Entrepreneur PT 6 : Ide dan Peluang

Baca juga:

OLEH STMIK RAHARJA
Dosen : Darwin Purba, S.Kom, MM, DR(C)

Ide Kewirausahaan

Risk Management adalah suatu proses dimana manajer perusahaan melakukan identifikasi adanya resiko pada seluruh bagian di dalam organisasi yang berpotensi menimbulkan kerugian  kemungkinan mengembangkan rencana untuk meniadakan atau memperkecil jumlah kerugian yang mungkin terjadi. Tujuan manajemen resiko adalah untuk meminimalkan berbagai dampak yang merugikan sebagai akibat dari timbulnya resiko pada tingkat biaya yang paling minimum sejalan dengan sasaran dan tujuan perusahaan atau keluarga. Sementara pakar lain berpendapat bahwa tujuan Manajemen Resiko adalah merencanakan sumber daya secara efektif gunanya untuk mengembalikan keseimbangan dan keefektifan operasional organisasi sesudah mengalami gangguan kerugian yang sangat hebat.

Bagaimana ide bisa menjadi peluang? Terdapat beberapa jawaban atas pertanyaan ini, di antaranya:

  1. Ide dapat digeneralkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.
  2. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru.
  3. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan yang dilakukan atau cara melakukan suatu pekerjaan.

Sumber-Sumber Potensial Peluang

1. Menciptakan produk baru dan berbeda. Ketika ide dimunculkan secara riil atau nyata, misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru, maka produk dan jasa tersebut harus berada dengan produk dan jasa yang ada di pasar. Selain itu, produk dan jasa tersebut harus menciptakan nilai bagi pembeli atau penggunanya. Agar berguna, barang dan jasa harus bernilai bagi konsumen, baik pelanggan maupun konsumen potensial lainnya. Oleh sebab itu, wirausaha harus benar-benar mengetahui perilaku konsumen di pasar. Dalam mengamati perilaku pasar, paling sedikit ada dua unsur pasar yang perlu diperhatikan:
  • Permintaan terhadap barang / jasa yang dihasilkan
  • Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang / jasa
Contoh Flashdisk yang berfungsi sekaligus sebagai Web Camera dan berlogo sesuai pesanan customer untuk dipakai sebagai promosi produk atau lainnya. Flashdisk ini bisa untuk diperdagangkan atau sebagai gift/ hadiah dalam launching produk baru oleh suatu perusahaan. Bentuk, warna, packaging maupun logo Flashdisk bisa menyesuaikan permintaan customer.
Flasdisk Unik, Sesuai Permintaan Customer

2. Mengamati pintu peluang. Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru, pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru, dukungan keuangan, dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar. Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahan-kelemahan dan risiko pesaing dalam menanamkan modal barunya.

3. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam. Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut? Apakah biaya yang kita keluarkan lebih efisien daripada biaya yang dikeluarkan oleh pesaing?

4. Menaksir biaya awal, yaitu biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru. Dari mana sumbernya dan untuk apa digunakan? Berapa yang diperlukan untuk operasi, perluasan, dan biaya lainnya?

5. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi, misalnya risiko teknik, finansial, dan pesaing. Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisinya di pasar. Risiko pesaing meliputi pertanyaan: (1) Kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang dikembangkan pesaing?; (2) Tingkat keberhasilan apa yang telah dicapai oleh pesaing dalam mengembangkan produknya?; (3) Seberapa jauh dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang diperkenalkannya?; (4) Apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan-serangan pesaing?

