Lampu Hemat Energi Ternyata Bisa Merusak Kulit

Lampu adalah sebuah peranti yang memproduksi cahaya. Kata "lampu" dapat juga berarti bola lampu. Lampu pertama kali ditemukan oleh Sir Joseph William Swan. 

Dilansir dari laman Viva News. Bola lampu hemat energi memang sangat dianjurkan untuk digunakan. Meskipun dibuat dengan alasan positif yaitu menghemat penyerapan energi listrik tapi ternyata lampu tersebut memiliki efek samping bagi kesehatan. Terutama, kesehatan kulit.  

Lampu Hemat Energi
Penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Stony Brook University di New York AS mengungkap kalau lampu tersebut memancarkan radiasi ultraviolet yang sangat tinggi. Efeknya bisa merusak sel kulit bahkan kanker. 


Untuk menguji keamanan dari bola lampu, peneliti menyinari kulit sehat dengan lampu hemat energi. Kemudian hasilnya dibandingkan dengan kulit sehat yang disinari lampu pijar biasa. Dari analisis diketahui setelah kulit terkena sinar lampu hemat energi sel mengalami kerusakan secara signifikan.

"Pada beberapa tahap bahkan bisa dibilang sel tersebut telah mati," kata Marcia Simon, profesor dermatologi di Stony Brook University, dikutip dari Live Science.

Para peneliti percaya hal itu terjadi karena ada keretakan kecil di dalam lampu hemat energi yang kurang berkualitas. Sehingga, radiasi bisa sampai merusak sel kulit. Lampu juga diketahui kadar merkuri dalam jumlah yang kecil, serta unsur beracun lainnya yang bisa memicu kerusakan sel dan syaraf. (vivanews.com)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.