7 Cerita Horor Saat Jurit Malam

Jurit malam sudah menjadi tradisi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Seumpama dengan menantang nyali seseorang dalam menjalani tekanan di lokasi yang terkenal horor. Kamu sendiri pasti tahu lokasi-lokasi horor atau menjadi omongan orang di sekitarmu.

Inilah tujuh cerita para peserta jurit malam yang pasti bikin kamu merinding ketakutan.

1. Menepuk 'panitia' jurit malam.


Hari itu aku sedang rekreasi kelulusan dengan teman-teman sekelasku. Lokasi tersebut menawarkan 'wahana' jurit malam. Aku dan dua temanku memutuskan untuk ikut jurit malam ini. Namun, peraturannya setiap babak hanya satu orang masuk sendiri. Aku urutan terakhir dan mendengar cerita temanku, tidak ada yang aneh dengan lokasi tersebut. Hanya suara-suara yang mereka anggap dari panitia.

Saat giliranku, aku merasa tidak enak ketika memasuki lokasi pocong-pocongan. Setelah itu, aku melihat seseorang dengan seragam panitia. Aku pun mengira itu panitia yang salah waktu untuk keluar dari lokasi persembunyian. Namun, saat aku menepuk punggung 'panitia' itu, dia tidak menoleh dan tiba-tiba bergerak dengan cepat ke arah pepohonan. Kagetnya aku dengan pergerakan yang begitu cepat. Kemudian, tawa wanita yang membuat bulu kudukku berdiri.

2. Pocong asli di acara kemah.


Setiap akhir semester, sekolahku mengadakan kemah di sekolah. Kelasku mendapat jatah paling terakhir. Beragam cerita tentang keseraman sesi jurit malam sudah aku dengar dari teman di kelas lain. Malam kemah pun tiba, dan memasuki jam 11 malam, sesi jurit malam pun dilaksanakan. Aku bersama tiga temanku menjadi kelompok keempat, perasaanku sudah tidak enak setelah panitia OSIS mengatakan “hati-hati ya, jangan lari, nanti makin mengundang ‘mereka’.”

Kami pun masuk dan menjelajahi sekolah kami sendiri. Saat memasuki lantai paling atas, panitia pun semakin niat mengerjai kami. Temanku sudah panik bergetar dan hampir menangis. Sementara aku berusaha tenang, meski aku rasanya akan kencing di celana. Kemudian mendekati tangga untuk turun, di mana itu ada titik akhir kami, Kami melihat sosok pocong berdiri dekat situ. Namun, jujur saja, perasaanku tidak enak.

Benar saja, kami akhirnya histeris dan lari tunggang langgang saat pocong itu terbang dari tempatnya berdiri ke atap sekolah. Itu bukan lagi bohongan, dalam hatiku, itu adalah kenyataan yang tidak akan terlupakan dan membuat tidurku tak akan nyenyak lagi.

3. Dibuat pusing oleh penunggu sekolah.


Sekolahku memang terkenal angker, makanya setiap ada acara persami aku selalu ada alasan untuk tidak ikut. Namun, tidak di malam itu. Aku kehabisan akal dan akhirnya ikut berkemah di sekolah. Memang, dari soal sampai pukul sembilan malam semua bersuka cita. Akan tetapi, jelang jam 11 cerita-cerita aneh mulai disebarkan. Sampai ada tantangan jurit malam. Aku penakut, sangat takut.

Saat giliranku, sekujur tubuhku sudah gemetaran saat memasuki checkpoint pertama. Aku memasuki ruangan ini dan kebingungan dengan tata ruangannya. Seperti ada yang berbeda dari biasanya. Aku pun melanjutkan sesiku agar cepat selesai. Namun, saat menuju checkpoint berikutnya, aku merasa sekolahku berubah jadi gedung asing dan aku terus mengitari sebuah lorong yang sama.

Aku mulai ketar-ketir, doa-doa terus aku panjatkan. Sampai seperti melihat sebuah bayangan putih yang melambai padaku. Aku berteriak lalu berputar dan berlari sekencang mungkin dalam kegelapan. Aku sudah tidak tahu arah. Sampai tiba-tiba aku menabrak sebuah tembok dan kepalaku terbentur lantai hingga aku pingsan. Saat dibangunkan, aku katanya masuk paling lama, 30 menit, sementara orang lain hanya 10 menit. Aku ditemukan di ruang guru yang memang terkenal paling angker.

4. Jurit malam pertama dan terakhir.


Saat sedang retret kelulusan dengan sekolah, kami melakukan jurit malam di vila tempat kami menginap. Aku dipersiapkan untuk melakukan jurit malam dan diminta untuk berkeliling sekali setiap 10 menit selama setengah jam. Hawa semakin dingin dan semakin sunyi saat putaran akhir. Saat mulai berjalan lagi, aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang.

