Anda Penakut? Baca Ini...

Ketakutan adalah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Beberapa ahli psikologi juga telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan.

Ketakutan harus dibedakan dari kondisi emosi lain, yaitu kegelisahan, yang umumnya terjadi tanpa adanya ancaman eksternal. Ketakutan juga terkait dengan suatu perilaku spesifik untuk melarikan diri dan menghindar, sedangkan kegelisahan adalah hasil dari persepsi ancaman yang tak dapat dikendalikan atau dihindarkan. Sumber Wikipedia Bahasa Indonesia.


Pernahkan sobat sandk takut akan sesuatu atau malah menjadi fobia?. Dilansir melalui laman DW Indonesia (25/05/16) ada beberapa hal seorang yang mempunyai jiwa penakut harus menjadikan dirinya menjadi seorang yang peberani. Memang perasaan takut adalah sesuatu yang wajar pada diri seseorang karena hasil dari evolusi. Akan tetapi jika rasa takut menjadi berlebihan akan membuat hidup menjadi selalu dilanda kegelisahan. Semuanya pasti ada obatnya termasuk rasa takut itu sendiri. Bagaimana cara untuk mengatasinya, yang pertama adalah Jangan Biarkan Rasa Takut Itu Menjadi Berkembang. Untuk selengkapnya yuk sobat sandk kita simak ulasannya berikut ini...

1. Tidak Mengabaikan Rasa Takut
Rasa takut bisa saja diabaikan. Tetapi orang tidak mungkin jadi pemberani, jika tidak ada rasa takut yang harus dihadapi dan ditaklukkan. Dengan mengakui adanya rasa takut, orang sudah mengambil langkah pertama yang berani. Yang penting dalam hal ini adalah mengidentifikasi rasa takut, misalnya rasa takut pada kucing hitam. Tapi jangan memberikan penilaian apapun, baik buruk maupun bagus.

2. Mempertanyakan Asal dan Penyulut Takut
Rasa takut bisa sangat abstrak, misalnya: takut pergi kuliah. Mungkin penyebabnya adalah takut gagal. Jika tahu persis apa yang menyulut rasa takut, orang bisa mulai mengambil langkah untuk mengatasinya. Jangan lupa, memikirkan penyulut rasa takut juga sudah merupakan langkah yang berani.

3. Tidak Mengutamakan Rasa Aman
Berbagai studi tunjukkan, orang menjadikan rasa aman sebagai hal terpenting dalam hidup. Orang cenderung tolerir pekerjaan yang mereka benci, atau hubungan yang membuat mereka menderita, hanya karena takut tinggalkan situasi yang aman. Untuk mengatasi takut, orang harus menurunkan perasaan aman dari posisi terpenting dalam hidup. Mungkin dengan cara itu Anda malah jadi lebih sukses.

4. Jadikan Rasa Takut Acuan Ambil Tindakan
Jika rasa takut disebabkan hal yang tidak bisa Anda kontrol, misalnya ekonomi memburuk, pikirkan dan tulis langkah yang bisa diambil untuk antisipasi. Jika sudah selesai, beranikan diri untuk melupakan, karena memang hanya itu yang bisa dilakukan. Jika rasa takut bisa dikontrol (menulis e-mail, menelpon seseorang, dsb.) ambil waktu untuk persiapan, kemudian lakukan sekarang juga.

5. Belajar Relaksasi
Jika orang takut, tubuh memberikan reaksi. Mekanisme alami sesuai evolusi adalah dorongan untuk menyerang atau lari. Teknik relaksasi bisa digunakan untuk mengatasi dorongan ini. Dengan relaksasi, Anda "mengatakan" kepada tubuh bahwa tidak ada bahaya dan situasi aman. Jika tenang, Anda bisa memberikan reaksi lebih baik atas situasi.

6. Kontrol Imajinasi
Kemampuan berimajinasi adalah sesuatu yang positif. Itu memungkinkan orang memikirkan apa yang bisa terjadi, dan menghadapinya. Beranikan diri untuk membayangkan hal yang positif. Misalnya: apa yang akan terjadi jika proyek Anda sukses. Di samping itu, lebih baik jika tidak terlalu banyak membayangkan masa depan.

7. Fokuskan Diri Pada Aspek "Seru"
Perhatikan dan fokuskan diri pada aspek rasa takut yang menyenangkan. Misalnya: terakhir kali naik roller coaster, Anda ketakutan, tapi disamping itu ada rasa seru dan menyenangkannya juga. Coba bayangkan: hidup tanpa rasa takut, dan tanpa keberanian untuk melawan takut, pasti membosankan.

8. Melihat Rasa Takut Sebagai Peluang
Rasa takut bisa digunakan untuk mengidentifikasi masalah, dan menyelesaikannya dengan efektif. Itu ibaratnya jadi bendera merah yang memberi peringatan atas "bahaya" yang harus Anda perhatikan. Jika rasa tak nyaman dan gelombang pertama rasa takut sudah lewat, analisa hal yang membuat takut, supaya Anda bisa belajar darinya.

Source Deutsche Welle/ml/as (wikihow, inc.com)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.