Tips yang Suka Makanan Manis agar Tidak Menjadi Gemuk

Loading...
Masyarakat sekarang gemar dengan makanan manis, asupan karbohidrat yang berlebihan, tidak hanya mudah menyebabkan kegemukan, tetapi juga rentan memicu gula darah tinggi, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.


Minum teh senja di kala santai merupakan suatu kenikmatan tersendiri tentunya. Sementara menikmati makanan manis dalam kesibukan sehari-hari itu adalah suatu kenikmatan. Namun, kecanduan akan makanan manis itu sangat berisiko bagi kaum wanita, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis mudah menyebabkan konsentrasi glukosa dalam darah terlalu tinggi, sehingga memicu terjadinya hiperlipidemia, aterosklerosis, obesitas, hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes dan osteoporosis dan penyakit lainnya, yang membahayakan kesehatan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO ) : “Kecanduan makanan manis jauh lebih mengerikan daripada kecanduan merokok. Bagi mereka yang gemar mengonsumsi makanan tinggi gula, harapan hidupnya rata-rata hampir 10 – 20 tahun jauh lebih pendek dibandingkan dengan mereka yang normal dalam mengonsumsi makanan.”

Berikut 3 tips yang direkomendasikan oleh ahli gizi Amerika, Lisa Eberly, bagi Anda yang suka dengan makanan manis tetap bisa menikmatinya secara sehat :

Jalan-jalan menggerakkan anggota badan atau olahraga ringan sejenak (menggerakkan badan sekadarnya) seusai makan

Olahraga atau menggerakkan badan sekadarnya dapat mempercepat penguraian glukosa dalam tubuh, oleh karena itu, untuk mencegah timbunan lemak, sebaiknya jalan-jalan sejenak menggerakkan anggota badan, atau olahraga ringan sejenak, untuk mengauskan / menghilangkan sejenak komposisi gula, dan mengurangi timbunan lemak dalam tubuh.

Minum air

Menurut Eberly, air dapat mempercepat aliran darah, dalam darah yang encer mengandung kadar gula, karena itu minumlah air dalam jumlah besar agar tubuh bisa secepatnya memetabolisme kadar gula dalam tubuh, dan mengurangi timbunan lemak. 

Selain itu, minum air dalam jumlah besar juga dapat secara efektif mengurangi kemungkinan ketidaknyamanan sakit kepala yang dipicu oleh pengganti gula “aspartam” (pemanis sintetis non-karbohidrat).

“Waktu” sangat penting

Selain mengandalkan air dan olahraga ringan, untuk mempercepat agar kadar gula dalam tubuh itu bisa dikeluarkan secara tuntas, terpaksa menunggu tubuh itu sendiri secara alami mengeluarkan sisa-sisa kadar gula itu dari dalam tubuh. Eberly menyarankan, bahwa untuk menekan hasrat terhadap makanan manis, sebaiknya cobalah dengan cara mencicipinya dalam jumlah kecil. Dan tentu saja jika Anda bisa secara bertahap menekan hasrat terhadap keinginan akan makanan manis, maka ini adalah pilihan terbaik untuk kesehatan. 

Source erabaru.net (berbagai sumber)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.