Lensa Kontak Model Baru Membantu Pengobatan Glaukoma

Dengan upaya keras selama lebih dari lima dekade, peneliti terkait mungkin telah menemukan cara efektif dalam pengobatan glaukoma menggunakan lensa kontak yang akan memberikan obat tetes secara bertahap untuk mata.


Di Harvard Medical School, Amerika Serkikat para peneliti mengumumkan sebuah teknologi baru. Menurut peneliti, bahwa dalam waktu dekat, mungkin penderita glaukoma sudah bisa menerapkan cara pengobatan mengunakan lensa kontak yang akan memberikan obat secara bertahap pada mata. Metode ini sebelumnya telah diujicobakan pada monyet, dan hasilnya jauh lebih baik dari rata-rata obat tetes mata pada umumnya.

Glaukoma adalah penyakit saraf optik, di mana sel-sel saraf di bagian depan saraf optik (sel ganglion) mati yang disebut dengan ireversibel, juga merupakan faktor kedua penyebab kebutaan permanen di dunia. Meskipun glaukoma tidak dapat disembuhkan, namun, dokter spesialis mencoba memperlambat keruskan glaukoma penderita melalui obat tetes mata. Obat mata bertujuan untuk menurunkan tekanan mata agar kehilangan penglihatan mata dapat dicegah, namun, obat tetes mata terkadang menimbulkan rasa menyengat dan terbakar pada mata, sehingga membuat pasien merasa tidak nyaman. 

Kini dengan teknologi baru yang dikembangkan ini dapat memberikan obat secara bertahap untuk mata menggunakan lapisan tipis polimer obat melalui lensa kontak. Teknologi baru yang dikembangkan ilmuwan ini telah diujicobakan pada hewan, dan hasilnya jauh lebih baik daripada obat tetes mata umumnya. Menurut para peneliti, jika pengujian lebih lanjut membuktikan lensa ini layak, maka gangguan (penyakit) penglihatan jutaan orang-orang niscaya dapat diperbaiki.

Dalam siaran persnya, Joseph Ciolino, asisten profesor of Ophthalmology di Harvard Medical School, Massachusetts, Amerika Serikat, mengatakan : “Jika kita dapat memperbaiki dalam hal penggunaan lensa kontak, maka kita bisa membantu mengobati penglihatan seperti penderita glaukoma, dan mencegah jutaan orang mengalami kebutaan.” Boleh dikata penelitian ini telah memberikan satu pilihan yang jauh lebih efektif dalam hal pengobatan glaukoma.

Berdasarkan data sementara kami, lensa tidak hanya berpotensi mengurangi gejala gangguan (penyakit) pada penglihatan, tetapi juga membantu mengurangi tekanan pada mata, kata Ciolino menambahkan.

Penelitian ini merencanakan uji klinis lebih lanjut pada manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Source erabaru.net (berbagai sumber)
Advertisement
MatchedContent

No comments

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Powered by Blogger.