Entrepreneur PT 3 : Membangun Krakter Diri Jadi Wirausahaan

Loading...
OLEH STMIK RAHARJA
Dosen : Darwin Purba, SKom, MM

Ada ratusan juta orang, bahkan miliaran orang di dunia yang sudah berada di dunia kerja. Dan masih ada ratusan juta mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. Dari sekian banyak orang yang sudah ataupun akan memasuki dunia kerja, biasanya hanya 2 % yang mampu mencapai karier puncak dan benar-benar sukses. Bagaimana dengan sisanya 98 % lainnya? Apakah sesungguhnya mereka ingin mencapai puncak karier? Apabila jawabannya adalah Ya, kemudian apa yang membuat mereka tetap berada di bawah, di tengah, dan bukan di puncak karier? Apakah mereka telah mencoba untuk mengembangkan diri dan memperbesar kesempatannya untuk sukses?

Dengan diperkenalkannya cara-cara berwirausaha sedini mungkin, setiap lulusan yang dihasilkan oleh seluruh level pendidikan di tingkat SMP sampai dengan perguruan tinggi akan dipersiapkan sebagai anak didik yang nantinya siap terjun menjadi wirausahawan, meskipun putus sekolah di level pendidikan yang paling dasar sekalipun (putus sekolah ataupun lulusan SMP atau sembilan tahun wajib belajar). Kurikulum SMP sebaiknya dibekali dengan mata pelajaran berkewirausahaan, sehingga sejak dini seorang lulusan dari level sekolah terendah pun tidak bercita-cita menjadi pencari kerja atau orang gajian, melainkan menjadi pencipta lapangan kerja baru atau sebagai pemberi gaji bagi orang atau pihak lain.


Rafidh Rabbani, Pebisnis Cilik
Rafidh disela-sela waktu istirahat atau jeda pelajaran selalu melakukan bisnis dengan menawarkan produk yang di create sendiri, seperti print-out kartun jagoan yang ada di website hasil browsing, kemudian gambar-gambar  tersebut ditawarkan ke teman-teman satu kelasnya bahkan di kelas lainnya juga, gambar-gambar itu dijual per lembarnya Rp. 1000,- sampai Rp.2000,-.

Setiap harinya selalu saja ada teman yang membeli gambar-gambar print-out tersebut. Dan Rafidh mengaku setiap hari bisa memperoleh omzet dari jualan itu antara Rp.10.000,- sampai dengan Rp.60.000,- 

Motivasi Mahasiswa Menjadi Entrepreneur

Keberanian seseorang untuk mendirikan usaha sendiri (berwirausaha) sering kali terdorong oleh motivasi dari guru atau dosennya, atau koperasi yang memberikan mata kuliah entrepreneurship  yang praktis dan menarik, sehingga dapat membangkitkan minat mahasiswa untuk mulai mencoba berwirausaha seperti yang terjadi di MIT, Harvard Business School, Institut Bisnis dan Informatika Indonesia, AMIK dan STMIK Raharja Tangerang, dan beberapa perguruan tinggi lainnya yang memiliki konsentrasi kewirausahaan.


Jawara Usahawan Muda 2010
Demi mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan muda Indonesia, Bank Mandiri, Jumat (22/1/2010) memberikan penghargaan kepada 12 pengusaha muda, di Jakarta Cenvention Center.

Secara umum motivasi seseorang untuk menjadi wirausahawan antara lain:
  1. Laba : Dapat menentukan berapa laba yang dikehendaki, keuntungan yang diterima, dan berapa yang akan dibayar kepada pihak lain atau pegawainya.
  2. Kebebasan: Bebas mengatur waktu, bebas dari supervisi, bebas aturan main yang menekan atau intervensi dari orang lain, bebas dari aturan budaya organisasi atau perusahaan.
  3. Impian personal: Bebas mencapai standar hidup yang diharapkan, lepas dari rutinitas kerja yang membosankan, karena harus mengikuti visi, misi, impian orang lain. Imbalan untuk menentukan nasib/visi, misi dan impiannya sendiri.
  4. Kemandirian: Memiliki rasa bangga, karena dapat mandiri dalam segala hal, seperti permodalan, mandiri dalam pengelolaan/manajemen, mandiri dalam pengawasan, serta menjadi manajer terhadap dirinya sendiri.
Entrepreneur  VS  Karyawan atau Pegawai



Intellectual Intelligence  vs  Emotional Intelligence
Otak Kanan dan Otak Kiri : Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa IQ hanya 20% mempengaruhi keberhasilan hidup dan 80% dari apa yang kita dapat adalah dari emosional (Emotional Quent)”…Burke Hudges


Cashflow Quadrant-nya Robert T. Kiyosaki




There are Vive point of Act ……….
1. Produktif, 
2. Inovatif, 
3. Kreatif, 
4. Tangguh,
5. Tekun;

Produktif

1. Produktif/pro·duk·tif/ a 

  1. Bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar): perkebunan itu sangat --; 
  2. Mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dan sebagainya); menguntungkan: tabungan masyarakat dapat dipinjamkan kembali untuk keperluan --; 
  3. Ling mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru: prefiks meng- merupakan prefiks yang 
  4. (Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Produktifitas ini meliputi jumah barang atau jasa yang dikerjakan, SDM, Material, Anggaran, Mesin dan Metoda berdasarkan perencanaan awal dan target pada batas waktu tertentu guna menjamin pertumbuhan berjalan dengan baik. 

Inovatif

2. Inovatif/ino·va·tif/ a bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru; ber-sifat pembaruan (kreasi baru):
(Sumber : Kamus Besar Bhasa Indonesia)
Hasil produksi yang dihasilakan hendaknya merupakan produk Innovtive atau berupa pembaharuan guna menjamin persaingan atas produk barang dan jasa yang ada saat ini.

Kreatif

3. Kreatif/kre·a·tif/ /krĂ©atif/ a 
  1. Memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; 
  2. Bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yang -- menghendaki kecerdasan dan imajinasi;
  3. (Sumber : Kamus Besar Bhasa Indonesia)
From Zero to Hero
Tangguh

4. Tangguh - source: kbbi3 adjective
  1. 1 sukar dikalahkan; kuat; andal: sbg negara maritim, Indonesia harus memiliki angkatan laut yg --; 
  2. 2 kuat sekali (tt pendirian dsb); tabah dan tahan (menderita dsb); kukuh: ia adalah seorang pejuang yg --; ke·tang·guh·an n kekuatan; keuletan; kekukuhan
Tekun

5. Tekun/te·kun/ a rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh:
(Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia)


Downoad Materi PPT (HERE)

Pergunakanlah Materi Dengan Bijak!!!....................

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.