREAM/MIMPI : Angan-angan - Imagine
  2. WRITE/CATAT : Tuangkan dalam Agenda - Words
  3. PRAY/DOA : Minta kekuatan dari-TUHAN YANG MAHA KUASA
  4. PLAN : dimulai YANG TERMUDAH dan menggunakan Tabel Perencanaanseperti Exel dan lain-lain.
  5. ORGANIZE : Libatkan orang-orang yang dibutuhkan dan terbatas
  6. ACT : Lakukan Pengerjaan LANGKAH PERTAMA
  7. NETWORKING : Jaringan bisnis
  8. CONTROLLING : Pengawasan terus menerus atas    pertumbuhan
  9. EMPHASIZING  : Perkembangan Berkelanjutan
BERTANGGUNG JAWAB !!!!! YAKIN !!!!
“Iman adalah dasr dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak terlihat”

Bermula dari Bangku Kuliah 
  1. Albert Einstain (Theory Relativitas) 
  2. Bill Gates (Microsoft Foundation) 
  3. Steve Shi Chen (Taiwan), Jawed Karim (Jerman), Chad Harley (AS) pendiri  Youtube dan pada tahun 2006 diakusisi oleh Google seharga 1,65 Milyard US$
  4. Jerry Young and David Fillo penemu Yahoo Groups (messenger, mail, MSN  Lycos, Excite) dan pada 2 Maret 1995 menjadi Perseroan Terbata s (PT) 
  5. Lerry Page dan Sergey Brin pembuat awal Google Corp. yang terkenal dengan mesin pencari (engine search) 7 September 1998
  6. Mark Zukerberg  dari Harvard University pendiri Facebook 28 Oktober 2003
  7. Jack Dorsey pendiri Twitter sebagai microblog 2006 
  8. Sabeer Batia dan Jack Smith pendiri Hotmail 1996 
Bermula dari  Masa Kecil Yang Susah 
  • John Paul DeJoria, co-founder of John Paul Mitchell Systems and Patrón tequila: "Growing up, we didn't have much money, so I worked from a very young age building flower boxes for 25 cents, and sold them for 50 cents. "At 11 years old, I had a morning paper delivery route with the LA Examiner and I made $33 per month. I gave the money to my mother so we could live a better life. Having a job was an honor."
  • Alexa von Tobel, founder and CEO of LearnVest.com, author of Financially Fearless: "For my first job, I worked in a doctor's office doing everything from filing to tidying up the space. Both of my parents worked in medicine, so I loved it. I also made about $10 an hour, which I contributed to my future savings account."
BEFORE ……..                AFTER ……….
  • Adam Nash, president and CEO of Wealthfront: "The first paid job I had was an internship at Expert Edge Software. I made $4.25 an hour -- minimum wage at the time. "This actually turned out to be a fantastic personal finance experience for me. I will never forget going to lunch at Buenobueno Burrito in Mountain View my first day of my internship at Expert Edge Software and realizing that at $8, after tax, I worked all morning to just buy lunch. From that moment on, I made it a priority to be really thoughtful about how and when I spent my money, prioritizing spending less than I made."
  • Steve Siebold, self-made millionaire, author of How Rich People Think: "The very first job I had was selling Christmas cards door to door starting at age 9. The cards were expensive but I made a small profit every season."
  • Jennie Enterprise, founder of Manhattan's CORE: club:"When I was 13, I borrowed $100 to start a tennis camp for kids on Shelter Island. It was my first experience with entrepreneurship. "I negotiated for pre-booked court time at an under-utilized resort and bought used tennis balls and a tennis 'ball hopper.' At 13, I wasn't conscious of marketing or branding. It was all about passion, vision, and the freedom to create and invent something new -- and I was addicted. After 90 days I made $10,000, and I've been a serial entrepreneur ever since."
  • M. Arie Kurniawan, Design Engeener Juara Pertama 3D : “Awal pertama  hanya tamat SMK bekerja di PT Pos Indonesia dengan gaji hanya Rp. 700.000/bulan namun memiliki kemampuan design graphis  dan berjiwa tekun mampu  menjadi juara pertama mengalahkan 700 peserta design graphis 3D kelas dunia  dari 56 negara  dengan thema design engineering  tentang jet engine bracket yang diselenggarakan General Electric di USA  11 Desember 2013. Saat ini  jadi mahasiswa dan ordernya melimpah bagai Bill Gates from Indonesia "
PERTIMBANGAN YANG PERLU DIPERHATIKAN MASUK MEA 2015