Bekal Pengetahuan Dan Kompetensi Kewirausahaan.
Menurut Casson (1992), yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (2003), terdapat beberapa kemampuan yang harus dimiliki, yaitu:
  1. Self knowledge, yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan atau ditekuni.
  2. Imagination, yaitu memiliki imajinasi, ide, dan perspektif serta tidak mengandalkan kesuksesan masa lalu.
  3. Partical knowledge, yaitu memiliki pengetahuan praktis, misalnya pengetahuan teknik, desain, pemrosesan, pembukuan, administrasi, dan pemasaran.
  4. Search skill, yaitu kemampuan menemukan, berkreasi, dan berimajinasi.
  5. Foresight, yaitu berpandangan jauh ke depan.
  6. Computation skill, yaitu kemampuan berkomunikasi, bergaul, dan berhubungan dengan orang lain.
Menurut Dan & Bradstreet Business Credit Service (1993: 1), ada 10 kompetensi yang harus dimiliki seorang wirausaha, yaitu:
  1. Knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
  2. Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasikan, dan mengendalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha.
  3. Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang dilakukannya.
  4. Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya berbentuk materi, tetapi juga moril.
  5. Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan mengatur/mengelola keuangan secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat, serta mengendalikannya secara akurat.
  6. Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
  7. Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan, menggerakan (memotivasi), dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
  8. Satisfying customer by providing high quality product, yaitu member kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat, dan memuaskan.
  9. Knowing how to compete, yaitu mengetahui strategi/cara bersaing. Wirausaha harus dapat menganalisis SWOT dalam diri dan pesaingnya.
  10. Copying with regulations and paperwork, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas (tersurat, tidak tersirat).
Umumnya, wirausaha yang memiliki kompetensi-kompetensi tersebut cenderung berhasil dalam berwirausaha. Oleh karena itu, bekal kewirausahaan berupa pengetahuan dan keterampian perlu dimiliki.
  1. Beberapa bekal pengetahuan yang perlu dimiliki misalnya:
  2. Bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha yang ada di sekitarnya
  3. Bekal pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab
  4. Pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri
  5. Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis
Ronald J. Ebert (2008), efektivitas manajer perusahaan tergantung pada keterampilan dan kemampuan. Keterampilan dasar manajemen tersebut meliputi:
  • Technical skill, yaitu keterampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas khusus, seperti sekretaris, akuntan-auditor, dan ahli gambar.
  • Human relations skill, yaitu keterampilan memahami, mengerti, berkomunikasi, dan berelasi dengan orang lain dalam organisasi.
  • Conceptual skill, yaitu kemampuan personal untuk berpikir abstrak, mendiagnosis, menganalisis situasi yang berbeda, dan melihat situasi luar. Keterampilan konseptual sangat penting untuk memperoleh peluang pasar baru dan menghadapi tantangan.
  • Decision making skill, yaitu keterampilan merumuskan masalah dan memilih cara bertindak terbaik untuk memecahkan masalah tersebut.
Ada tiga tahap utama dalam pengambilan keputusan, yaitu:
  1. Merumuskan masalah, mengumpulkan fakta, dan mengidentifikasi alternatif pemecahannya.
  2. Mengevaluasi setiap alternatif dan memilih alternatif yang terbaik.
  3. Mengimplementasikan alternatif yang terpilih, menindaklanjutinya secara periodik, dan mengevaluasi keefektifan yang telah dipilih tersebut.
  • Time management skill, yaitu keterampilan dalam menggunakan dan mengatur waktu seproduktif mungkin.
Menurut Small Business Development Center, untuk mencapai keberhasilan usaha yang dimiliki sendiri sangatlah bergantung pada:
  1. Individual skills and attitudes, yaitu keterampilan dan sikap individual.
  2. Knowledge of business, yaitu pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan.
  3. Establishment of goal, yaitu kemantapan dalam menentukan tujuan perusahaan.
  4. Take advantages of the apportunities, yaitu keunggulan dalam mencari peluang.
  5. Adapt to the change, yaitu kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
  6. Minimize the threats to business, yaitu kemampuan meminimalkan ancaman terhadap perusahaan.
Bekal pengetahuan yang terpenting adalah bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha, pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab, pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri, serta pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. Sedangkan bekal keterampilan yang perlu dimiliki meliputi keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko, kreatif dalam menciptakan nilai tambah, memimpin dan mengelola, berkomunikasi dan berinteraksi, serta keterampilan teknis bidang usaha


Download Materi PPT (HERE)

Pergunakanlah Materi Dengan Bijak!!!..............................
Loading...

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.