7 Cara Alami untuk Mengobati Artritis

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sekarang ini lebih dari 50 juta orang Amerika Serikat menderita artritis. Hal ini sama dengan 5 orang penderita artritis di antara 18 orang! Tipe artritis yang paling sering terjadi adalah osteoartritis, yang diderita oleh lebih dari 33 juta orang dewasa di Amerika Serikat.

Osteoartritis terjadi jika tulang rawan di antara tulang dan sendi berkurang secara perlahan-lahan, yang menyebabkan tulang saling bergesekan. Tulang rawan seharusnya berfungsi sebagai bantalan yang melindungi tulang dan sendi.


Artritis selain menyebabkan nyeri yang terus-menerus dan kurang bebas bergerak, juga menyebabkan berbagai komplikasi. Sayangnya, sebagian besar pengobatan konvensional tidak mengobati penyebabnya sehingga menyebabkan ketergantungan terhadap pengobatan tersebut dalam jangka panjang dan banyak bahaya efek samping.

Banyak orang yang sebelumnya menderita osteoarthritis mengakui telah sembuh dengan pengobtan alami , pola makan, gaya hidup dan pendekatan untuk mengelola rasa sakit.

Berikut adalah tujuh perawatan alami untuk arthritis.

Berusaha mencapai dan mempertahankan berat badan ideal

Tambahan lemak tubuh akan meregangkan sendi, tetapi tumpukan lemak itu sendiri akan menyebabkan masalah pada sendi yang memang sudah sensitif dan rusak sebagian. Lemak adalah jaringan yang aktif yang melepaskan hormon dan zat kimia. 

Lemak juga memicu terjadinya peradangan dan memperburuk artritis di seluruh tubuh.Penderita yang kelebihan berat badan atau obesitas menderita artritis pada tubuhnya seperti tangan, mengalami efek negatif dari peradangan yang terjadi. Peningkatan jumlah sel lemak akan memperburuk tambahan beban yang ditanggung oleh sendi. 

Maka pertahankan berat badan ideal dengan cara makan makanan yang diolah sendiri yang mengandung zat gizi, kurangi stres dan tetap beraktivitas.

Perbaiki pola makan

Makanan yang berguna untuk pengobatan artritis: Makanan yang mengandung Omega-3: Omega-3 sangat ampuh mengurangi peradangan. Ikan liar yang ditangkap, termasuk salmon, adalah makanan pilihan utama. 

Sumber makanan lainnya adalah daging sapi yag diberi makan rumput, chia seed dan walnut. Makanan yang mengandung kadar sulfur yang tinggi: Sulfur mengandung metilsulfonilmetan (MSM) yang mengurangi peradangan sendi dan membangun kembali jaringan ikat. MSM terbukti mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang diberi plasebo. Sumber sulfur meliputi bawang merah, bawang putih, asparagus dan kubis.

Kaldu tulang: Kaldu tulang adalah salah satu sumber alami kolagen yang terbaik, yang mengandung asam amino prolin dan glisin untuk membangun kembali jaringan ikat dan memiliki manfaat lainnya. Kaldu tulang juga mengandung kondroitin sulfat dan glukosamin, yaitu antioksidan yang mengurangi peradangan, artritis dan radang sendi. Makanan yang mengandung kadar antioksidan yang tinggi (terutama buah dan sayuran): 

Buah dan sayuran berwarna mengandung antioksidan, vitamin C, vitamin A, serat, magnesium, kalium, enzim pencernaan dan senyawa anti-peradangan. Beberapa sumber antioksidan yang terbaik meliputi sayuran berdaun hijau, kubis, berry, melon, pepaya, alpukat dan nenas. Makanan yang mengandung serat yang tinggi: Serat mengendalikan selera makan, yang berguna untuk kesehatan usus, dan mengurangi risiko berbagai penyakit dan komplikasi lainnya. Makanan terbaik yang mengandung serat yang tinggi meliputi sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, flaxseed, chia seed dan walnut.

Untuk mengurangi peradangan, hindari makanan yang mengandung gula berlebihan, gluten, tepung terigu dan tepung gandum.