Penolakan : Ada kekhawatiran apabila Indonesia tidak benar-benar mempersiapkan diri dalam arus global tersebut, maka dampaknya justru Indonesia hanya siap menjadi pasar yang cukup menggiurkan, ditambah lagi sikap konsumtif masyarakat Indonesia melampaui negara-negara Asean lainnya. Dan risiko terbesarnya adalah jika produk-produk dalam negeri ikut tergilas oleh produk asing. Faktanya saat inipun sudah banyak produk impor yang telah menguasai pasar Indonesia, khususnya produk dari China, Australia, Malaysia, Singapura dan negara-negara lain yang lebih dahulu dapat memasukkan produk-produk mereka di pasar domestik.

Padahal secara dejure, kebijakan AFTA baru akan berjalan di tahun 2015, namun justru produk di luar ASEAN sudah membanjiri pasar lokal. Namun sayangnya sampai saat ini, masih sangat sedikit produk Indonesia yang sudah menjelajahi pasar ASEAN maupun dunia.
Pesimis : Meskipun ada yang menanggapi rencana AFTA 2015 dengan sikap yang dingin, di antara pengusaha-pengusaha tersebut ada pula yang selalu optimis karena mereka beranggapan ketika Indonesia mampu mengikuti arus perdagangan bebas Asean tersebut, maka menjadi bekal yang baik apabila di tahun 2025 Indonesia harus pula mengikuti arus perdagangan dunia (world free trading). Tentu saja jika pengusaha Indonesia memiliki komitmen besar ingin mengembangkan usahanya dan agar tembus ke pasar ASEAN. Bahkan boleh jadi para pengusaha tersebut justru ingin melebarkan sayapnya di beberapa negara ASEAN.

Kurangnya Informasi : Meskipun sudah dibahas dan menjadi agenda penting bagi negara-negara tersebut, sampai saat ini sepertinya masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menyadari dampak positif dan negatif dari AFTA 2015. Boleh jadi karena ketidak jelasan informasi yang berkembang terkait kebijakan ini. Maklum saja, karena perkembangan teknologi yang cukup pesat belum dapat diimbangi kemajuan masyarakat dalam menggali informasi.

Akan tetapi, dari sekian manfaat AFTA bagi pengusaha dan produk Indonesia, tentu saja tantangan terberatnya adalah pengusaha Indonesia harus mampu bersaing secara ketat dari segi kualitas, kemampuan memenuhi target permintaan baik dari segi ketepatan waktu maupun standar produksi, dan tentu saja harga produk semestinya tetap bersaing sesuai dengan nilai yang pantas atas kualitas yang dimiliki.

Resiko terberat dari AFTA 2015 adalah apabila negara, dalam hal ini pemangku kebijakan perdagangan tidak dapat memenuhi target kebijakan tersebut, termasuk target kerjasama negara Asean, maka secara otomatis Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk dapat meningkatkan produktifitas dan daya saing perusahaan dalam negeri. Sehingga dimungkinkan justru perusahaan asing dan produknya malah membanjiri pasar domestik dan perusahaan domestik tak mampu bersaing di negara-negara Asean lainnya.

Jika produk dalam negeri tidak dapat bersaing dengan produk luar negeri, maka alamat akan ada banyak perusahaan yang harus gulung tikar dan pengangguran merajalela karena kalah bersaing dengan perusaan asing negara-negara Asean dan tentu saja produk import. Hal tersebut terjadi karena selain produk negara ASEAN boleh jadi lebih baik, juga karena pembebasan biaya import bagi Indonesia sehingga secara otomatis harga produk yang dijual menjadi lebih murah.

