Memalukan, Takut Kotor Saat Blusukan 5 Pejabat Negara Ini Langsung Dipecat

Baca juga:

Menjadi seorang pemangku kepentingan negara pastinya mengemban tanggung jawab yang tidak ringan. Jajaran pejabat negara hingga sekelas menteri sudah sepantasnya melakukan pengabdian terhadap rakyat. Namun tidak halnya seperti 5 pejabat negara ini, yang mencontohkan sangat tidak baik bagi masyarakat.

Sayangnya, niat baik mereka memantau langsung (blusukan) ke daerah tujuan, khususnya pasca terkena bencana alam seperti banjir, harus ternoda dengan aksi 'manja'.

Alasan sederhana, takut kotor, berbuah pahit dengan sanksi pemecatan. Mereka minta digendong oleh para ajudan saat melewati genangan dan daerah berlumpur. Aksi mereka menjadi sorotan publik kala netizen mengambil momen tersebut dan mengunggahnya ke media sosial.

Berikut adalah 5 pejabat negara yang takut kotor saat blusukan hingga digendong yang membuat nitizen geram...

1. Digendong saat blusukan banjir, menteri di Jepang tuai kritikan

Pejabat Jepang yang sedang digendong
Seorang pejabat senior Jepang menerima kritikan usai digendong koleganya saat blusukan melewati banjir.

Shunsuke Mutai, Wakil Menteri Rekonstruksi Jepang, tengah mengunjungi kota di Iwaizumi setelah Badai Lionrock memporak porandakan wilayah tersebut. Badai tersebut menewaskan lebih dari 20 orang di wilayah itu.

Dikutip dari BBC, Selasa (13/9), Mutai terlihat tertawa saat sedang digendong oleh bawahannya. Dengan digendong seperti itu, dia bisa membuat kakinya tetap kering.

Sadar dirinya mendapat kritikan banyak orang, Mutai segera meminta maaf. Dia mengatakan lupa membawa sepatu karet dan menyebut tindakannya sangat keterlaluan.

Foto Mutai digendong sejawatnya menjadi viral di media sosial. Para netizen menuduh wakil menteri ini tidak serius dalam menjalani tugasnya.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga turut mengkritik apa yang dilakukan Mutai. Dia menyebutkan Mutai tidak peduli pada perasaan korban badai tersebut.

"Dia pergi ke sana sebagai kepala tim investigasi pemerintahan, seharusnya dia membawa sepatu karetnya. Saya harus dengan tegas mengatakan dia tidak sensitif, tidak peduli dengan warga di wilayah tersebut," tuturnya.

Badai Lionrock sendiri merupakan badai pertama dari Samudera Pasifik dan langsung mendarat ke Jepang sejak 1951.

2. Menteri India dicemooh, blusukan daerah banjir minta digendong

Mentri India yang dicemooh lantaran takut kotor
Shivraj Singh Chouhan selaku Menteri Kapal Negara Bagian Madhya Pradesh, India, sedang menjadi bulan-bulanan warga. Dia pekan lalu melawat ke salah satu desa dilanda bencana banjir bandang. Dalam lawatan itu, Chouhan meminta ajudan untuk menggendongnya melewati genangan air.

BBC melaporkan, Senin (22/8), foto Chouhan itu menyebar ke jejaring sosial warga India sejak tiga hari terakhir. Ribuan meme, lelucon, serta umpatan pengguna Twitter mengarah pada sang menteri. Foto sang menteri digendong dianggap memalukan, sebab banjir yang menggenang hanya setinggi mata kaki orang dewasa.

"Lihat, menteri itu sedang melakukan kunjungan melalui udara," tulis akun Twitter Ankur Patel.

Akun lainnya, atas nama Sunder Chand, menyatakan kejadian memalukan seperti ini hanya bisa dilakukan pejabat India. "Para elit di negara kami memang sejak awal tidak layak menjabat," tulisnya.

Juru Bicara Chouhan berusaha menenangkan kemarahan warga. Dia berdalih kaki sang menteri utama cedera setelah menabrak benda keras di dalam lumpur. "Jadi ini bukan kemauan pak menteri sejak awal," ujarnya.

Pembelaan anak buah Chouhan tidak mempan. Sampai berita ini dilansir, meme-meme penghinaan serta cemoohan terhadap sang menteri masih muncul di Twitter dan Facebook warga India.

Chouhan berkunjung ke salah satu desa yang tergenang luapan sungai. Ada 17 warga tewas akibat air bah di Madhya Pradesh. Sang menteri sebetulnya dijadwalkan membahas upaya evakuasi warga yang masih terjebak. Aksi gendong-menggendong itu terjadi ketika Chouhan hendak kembali ke ibu kota negara bagian.

Banjir sudah biasa melanda pedesaan India memasuki musim peralihan sepanjang kurun Juni-September. Untuk tahun ini, wilayah paling parah diterjang bah adalah Negara Bagian Bihar. Lebih dari 15 ribu orang terpaksa diungsikan.

