13 Hal Yang Dirahasiakan Oleh Pemilik Hotel

Hotel berasal dari kata hostel, konon diambil dari bahasa Perancis kuno. Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir abad ke-17. Maknanya kira-kira, "tempat penampungan buat pendatang" atau bisa juga "bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum". Jadi, pada mulanya hotel memang diciptakan untuk meladeni masyarakat.

Tak aneh kalau di Inggris dan Amerika, yang namanya pegawai hotel dulunya mirip pegawai negeri alias abdi masyarakat. Tapi, seiring perkembangan zaman dan bertambahnya pemakai jasa, layanan inap-makan ini mulai meninggalkan misi sosialnya. Tamu pun dipungut bayaran. Sementara bangunan dan kamar-kamarnya mulai ditata sedemikian rupa agar membuat tamu betah. Meskipun demikian, bertahun-tahun standar layanan hotel tak banyak berubah.


Dilansir melalui laman DW Indonesia mengatakan ada beberapa hal yang mungkin kita tidak ketahui dan sangat dirahasiakan oleh pemilik hotel yang kita singgahi, rahasia apasajakah, berikut ulasannya

1. Pastikan mendapat selimut atau sprei bersih 
Michael Forrest Jones menjalankan bisnis konsultan perhotelan di AS. Menurutnya, semua hal yang berkontak dengan kulit tamu sebelumnya harus diambil dan dicuci sebelum tamu berikut datang. Tapi tak semua hotel melakukan itu, bahkan hotel mewah sekalipun. Kadang pemilik hotel masih enggan untuk mencuci selimut atau sprei setiap hari.

2. Jangan gunakan rak kayu untuk simpan koper
Kutu menyukai kayu. Meskipun rak kayu mungkin terlihat lebih bagus dan lebih mahal daripada logam, rak kayu adalah tempat berkembang biak bagi kutu atau serangga. Forrest Jones menyarankan letakkan koper di tempat penyimpanan yang bukan dari bahan kayu. Jika tak ada, letakkan saja di lantai.

3. Tarif kamar hotel dihargai sesuai investasi
Zeev Sharon adalah CEO start up diskon hotel mewah di AS. Sharon mengatakan untuk setiap US$ 1.000 yang diinvestasikan di sebuah ruangan, hotel menarik tarif US$1 kepada tamu per malam. Jadi sebuah ruangan yang dibangun dengan biaya US$300.000, dihargai rata-rata US$ 300 /malam.

4. Hati-hati dengan pengering rambut
Pengering rambut menyimpan kuman. Barang lain yang menyimpan kuman, menurut riset adalah remote control TV dan lampu samping tempat tidur "Mungkin karena kadang-kadang pekerja kebersihan lupa untuk memeriksanya atau menyemprotkan disinfektan," kata Forrest Jones.

5. Mini bar itu pemborosan
Meskipun makanan ringan di minibar tampak seperti makanan yang paling mahal yang pernah Anda lihat, pemilik hotel masih berjuang untuk menguras keuntungan dari makanan ringan itu. Di Amerika bahkan Diet Coke di mini bar bisa dihargai US$10$, kata Sharon.

6. Pastikan handuk kecil bersih
Forrest Jones menemukan sesuatu ketika membantu pekerja kebersihan hotel. "Anda tahu dimana Anda bisa hampir selalu menemukan handuk kecil di setiap kamar hotel yang dikosongkan? Di lantai, di samping tempat tidur, bawah tempat tidur… Silakan pikirkan sendiri," katanya.

7. Bisa lebih murah jika Anda menelepon
Banyak orang memesan hotel lewat agen online. Cobalah telefon, dan tanyakan lagi harganya, siapa tahu Anda bisa menawar tarif yang lebih rendah. Hotel membayar komisi ke situs pemesanan online, kadang-kadang sebanyak 25 persen. Sehingga bisa jadi tarifnya lebih murah jika tanpa perantara situs pemesanan online.

8. Ada yang gratis ada yang tidak
Bisa jadi hotel mengenakan biaya untuk sebotol air minum tambahan, perlengkapan mandi atau layanan internet. Tanya dulu pada resepsionis mana yang gratis dan mana yang tidak untuk layanan-layanan atau benda-benda yang bisa digunakan. Sebelum meninggalkan hotel, periksa dulu bon tagihan untuk memastikan Anda tak bayar lebih dari tarif semestinya.

9. Anda membayar lokasi
Dekat dengan pusat kota, landmark dan bandara akan dikenakan biaya lebih. Anda dapat berhemat dengan tidak memilih hotel yang berada di lokasi-lokasi itu. Selain menghemat uang, Anda berkesempatan melihat bagian-bagian lain dari kawasan yang Anda kunjungi --yang kerap luput diperhatikan orang.

10. Anda membayar merek
Cobalah hotel yang bukan milik jaringan hotel besar (waralaba). Banyak hotel di kawasan tertenu yang tak menyandang nama hotel waralaba, melainkan milik pebisnis lokal. Dengan memilih hotel seperti ini, Anda juga akan mendapatkan lebih banyak karakteristik unik dari lokasi wisata.

11. Hampir selalu ada menu porsi anak-anak
Jika Anda bepergian dengan anak-anak dan ingin pesan makanan di hotel, tanyalah apakah hotel ini menawarkan menu dengan porsi dan harga khusus anak-anak untuk makanan yang dipesan. Jika tidak, mintalah mereka untuk membuat piring ukuran anak-anak. Mereka mungkin akan memberikan diskon.

12. Petugas kebersihan bisa jadi berganti-ganti
Jika Anda tinggal di hotel yang sama selama lebih dari satu malam, tidak ada jaminan petugas kebersihannya sama. Tip rata-rata per hari: $5 untuk hotel bintang 3; $10 bintang 4; dan $20 untuk bintang 5. Semakin banyak bintang, semakin banyak fasilitas, semakin besar ruang membebankan lebih banyak pekerjaan bagi petugas.

13. Bintang tidak jamin layanan yang lebih baik
Tamu hotel mengharapkan layanan terbaik, terlepas dari rating bintang hotel yang diinapi. Peringkat bintang menunjukkan perbedaan dalam fasilitas, seperti ukuran ruangan atau jumlah fasilitas, namun bukan garansi kualitas layanan. Di online, Anda bisa lihat penilaian tamu-tamu lain pada hotel, itu lebih penting dari rating resmi hotel tersebut.

Sumber Deutsche Welle/ap/yf(independent/huffingtonpost/wikipedia)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.