Secara teori, adanya program ASEAN Free Trade Area (AFTA) di tahun 2015 akan memberikan dampak yang baik bagi pengusaha dan produk dalam negeri. Karena dengan adanya wilayah perdagangan bebas ASEAN tersebut pengusaha nasional, dalam hal ini pengusaha yang memiliki manajemen bisnis, produk dan modal yang baik, tentu akan lebih siap dibandingkan dengan pengusaha kecil dan menengah yang saat ini masih dalam tahap rintisan. Atau pengusaha yang memang manajemen usahanya tidak sebaik pengusaha besar. Karena memang saat ini kesiapan SDM dari para pengusaha sendiri masih tergolong rendah dibandingkan pengusaha-pengusaha asing. Dalam hal ini kelemahannya terkait kemampuan manajerial, bahasa inggris yang lemah dan tidak dilengkapi dengan dasar-dasar manajemen usaha yang baik. Sehingga dengan sebegitu baiknya perusahaan asing dalam memasarkan produk dan manajemen usaha yang cukup mumpuni, secara tidak langsung akan mematikan perusahaan domestik skala menengah ke bawah.
Selain kondisi riil para pelaku usaha dalam negeri yang masuk kategori menengah ke bawah, tentu saja dengan adanya AFTA akan merangsang para pengusaha untuk meningkatkan kemampuan manajemen perusahaannya. Sehingga diharapakan dengan kemampuan yang memadai dalam mengembangkan bisnis, maka secara otomatis mereka akan lebih siap dalam persaingan produksi dan kualitas pemasarannya.

Ada sisi manfaat dari adanyaAFTA  tersebut adalah semakin banyak produk-produk dalam negeri yang dapat dijual bebas tanpa biaya ekspor, selayaknya berjualan di negeri sendiri. Sehingga peluang untuk memajukan nilai penjualan produknya semakin besar. Bahkan jika produksi dalam negeri lebih murah dan memiliki kualitas yang bersaing dengan produk negara lain, maka secara otomatis ada banyak permintaan pesanan. Jika permintaan pesanan semakin meningkat maka secara otomatis semakin meningkatkan jumlah karyawan atau pekerja dan pendapatan pemerintah.

PROSES AWAL (GONG) DITETAPKANNYA SECARA BERSAMA  MEA 2015
  1. Terjadi kekacauan dan pelanggaran-pelanggaran atas pemahaman kesepakatan MEA 2015 pada AFTA 2015.
  2. Bangsa Indonesia terutama super market akan dibanjiri produk-produk murah dari seluruh negara-negara Asean terutama Food & drink, Garmen, Fhasion, Mainanan Anak-anak (Toys), Tenaga Kerja hiburan dan pelayan restoran, Kepemilikan Lahan Pertanian dan Perikanan dll. Mereka memamfaatkan pasar Indonesia yang 255 Juta Jiwa dan Luas Wilayah Daratan dan Lautan yang Melimpah Kekayaan yang terkandung didalamnya berupa investasi langsung oleh pengusaha-pengusaha negara-negar Asean berupa Foreign Direct Investment (FDI).
  3. Terjadi proses persaingan yang sangat ketat (tight competition) terutama di sektor-sertor industri menegah dan kecil  sesuai proses demand dan supplay. 
  4. Banyak pengusaha industri-industri kelas menengah dan kecil gulung tikar beralih jadi karyawan/buruh tani atau beralih profesi yang lain.  Theory : Yang kuat mengalahkan yang lemah atau disebut juga evolusi terjadi akibat seleksi alam.
  5. Beberapa Negara Asean dapat mengalami kebangkrutan bahkan kekacauan dalam negerinya karena hal yang sama terjadi pada Eropa saat menyamakan mata uang bersama euro dan dampaknya Cyprus melakukan Billout Bank Negaranya, Yunani dan Spanyol mengalami krisis keuangan dan Ukrania disintegrasi  dari sumber sejarahnya adalah mengalami kebangrutan ekonomi masuk pasar bebas eropa.
  6. Stabilitas ekonomi Asean jangka panjang sebagai bentuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) seutuhnya.
PERTIMBANGAN YANG PERLU DIPERHATIKAN MASUK MEA 2015 SEDINI MUNGKIN