3. Digendong saat terjang banjir, pejabat di China dipecat

Pejabat yang sedang digendomg
Wang, pejabat asal Guixi, Provinsi Jiangxi, wilayah timur China, dipecat lantaran foto dia sedang digendong di punggung seseorang ketika menerjang banjir beredar luas.

Situs Asia One melaporkan, Senin (23/6), dalam foto itu terlihat banjir hanya setinggi kurang lebih semata kaki.

Kantor berita Xinhua menyatakan Wang difoto dua hari lalu saat proses pencarian tiga bocah yang jatuh ke sungai sedang meluap.

"Wang, wakil direktur dari sebuah kantor pemerintah sedang melewati banjir sambil digendong, Ding, bawahannya. Tindakan tidak terpuji itu punya dampak negatif dan memperburuk citra partai," kata sebuah laporan.

Tahun lalu seorang pejabat dari Provinsi Zhejiang juga dipecat karena foto dia sedang digendong oleh seorang penduduk desa saat mengarungi banjir beredar luas di Internet.

4. Pejabat China dipecat usai fotonya digendong saat banjir jadi viral

Pejabat China dipecat saat digendong di sebuah daerah yang terkena bencana banjir
Seorang pejabat China dipecat secara tidak hormat usai fotonya yang digendong saat banjir jadi viral di media sosial. Bao Xuwer, pejabat biro pendidikan di Taishun, Provinsi Zhejiang, harus menanggung malu akibat perbuatannya tersebut.

Potret Bao diambil kala dia digendong saat mengunjungi korban Badai Meranti, Jumat pekan lalu. Laman Shanghaiist, Jumat (23/9) melaporkan, foto tersebut menyebar dengan cepat di internet, yang mengakibatkan dia harus menanggung perbuatannya tersebut.

Biro Pendidikan Lokal menyambangi wilayah banjir tersebut untuk melakukan sebuah investigasi terhadap apa yang terjadi di sana. Dan Bao, seharusnya ikut melakukan investigasi tersebut.

Bao mengklaim dia bersalah karena opini publik lewat foto tersebut. Dia kemudian menjelaskan awal mula dia digendong.

"Saya sebenarnya harus mengikuti sebuah rapat, ketika saya diminta untuk ikut melakukan investigasi ke wilayah tersebut. Saya tidak punya cukup waktu untuk mengganti sepatu anti-air," ujarnya.

"Ketika saya tengah bingung, ada dua pekerja perusahaan asuransi yang bersama saya, mereka yang menggendong saya, tapi hanya sebentar saja," tuturnya menjelaskan.

Para pekerja asuransi ini mengatakan, tidak hanya Bao yang mereka angkat, ada beberapa orang lain yang mereka gendong, sama seperti pejabat itu. Bahkan, fotografer yang mengambil gambar viral tersebut sudah meminta maaf atas hasil jepretannya yang mengundang kontroversi.

Meski demikian, nasi sudah terlanjur jadi bubur, Bao sudah dipecat dari posisinya di biro pendidikan tersebut karena ulahnya itu.

5. Pejabat Turki dicopot, blusukan digendong takut sepatu kotor

Pejabat Turki digendong saat blusukan
Kepala Dinas Pedesaan Provinsi Manisa, Turki, baru saja dicopot dari posisinya lantaran melakoni tindakan memalukan pada 3 Januari lalu. Nedim Zurnaci, saat blusukan ke kawasan pertanian di Akhisar, malah minta warga setempat menggendongnya. Jalanan desa ketika itu bersalju, sehingga dia takut sepatunya yang mahal kotor.

Aksinya minta digendong para petani itu diabadikan oleh seorang warga. Fotonya tersebar ke jejaring sosial, lalu memicu kemarahan publik, seperti dilansir Hurriyet Daily News, Rabu (7/1).

Tak cuma masyarakat, pejabat tinggi di provinsi itu ikut kebakaran jenggot. Kelakuan Nedim dianggap merusak citra pegawai negeri.

"Kami akan menggelar investigasi khusus untuk insiden tersebut. Sebelum hasilnya tuntas, pejabat yang terlibat sudah dinonaktifkan dari posisinya," kata Wali Kota Manisa Cengiz Ergun.

Baca Juga : 
  1. 7 Pulau Buatan Paling Megah dan Super Keren di Dunia
  2. Kasian Wanita 15 Tahun Ini Dipaksa Kawin Muda, Lalu Meninggal Saat Melahirkan

Nedim, bersama beberapa tim dari dinasnya, ditugaskan memantau dampak badai salju pada beberapa lahan pangan. Ujung-ujungnya aksi blusukan tersebut tak efektif, karena warga setempat lebih sibuk menjamu sang pejabat dibanding ditanya mengenai kerusakan yang ditimbulkan salju.

Cengiz kecewa, karena bawahannya itu malah minta dilayani ketika bertemu masyarakat. Saat ini, pihaknya sedang merancang sanksi bila Nedim terbukti melanggar peraturan.

"Yang jelas tindakannya tidak sesuai dengan prinsip pemerintah untuk melayani masyarakat," tuturnya. (Ref: sandk, merdeka.com, bbc.com, dailynews.com, shanghaiist.com, merdeka.com, asiaone.com, berbagai sumber)
Loading...

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.