Saat aku lihat ke belakang, tidak ada orang, hanya kegelapan. Tiba-tiba aku panik ketika mendengar suara orang berlari di belakangku dalam kegelapan. Aku merasa ada yang angin berhembus kencang melewatiku. Sampai tiba-tiba aku melihat ujung gelap itu seperti ada bola api yang semakin lama semakin dekat.

Aku berlari sekencang mungkin, tapi aku merasa terus berada di posisi yang sama, sementara bola api itu semakin dekat. Panik aku berteriak, tapi tidak bersuara. Tak lama aku merasa tubuhku semakin lemah dan pandanganku memudar. Aku dibangunkan di luar villa saat teman-temanku panik karena aku tidak kunjung memanggil mereka.

Baca Juga : Mengerikan, 7 Kisah Horror Ini Asli Diceritakan Oleh Anak-anak

5. Jurit malam berujung teror.


Saat sebuah acara pensi, aku dan beberapa teman iseng melakukan jurit malam di gedung sekolah. Kami pun membagi tim jadi dua, masing-masing dua orang. Kami menyamakan jam dan janji untuk bertemu di depan sekolah dalam 10 menit. Aku dan Dedi langsung menyusuri lantai atas. Saat berada di atas, kami masih mendengar suara candaan dua teman lainnya.

Lima menit berikutnya, sunyi. Bahkan musik dari acara pensipun tidak terdengar. Kami tahu ada yang tidak benar. Saat kami memutuskan untuk kembali ke jalur yang kami lewati, kami melihat dua sosok di ujung lorong. Kami menyenteri mereka dan itu adalah dua teman kami. Dedi mencoba mengajak mereka untuk pergi. Namun, mereka menggeleng. Sampai aku melihat ada satu sosok lain di belakang mereka.

Sesaat kemudian, Dedi pun menyadarinya dan kami mulai panik. Dua teman kami sudah mulai berucap yang tidak jelas. Langkah akhir kami adalah lari. Namun, kami berputar di lorong yang sama. Sampai akhirnya bertemu lagi dengan dua teman kami yang asli. Mereka ketakutan melihat kami. Ternyata mereka juga sebelumnya melihat kami berdua dengan ada satu sosok lain di belakang. Akhirnya kami ditemukan oleh penjaga sekolah yang sedang berkeliling.

6. Senyuman yang mengerikan.


Waktu itu aku sudah melarang temanku untuk ikut-ikutan aksi jurit malam para senior di gedung sekolah kami. Namun, temanku, Andre terus memaksa dan aku pun membiarkannya. Andre akhirnya ikut aksi itu. Patokannya adalah 10 menit, tapi Andre sudah masuk 20 menit. Kami mulai panik dan memutuskan untuk beramai-ramai mencarinya.

Saat kami masuk, kami melihat Andre duduk di sebuah bangku kosong di depan UKS. Saat kami memanggilnya, dia tidak menjawab dan hanya dia. Kemudian, kami dekati dan menyenter mukanya. Dia menengok ke arah kami dengan senyuman yang beda dan menyeramkan. Kemudian Andre berkata, “Sini main, jangan cuma satu orang.”

Kami ketakutan dan lari-larian meminta tolong. Untung saja satpam sekolah mendengar teriakan dan mendatangi kami. Setelah kami ceritakan tentang Andre, dirinya pun masuk dengan satpam lainnya. Tidak lama kemudian mereka keluar dengan Andre dalam keadaan pingsan.

7. Kesurupan, dikejar dan dikunci.


Lengkap sudah jurit malam hari itu. Aku dan beberapa temanku menerima tantangan untuk jurit malam saat retret tahunan kami. Kami mulai pukul 11 malam, tapi tidak lama setelah menelusuri gedung tua tempat kami retret, aku terpisah dengan tiga temanku. Saat itu aku bersama temanku yang perempuan, Fitri.

Kami berusaha tenang dan mencari jalan keluar terlebih dahulu. Namun, lama kelamaan Fitri memelankan jalannya dan tiba-tiba terdiam. Dirinya pun mulai tertawa sendiri. Aku merasakan hawa tidak enak, dan sadar kalau ada yang tidak beres dengan Fitri. Aku lalu membaca doa di depan Fitri. Fitri terdiam lalu berteriak dan seperti mencoba menyergapku. Aku pun takut dan berlari.

Fitri seperti tak kehabisan nafas. Aku belok masuk dalam sebuah ruangan kecil dan menguncinya. Fitri terus menggedor-gedor pintu sambil tertawa. Aku ketakutan dan terus berdoa. Tak lama, seperti ada suara teman-temanku memanggil nama kami dan Fitri tidak menggedor-gedor lagi. Saat aku buka pintu, Fitri sudah terbaring di lantai dan teman-teman kami datang dengan penjaga gedung.

Sumber idntimes.com (Sumber Gambar : berbagai sumber)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.