CARA MENGATASI dengan  Theory : Be the leader, Pioneer, Strive for Excellence
Perlu Adanya Serentak Kesadaran Bersama Dalam Perubahan Mindset atau cara berpikir kita dari Berpikir Lokal Indonesia Menjadi ASEAN. 

Kreatifitas :Yaitu Membuat Bukan Untuk Indonesia Tapi Untuk Masyarakat Asean 
Sosial Network : Berteman Bukan Hanya Untuk Indonesia Tapi Untuk Masyarakat Asean 
Gali sebanyaknya-banyaknya topology rakyat ASEAN (Budaya, Jumlah penduduk, Tingkat ketermapilan, Makanan, tingkat penggangguran, income perkapita, dsitribusi dll
Bahasa (languange) ; Bahasa bukan hanya untuk berteman dengan seluruh bangsa Indonesia tapi siap dan mampu untuk Masyarakat Asean
Budaya ; Siap dan Mampu Bersatu Dengan Masyarakat Asean
Pengetahuan : Mengetahui topologi seluas-luasnya seluruh negara-negara Asean dan Keunikan spesifik Masyarakat Asean.
Pendidikan : Memberikan pengetahuan selaus-luasnya tentang kebutuhan dan Karakteristik Kearifan Lokal Masyarakat Asean.
Pemerintah : Mendorong pemabangunan infrastruktur masuk Masyarakat Ekonomi Asean seluas-luasnya. Jangan kekawatiran yang dimunculkan tapi kesempatan.
Lembaga Penelitian ; Melakukan kerjasama penelitian dan pertukaran ahli sesama Masyarakat Asean
Mahasiswa : Melakukan peningkatan kemampuan dan keahlian serta sosialisasi Masyarakat Asean Selaus-luasnya baik Keuntungan maupun kerugian bangsa Indonesia bila memenangkan persaingan atau kalah bersaing dengan tenaga kerja Asean lainnya

KELEMAHAN INDONESIA MASUK  MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015
KRITIK 
  1. Kurang Pahamnya Seluruh Rakyat Indonesia Makna Masuk Masyarakat  Ekonomi Asean (MEA) 2015
  2. Kurang Mampunya Mahasiswa dan Generasi Muda Tentang Topologi ASEAN
  3. Kretifitas Ekport Hanya Mengandalkan  Sektor Kayu Olahan dan  Kerajinan Tangan dan BUTUH MAHASISWA KREATIF MEMUNCULKAN PRODUK  BARU PASAR ASEAN 
  4. Kurikulum Pendidikan Yang Mengarah Kepada Satu ASEAN Masih Kurang sedang MEA sudah didepan mata kita.
  5. Kurangnya Penguasaan  Akan Bahasa Lokal negara-negara ASEAN dan Budaya ASEAN
  6. Jaringan Komunikasi  (Social Network dan Bisnis) yang Terbangun Sejak  Dini ataupun kalau ada Masih Sangat Minim.
  7. Kurangnya  atau Hampir tidak adanya Mahasiswa Kreatif yang dapat menciptakan pasar ASEAN.
  8. Langkanya Penempatan Duta-duta Ekonomi Indonesia di Seluruh daerah  negara-negara ASEAN (hanya ada duta besr perlu ada duata ekonomi). Ini perlu perhatian pemerintah yang sangat serius.
  9. Kurangnya dorongan pemerintah atas swasta untuk membuka cabang didaerah-daerah negara-negara se Asean.
  10. Kurangnya informasi pemerintah tentang produk-produk yang dibutuhkan negra-negara Asean dan produk-produk Indonesia yang akan kemungkinan gulung tikar (intelijen ekonomi).
  11. Masih Maraknya tingakt Korupsi (agenda PBB tentang Combating Corruption)
  12. Radikalisme dan Terrorisme Yang Terkadang Masih Muncul
  13. Tingkat Inflasi yang Tidak Stabil dan  Lemahnya Swasembada Pangan RI
PERAN PENDIDIKAN DALAM MENDORONG INDUSTRI KREATIF PASAR MEA 
KRITIK ; 
Tidak adanya program anggaran Pemerintah dalam masuk MEA 2015

