Kumbang Rove Terlihat Seperti Semut, Jangan Ditepuk

Kumbang rove atau kumbang tomcat, sedikit lebih besar dari semut atau serangga genus paederus, ada juga yang menyebutnya sebagai semut semai, termasuk keluarga besar kumbang. Serangga ini akan mengeluarkan toksin yang disebut pederin apabila dipukul, dipencet atau ditepuk, yang akan menyebabkan iritasi kulit (ruam).


Menjelang tibanya musim panas, beragam jenis serangga pun bermunculan dimana-mana, di antaranya adalah kumbang rove yang menyebabkan iritasi kulit bahkan borok kulit akibat memukul atau menepuknya. Kumbang rove ini sekilas terlihat seperti serangga pada umumnya, tapi sedikit lebih besar, dengan panjang badan sekitar 0,5 cm sampai 1 cm.

Sebagian besar kumbang rove ini hidup di antara semak-semak, tetapi karena jenis serangga ini bersifat phototaxis (selalu tertarik kepada cahaya), sehingga kerap menyusup ke dalam rumah saat malam atau musim panas. Terutama jenis kumbang rove ini sangat suka hinggap di area leher dan lengan manusiaa atau area sekitarnya, jika menemui serangga di kedua area ini, dihimbau sebaiknya gunakan kertas untuk mengusirnya, jangan dipukul atau ditepuk.


Sekadar diketahui, serangga jenis ini akan mengeluarkan toksin yang disebut pederi apabila dipukul, yang akan menyebabkan pembengkakan (ruam) kulit ; bahkan akan muncul gelembung pada kulit atau bernanah bagi mereka yang memiliki kulit sensitif apabila dihinggapi serangga ini, demikian kata Badan Perlindungan Lingkungan Taiwan.

Kulit yang terkena biasanya di daerah kulit yang terbuka dan dalam waktu singkat akan terasa panas. Kemudian setelah 24 sampai 48 jam akan muncul gelembung pada kulit dan sekitarnya berwarna merah menyerupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar. Ini yang disebut dengan dermatitis kontak iritan (radang pada kulit karena kontak dengan bahan yang menyebabkan iritasi).

Jika tanpa sengaja memukul serangga ini, dan timbul gejala iritasi atau gelembung pada kulit, harus segera dikompres dengan es, dan bilas dengan air bersih, setelah itu konsultasikan dengan dokter atau spesialis kulit. Jika gejalanya serius, dihimbau sebaiknya segera daftarkan dulu untuk perawatan pertama. (Dikutip dari Central News Agency-Taiwan). 

Source erabaru.net (berbagai sumber)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.