24 September 2016

author photo
Apakah kalian sering beraktifitas di depan komputer atau sedang asyik menonton televisi dengan rentang waktu duduk yang berjam-jam ? Jika iya mulai sekarang kalian harus mengubah kebiasaan duduk berlama-lama jika tidak ingin cepat mati.

Dilansir boldsky.com, hampir empat persen (sekitar 433.000 per tahun) kematian di dunia ini ternyata disebabkan oleh kebiasaan orang-orang yang menghabiskan waktunya lebih dari tiga jam untuk duduk tanpa berpindah-pindah.

Berbagai penelitian dalam sepuluh tahun terakhir juga menjelaskan bagaimana efek dari duduk terlalu lama bagi kesehatan baik dengan atau tanpa berolahraga. Studi baru yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine, memperkirakan porsi kematian disebabkan "efek duduk" pada warga 54 negara menggunakan data dari 2002 gingga 2011.

Illustrasi Duduk
"Sangat penting utnuk meminimalkan kebiasaan menetap untuk mencegah terjadinya kematian lebih awal di seluruh penjuru dunia", kata penulis utama studi Leandro Rezende dari University of Sao Paulo di Brasil.

Pria ini juga menjelaskan kalau mengurangi intensitas duduk di satu tempat dapat meningkatkan harapan hidup 0,20 tahun. Hasil penelitian ini mengatakan kalau 60% dari masyarakat dunia menghabiskan lebih dari 3 jam sehari untuk duduk (rata-rata pada orang dewasa waktu duduk mereka adalah 4,7 jam / hari).


Di antara wilayah yang diteliti, ada lebih banyak kematian di daerah Pasifik Barat, diikuti oleh negara-negara Eropa, Mediterania Timur, Amerika dan Asia Tenggara.

Tingkat tertinggi ditemukan di Lebanon (11,6 persen), Belanda (7,6 persen) dan Denmark (6,9 persen), sedangkan tarif terendah berada di Meksiko (0,6 persen), Myanmar (1,3 persen) dan Bhutan ( 1,6 persen).

Para penulis menghitung bahwa mengurangi jumlah waktu duduk sekitar dua jam (setengah) dapat menurunkan 2,3 persen angka kematian. Hingga saat ini sudah ada beberapa negara yang mulai concern menjalankan program "manusia bergerak" untuk menangani permasalahan ini, guys.

Perempuan Tonga (Oceania) telah menjalankan kampanye kesehatan strategis untuk mempromosikan aktivitas fisik. Di Iran dikembangkan sistem sepeda-sharing dan di Jerman dijalankan sistem transportasi berkelanjutan. (style.tribunnews.com/google images)
Buka Komentar
Artikel Berikutya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post
Loading...