Realisasi penyerapan anggaran belanja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam periode tersebut juga mengalami penurunan, yaitu dari 96,1 persen terhadap pagunya dalam APBNP tahun 2008, menjadi 87,6 persen terhadap pagunya dalam APBNP tahun 2012. Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pencapaian misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu melalui:
  1. Program penelitian dan pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 
  2. Program pendidikan dasar. 
  3. Program pendidikan menengah. 
  4. Program pendidikan tinggi. 
  5. Program pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan dan penjamin mutu pendidikan, 
  6. Program pelestarian budaya. 
Catatan : 
Akan tetapi program pendidikan dalam memajukan dunia pendidikan menuju Masyarakat Ekonomi Asea (MEA) 2015 tidak ada sedang persaingan global didepan mata.

Kekawatiran kita terlena hanya dalam pengutan kurikulum untuk pasar Indonesia sedang negara-negara Asean lainnya sedang dan sudah mempelajari dengan sangat cermat pasara Indonesia.

Hal yang sama juga lemahnya Lembaga Pemerintah dalam Peningkatn Pendidikan dan Daya Saing seperti : 
  1. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
  2. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
  3. Badan Pusat Statistik (BPS)
  4. Badan Pusat Statistik (BPS)
  5. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BTNN)
  6. dll
Dalam menyajikan prasarana informasi yang selengkap-lengkapnya bagi mahasiswa dan pelaku pasar dan guna kesempatan dalam menghadapi Asean Feree Trade Area (AFTA) 2015.

Pada kondisi ini seyogiaya lembaga Pemerintah dalam Peningkatan Daya Saing dapat bekerja cepat untk dapat memberikan masukan seluas-luasnya keseluruh perguruan tinggi atas peluang dan kesempatan guna penguasaan IPTEK dan masuk pasar Asean yang seluas-luasnya.

Program kerjasama penelitian se Asean dan pertukaran pengajar dan Mahasiswa yang lebih gencar dilakukan bangsa Indonesia guna penguasaan seluruh kesempatan ekonomi Asean

Pemerintah harus dapat melakukan dan menyebarkan jenis-jenis industri yang 100% buatan luar dan menginformasikannya ke perguruan tinggi guna pendidikan dan penelitian. Hal ini penting guna terbangunnya kreatifitas bangsa Indonesia dalam melakukan pembuatan produk-produk sejenis yang mampu mengganti atau menambah produk yang sama demi kebutuhan domestic. Dorongan pemerintah yang kuat dan memberika kemudahan-kemudahan dalam pengembangan industri kreatif baik dalam permodalan, perijinan, kemudahan kepengurusan pengakuan intelektual produk (intellectual property rights), kemudahan pajak, branding, pemasran dan lain-lain guna membangkitkan industri dalam negeri yang lebih kuat serta untuk tujuan penguasaan pasar luar negeri yang lebih handal. 

Prasarana industri kreatif dikembangkan sejak SMK atau perguruan-perguruan tinggi melalui prasarana pendidikan dan pelatihan dunia usaha kreatif yang terpogram dan terencana baik dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) maupun dalam sokongan harapan devisa pemasukan negara atas terbangunnya industri kreatif yang menjamur di Indonesia sejak dibangku sekoah dan masa kuliah di perguruan tinggi. 

