Minum Teh Usai Makan Rentan Mengidap Fatty Liver

Minum teh merupakan budaya timur, khususnya negeri Tiongkok, terlebih teh juga merupakan salah satu dari tujuh hal dalam kehidupan sehari-hari. Orang-orang Tionghoa selalu ingin minum teh kapan saja, apalagi ada tamu yang berkunjung, maka bisa ngobrol santai seharian sambil ditemani dengan seduhan teh panas senja hari. Tentu saja, menyesap teh (minum sedikit demi sedikit) juga merupakan suatu kenikmatan tersendiri, khususnya bagi penikmat teh. 


Minum segelas teh setelah makan juga memiliki efek melarutkan sekaligus menghilangkan lemak. Minum teh bukan hanya bernilai seni, polifenol teh atau sering disebut dengan istilah katekin merupakan asisten bagi kesehatan, tetapi, minum teh setela makan itu bukanlah kebiasaan baik dan sehat, karena besar kemungkinan dapat meningkatkan pembentukan fatty liver atau perlemakan hati !

Jangan langsung minum teh usai makan

Minum teh setelah makan bukannya dapat melarutkan sekaligus menghilangkan lemak, lantas mengapa rentan menyebabkan perlemakan hati ? Banyak yang merasa bingung dan tidak mengerti, karena sejumlah besar kandungan asam tanat dalam teh bisa mensintesiskan protein asam tanat yang bersifat menyerap dengan protein, yang memungkinkan protein ini memperlambat motilitas usus, meningkatkan waktu tinggal zat beracun di dalam usus atau saluran pencernaan, bahkan menyebabkan sembelit, berefek toksik (menyebabkan keracunan) pada organ hati, dan rentan menyebabkan pembentukan fatty liver.

Fatty liver dapat dibagi menjadi dua jenis : Penyakit perlemakan hati karena alkohol dan Penyakit perlemakan hati non-alkohol. Fatty liver dapat terjadi setelah menenggak (minuman) alkohol dalam jumlah sedang atau banyak. Bahkan bisa terjadi setelah minum berat dalam waktu singkat. Sementara penyebab perlemakan hati non alkohol, sekitar 80% disebabkan karena obesitas atau kegemukan. Karena asupan kalori dan lemak yang berlebihan dapat memicu naiknya berat badan, dan meningkatkan sintesis kolesterol, sehingga mempercepat degenerasi lemak atau perubahan perlemakan hati.

Penurunan 8% dari berat badan dapat menghilangkan perlemakan hati

Untuk mencegah perlemakan hati pertama-tama harus mengontrol berat badan, konsumsi makanan tinggi protein, rendah kalori dan rendah lemak, selama berat badan menurun hingga 8%, fatty liver atau perlemakan hati akan hilang. Kedua, ingat jangan langsung minum teh usai makan, selain itu juga hentikan kebiasaan merokok dan alkohol (minuman keras), data statistik terkait menyebutkan, bahwa dengan menenggak 100 gr minuman keras setiap hari, dan berlangsung selama 10 tahun berturut-turut, maka probabilitas terjadinya perlemakan hati akan mencapai 90 persen, dan sekadar diketahui, setiap menenggak alkohol, organ hati akan menghabiskan dua hari waktunya untuk menetralkan alkohol, memperbaiki kerusakan sel-sel hati karena alkohol, oleh karena itu, demi melindungi organ hati, dihimbau sebaiknya tidak menenggak minuman keras selama dua hari berturut-turut.

Selain itu, olahraga sangat bermanfaat dalam membantu sebagian besar penderita fatty liver, olahraga dapat mengurangi timbunan lemak di hati, mengurangi tingkat perlemakan hati. Penderita fatty liver bisa melakukan aktivitas fisik seperti olahraga berjalan santai, bersepeda, turun-naik tangga, bermain bulu tangkis, renang dan latihan aerobik lainnya, di antara semua aktivitas ini, jalan cepat adalah olahraga terbaik dalam melawan terjadinya fatty liver. 

Source erabaru.net (berbagai sumber)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.