Niat Bangun Kantin Kejujuran, Namun Malah Rugi 193 Juta

Baca juga:

Pernah terpikirkan oleh kita jika kita ingin sekali membangun sebuah rumah makan ataupun kantin, pasti dipikiran kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, apalagi kantin tersebut terletak di tempat yang sangat strategis. Namun tidak sama halnya dengan kantin asal China ini yang malah merugi hingga 193 juta, wow angka yang fantastis bukan.

Maunya untung malah jadi buntung. Hal ini yang dirasakan sebuah rumah makan di Guiyang, China. Pemilik toko sepertinya terlalu naif membuat promosi untuk restorannya yang baru buka.

Sang pemilik membuat promosi 'bayar sesukanya' saat tagihan dikeluarkan. Namun, hal tersebut tentu saja diambil untuk oleh para pelanggan yang tidak bertanggung jawab.

Ilustrasi Kantin
Dilansir dari laman Shanghaiist, Selasa (18/10), pelanggan memesan banyak makanan dan saat tagihan diberikan, mereka hanya membayar sekitar 10 persen atau bahkan ada yang tega memberikan 1 Yuan (setara Rp 2 ribu).

"Jika makanan dan pelayanan kita bermasalah, tentu saja itu merupakan hal lain. Namun, berdasarkan dengan tanggapan pelanggan, makanan dan pelayanan kami sangat baik. Sayangnya pembayaran yang dilakukan tidak sebanding dan membuat kami merugi," ujar sang pemilik, Liu Xiaojun.

Liu rupanya mengikuti konsep sebuah rumah makan prasmanan di Fuzhou. Rumah makan itu juga membuat promosi 'bayar sesukanya' untuk menghadapi krisis moral masyarakat China pada 2013.

Baca Juga : 
  1. 10 Manfaat Dari Buah Srikaya
  2. 13 Manfaat Dari Daun Afrika Untuk Kesehatan Kita
  3. Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan
"Saya tidak menjalankan sebuah bisnis. Ketika saya percaya mereka (pelanggan), mereka juga harus percaya saya dan demikian kita memulai cinta antara restoran dan pelanggan. Saya mengharapkan hal tersebut saat mereka datang ke tempat ini dan merasakannya. Lalu ketika mereka kembali bekerja atau pada keluarganya, mereka akan membagikan ide ini," sambung pemilik lainnya, Liu Pengfei.

Akibat promosi yang mereka lakukan ini, restoran tersebut malah merugi hingga 100.000 yuan (setara Rp 193 juta). (Ref: sandk, merdeka.com, shanghaiist.com)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.