Dukunga pemerintah dalam hal ini Kementrian-kementrian dalam Penyediaan prasarana lomba atas industri kreatif  bekerjasama dengan himpuan baik kampus maupun nasional guna mendorong memajukan bakat-bakat generasi muda dalam melakukan penelitian dan pengembangan industri kreatif Indonesia yang dampaknya guna terciptanya lapangan kerja yang seluas-luasnya dan sekaligus memberikan pelatihan menyeluruh bagi bangsa Indonesia untuk masuk dalam era globalisasi ekonomi  ASEAN. 

STRATEGI KESIAPAN INDONESIA MASUK MEA 2015

Kreatif membuat hal baru  mengetahui lebih banyak dari negara-negara Asean lainnya
  1. Penguasaan IPTEK  melalui produk-produk sejenis yang ada di Indonesia dan di negara-negara Asean Lebih Kuat dan lebih akurat dibanding Negara-negara Asean Lainnya terutama teknologi canggih berupa IT Solution with multy language, Konstruksi, Kesehatan, pertambangan , pengawetan, pengepakan, ordeldil, dll
  2. Pengambil alihan pasar negara-negara maju yang selama ini menguasai Pasar negara-negara Asean. Degan membangun cabang di  kota - kota negara-negara Asean
  3. Melakukan kerjasama sesama negara-negara Asean dalam melakukan produk dan jasa dalam melakukan proteksi dan dapat menguasai pasar dunia
Proteksi Terhadap Serangan Dari Produk Luar
  1. Cepat melakukan pembuatan  produk sejenis yang sangat kreatif dari produk  aslinya dan usahakan kembali eksport
  2. Pakailah Produk-produk Indonesia
PELUANG INDUSTRI KREATIF INDONESIA MASUK PASAR MEA 

Saat ini terutama didaerah-daerah kota-kota besar bemunculan industri kretif yang spesifik atau yang betalian bahkan lebih luas lagi telah membentuk kelompok yag lebih besar dan peluang bisa cepat masuk pasara Asean Era MEA 2015 berupa :
  1. Industri kretif makanan dan minuman
  2. Industri kretif busana
  3. Industri kretif budaya
  4. Industri kretif promosi dan media sosial
  5. Industri kretif produksi
  6. Industri kretif kerajinan tangan
  7. Industri kretif atomotive
  8. Industri kretif konstruksi
  9. Industri kretif kesehatan
  10. INDUSTRI KREATIF INFORMASI, KOMUNIKASI TEKNOLOGI
Menurut Howkins, ekonomi creative terdiri dri perikanan, arsitektur, seni, kerajian, desain, fasion, film, music, seni pertunjukan, penerbitan peneliti dan pengembangan (R&D), perangkat lunak, mainan dan permainan, Televisi dan Radio serta permainan video. 

Bank Indonesia, dalam laporan Bank Indonesia 2012 menerapkan 12 sektor prioritas yaiu : perikanan, e-travel, e-ASEAN, automotive, logistik, industri berbasis kayu, industri berbasis karet, furniture, makanan dan minuman, alas kaki, tektil dan produk tektil, serta kesehatan.

Berdasarkan data kementrian Usaha Kecil dan Menengah (UKM), saat ini pertumbuhan sector Industri Kreatif dunia mencapai 5,76% sementara Industri Kreatif Indonesia mencapai 5.74% (BPS, 2013) atau Defisit. 

Pertumbuhan industri kreatif nasional ditargetkan sebesar 10% pada tahun 2014 dan dapat menjadi tiga besar konributor Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang saat ini masih menempati peringkat ke-7 namun mengalami peningkatan dari angka Rp. 573 Triliyun pada 2012 mejadi Rp. 624 Trilliyun pada 2013 dan berkontribusi sebesar 7% terhadap total PDB Indonesia. 

Industri Kreatif merupakan empat besar contributor penyerap tenaga kerja Indonesia dimana posisi tersebut antara lain :
  1. Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan sebesar 33,58% 
  2. Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 15,84%
  3. Jasa-jasa sebesar 14,89%
  4. Industri Kreatif sebesar 10,71%
   *) Sektor Industri Kreatif mempekerjakan tenaga kerja sebesar 11.799.568 tenaga kerja. 