Tetap beraktivitas

Penderita artritis cenderung jarang beraktivitas dibandingkan dengan orang yang tidak menderita artritis, karena penderita mengalami nyeri ketika sedang berolahraga atau menggerakkan bagian tubuhnya yang kaku. Walaupun demikian, aktivitas fisik sangat penting untuk kesehatan sendi dan jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan menyembuhkan artritis. Latihan fisik sangat bermanfaat untuk memperkuat otot di sekitar sendi yang mengalami peradangan, sehingga akan menambah kekuatan dan mengurangi ketegangan otot.

Sebagian besar ahli menyatakan bahwa menggerakkan tubuh adalah penting dalam mengobati artritis, bahkan dijuluki sebagai “pengobatan tanpa obat yang paling ampuh untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki gerakan tubuh pada penderita osteoartritis”.

Lakukan latihan fisik dengan intensitas sedang minimal selama 150 menit atau latihan fisik dengan intensitas yang energik minimal selama 75 menit setiap minggu.

Menjalani terapi Chiropratic

Pengobatan yang diperoleh tergantung pada seringnya kekambuhan dan keparahan osteoartritis yang diderita. Terapi meliputi manipulasi osteopatik pada leher dan tulang belakang, manipulasi spinal, terapi pijat, pelatihan biofeeback (yaitu bentuk pengobatan alternatif yang mengukur fungsi tubuh seperti suhu kulit, aktivitas kelenjar keringat, tekanan darah, denyut jantung, dan ketegangan otot, yang memberikan informasi apa yang terjadi pada tubuh kepada penderita secara tepat pada waktu tersebut), terapi relaksasi untuk mengurangi nyeri.

Mengkonsumsi enzim proteolitik

Enzim proteolitik bermanfaat untuk proses pencernaan dengan cara menyediakan enzim yang penting yang secara normal diproduksi oleh organ pencernaan untuk proses metabolisme makanan. Enzim proteolitik meliputi tripsin dan kimotripsin (keduanya diproduksi oleh pankreas), papain dan bromelain. Enzim proteolitik juga terkandung dalam buah-buah tropis, seperti pepaya, yang mengandung papain, dan nenas, yang mengandung bromelain.

Dosis yang dibutuhkan tergantung pada jenis enzim, tetapi biasanya dianjurkan untuk makan sekitar 500 miligram sampai 2.000 miligram tiga kali sehari sebagai cemilan di antara waktu makan.

Mengonsumsi jahe dan kunyit


Jahe mengandung zat kimia yang berkhasiat sebagai analgesik (menghilangkan nyeri) dan anti-peradangan pada tubuh. Penelitian membuktikan jahe mengurangi nyeri akibat atritis dan meningkatkan kesehatan usus. Lebih dari 100 komponen aktif yang terkandung dalam kunyit, meliputi turmeron (terdapat dalam minyak kunyit yang mudah menguap), curcumin, demetoksicurcumin, metoksicurcumin dan dihidrocurcumin. Zat yang paling aktif dalam kunyit adalah curcumin, yang merupakan salah satu anti-peradangan alami yang paling kuat. Kunyit berkhasiat anti-artritis yaitu menghambat terjadinya peradangan sendi, mengurangi edema dan/atau pembengkakan, memperlambat terjadinya kerusakan sendi periartikular (jaringan di sekitar sendi).

Menggunakan minyak atsiri kemenyan

Kemenyan India berkhasiat mengurangi peradangan. Kemenyam terdapat dalam beberapa bentuk kepekatan, termasuk minyak untuk terapi yang dipijatkan langsung ke kulit daerah nyeri. Ekstrak Boswellia serrata sangat ampuh yang sekarang ini terbukti sama khasiatnya dengan obat anti-peradangan non-steroid yang berkhasiat meredakan nyeri.

Campurkan beberapa tetes minyak kemenyan murni dengan minyak kelapa, kemudian oleskan pada kulit daerah nyeri beberapa kali sehari. Minyak atsiri yang bermanfaat untuk menyembuhkan artritis dengan cara dioleskan pada kulit daerah nyeri meliputi minyak kunyit, minyak jahe, minyak jeruk, minyak peppermint dan minyak lavender.

Source erabaru.net (berbagai sumber)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.