Aktivtas eksport Indonesia secara keseluruhan pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 4.03%  dari tahun sebelumnya dengan pencapaian nilai sebesar 2.079 Trilliyun rupiah akan tetapi penigkatan ini diikuti pula peningkatan import keseluruhan sebesar 5.88% menjadi 2.252 Trilliyun Rupiah sehingga antara ekport dengan import perdagangan keseluruhan mengalami trade deficit neraca keuangan Indonesia. Kenapa (Whay) kok terjadi neraca perdagangan keseluruhan mengalami trade deficit?

Berdasarkan data Kementrian Usaha Kecil dan Menengah, pengelompokan Industri Kreatif dikelompokkan dalam 15 subsektor. Dalam ke 15 subsektor  dikelompkkan dalam tiga bagian adalah 
  1. Kuliner sebesar 208 Triliyun Rupiah atau 33% dan penyerapa Tenaga Kerja sebesar 3.736.968 Jiwa atau 31.48%. dan Ekport sebesar 11 Trilliyun atau 9.93%
  2. Fashion sebesar 181 Trilliyun atau 27% dan penyerapan Tenaga Kerja sebesar 3.838.756 Jiwa atau 32.33% dan Ekport sebesar 76 Trilliyun atau 64.55%
  3. Kerajinan sebesar 92 Triliyun Rupiah atau 14% dan penyerapan Tenaga Kerja sebesar 3.109.047 Jiwa atau 26.19% dan Ekport sebesar 21 Trilliyun Rupiah atu 18.26%.
Catatan : Ekport Fhasion paling besar adalah pakaian jadi dan alas kaki sedang Eksport Kerajinan adalah Produk Furniture Kayu, Rotan dan Bambu. Kenapa (Why) hanya produk-produk ini? Kenapa (Why) tidak ada produk2 unggulan yang lain?

Adapun subsektor indutri kreatif yang kotribusinya masih sangat kecil namun mengalami pertumbuhan yang tinggi yakni diatas 10% hinga tahun 2010 adalah industri :
  • permainan interaktif seperti video game, 
  • arsitektur


Layanan Komputer dan Piranti Lunak (Software)
Beberapa produk idustri kreatif atas permainan interaktif seperti video game dan layanan computer piranti lunak (software) yang mengalami pertumbuhan pesat adalah seperti aplikasi idBlognetwork, Wayang Force, WriteLonger, Sajian Sedap, Waroeng Ekspres, MeetDoctor, Kriuq, Ngaku in, 1001 Malam, Bouncity dan telah masuk dalam daftar 50 Top Apps 2011. 

PERAN PEMERINTAH DALAM MENDORONG INDUSTRI KREATIF MASUK PASAR MEA 
  1. Memberikan informasi seluas-luasnya tentang keuntungan dan ancaman pengusaha-pengusaha sektor Menengah dan Kecil serta Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan serta Sektor Tenaga Kerja terutama buruh dan tenaga kerja semi trampil.
  2. Mensosialisasikan kondisi seperti yang saya sampaikan bahkan melibatkan lembaga-lembaga organisasi mahasiswa seperti PERMIKOMNAS dalam menyampikan akan pentingnya segera memahami dan masuk menjadi Masyarakat Ekonomi Asean.
  3. Menetapkan anggrana pemerintah serta merekrut usahawan-usahawan muda dan membuka sebesar-besarnya kesempatan jadi duta-duta ekonomi keseluruh daerah-daerah di negara-negara Asean mulai dari bangku kuliah.
  4. Mendorong Pengusaha-pengusaha Indonesia Membuka Cabang di Masing-masing di daerah di negara-negara Asean.
  5. Mendorong Pendidikan Universitas Membuka Cabang di daerah-daerah negara-negara Asean termasuk pertukaran guru dan mahasiswa.
  6. Mendorong tenaga kerja trampil masuk keseluruh daerah-daerah se-Asean 
TANTANGAN  (T) DAN SOLUSI (S) INDONESIA MASUK PASAR MEA 

1.  (T) Lemahnya Pengetahuan Atas  Penguasan Teknologi  Negara-negara Asean
  • Perlu banyaknya peneliti-peneliti muda denagn peningkatan anggaran dan kemudahan
  • Pergantian Peneliti secara rutin bila tidak berproduksi dan tidak berprestasi
  • Sisialisasi dan implementasi hasil penelitian secara terbuka
2.  (T) Tidak meratanya kemampuan masyarakat Indonesia  
  •   Bangun petani moderen dengan kelengkapan petani moderen dan hidup sehat
  •   Penyiapan daerah sentra-sentra ekonomi kreatif daerah AFTA 2015
3.  (T) Ketidak Stabilan situasi didalam negara Indonesia 
  •   Konsolidasi semua Keamanan dan Pemuka Adat dan Aparat Keamanan
  •   Peningkatan akan kesadaran Pancasila, Bhineka Tunggalika, UUD45,
4. (T) Terjadinya Indonesia menjadi limpahan atau gempuran masuknya Tenaga Kerja murah dan Produk-produk murah se Asean 
  •   Perlu ada Badan Koordinasi Ekonomi MEA 2015
  •   Insentif bagi pengusaha-pengusaha dan tenaga kerja Indonesia yang 
  • bekerja di negara-negara Asean
5. (T) Kegagalan bangsa Indonesia memahami dan menguasai adat istiadat negara-negara ASEAN
  • Peranan pemerintah melalui kementrian UKM, Perdagangan, BUMN, Pendidikan, Kominfo, Luar Negeri  dan swasta seharusnya cepat melakukan program penguasaan bahasa, budaya dan adat istiadat bangsa-bangsa global guna dijadikan duta-duta ekonomi Indonesia
  • Sebagai negara paling besar penduduknya di Asean seharusnya jumlah bangsa Indonesai yang berada dan menetap dimasing-masing negara-negra Asean lebih banyak dari pada masyarakat Asean berada di Indonesia.  
6. (T) Penolakan atas produk Indonesia (Proteksi) 
  • Melakukan kerjasama industri-industri bersam antar negara-negara Asean. Seperti Jenis industri automotif, Perangkat keras dan perangat lunak (hardware and Software), Fashion, Produk Kesamaan Budaya, Jasa-jasa, Kuliner, Satelit, Automotive, Kereta Api, penerbangan dan lain-lain yang bersifat permodalan besar namun dibutuhkan bersama seluruh negara-negara Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
KESIMPULAN
  • MEA 2015 sebagai implementasi AFTA adalah Solusi Pasar Global ASEAN untuk usahawan muda Indonesia yang kreatif, tapi juga bisa jadi ancaman kedepan bangsa Indonesia apabila terlambat memahami dan bertindak oleh semua elemen mulai masyarakat, pendidikan, mahasiswa, pengusaha-pengusaha dan pemerintah dan bisa terjadi kekacauan dalam negeri..
  • Mari Kreatif dengan setiap sat Kritis menggunakan 3W1H+3W demi terciptanya mahasiswa yang kreatif berwawasan dan menjalankan 5K1F guna terciptanya hasil ciptaan menguasai jaringan pasar global dan sukses. 
  • Berpiki Kreatif untuk kuasai pasar global Asean menuju pasar dunia dan eksport… eksport…eksport..,
Pantun : 
1. “Gunadarma kampusnya indah, Enak belajar banyak ilmunya. 
     MEA 2015 sudah didepan mata, kita semua siap menghadapinya”
2. “Indonesia negara yang kaya, semua rakyatnya makmur dan ramah tamah.  
     Meskipun kita masih bingung tentang MEA, tapi semangat kreatif produk 
     untuk eksport yang pasarnya mendunia””


Download Materi PPT (HERE)

Pergunakanlah Materi Dengan Bijak!!!................
Loading...

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.