Seram, Tiga Bocah Asal Afrika Dipenggal Hanya Untuk Ritual Sihir Hitam

Ilmu hitam atau di Indonesia lebih sering disebut guna-guna, merupakan jenis ilmu sihir untuk mengendalikan alam (termasuk kejadian, objek, orang, dan fenomena fisik) melalui mistik, paranormal, atau supranatural. 

Dalam banyak kebudayaan, ilmu hitam adalah sesuatu yang tidak rasional bagi ilmu pengetahuan, dan agama sangat melarang penggunaan ilmu ini. Ilmu hitam identik dengan segala sihir yang bertujuan ke arah negatif, karena ilmu ini bersifat sihir yang mencelakakan. Hal ini yang menjadikan ilmu hitam termasuk dosa dalam agama. Mereka yang terkena Ilmu hitam ini dapat diobati oleh mereka yang ahlinya yaitu ahli ilmu kebathinan / paranormal.

Cecilia emberga agammbuee
Seorang ibu asal Nigeria merasakan kesedihan luar biasa saat melihat tubuh ketiga anaknya terbaring tanpa kepala. Diduga, ketiga anak tersebut disergap dan dipenggal kepalanya oleh 'pemburu kepala' untuk digunakan dalam ritual sihir hitam.

Pemburu kepala tersebut menangkap tiga putri Cecilia Emberga Agammbuee, Terdors (10 tahun), Terna (8 tahun), dan Sulumshima (6 tahun) saat ketiganya sedang dalam perjalanan pulang usai mengambil air di sungai.

Insiden ini terjadi pada 30 Oktober lalu di desa Disol, wilayah Gasol, Negara Bagian Taraba. Sang ibu bercerita bahwa sebelum kejadian itu, anak-anaknya sedang berenang di sungai.

"Ketika mereka selesai berenang, mereka memutuskan untuk mengambil air dalam ember untuk digunakan di rumah," kata Cecilia, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Jumat (25/11).

"Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba ada dua orang muncul dari sebuah peternakan dan mengambil salah satu anak saya. Sementara anak-anak lain segara berlari untuk menyelamatkan nyawa mereka, dua anak saya yang lain memutuskan untuk berjuang dan menyelamatkan saudara mereka yang diculik," sambungnya.

Baca Juga :
  1. Inilah 5 Manfaat Buah Jamblang (Duwet) Bagi Kesehatan
  2. 5 Kasus Mayat Misterius Yang Tidak Pernah Membusuk

Celilia tahu keadaan ketiga putrinya saat anak-anak lain pulang dan melaporkan bahwa anak saya telah diculik. Mereka yang berhasil lolos menceritakan kejadian tersebut. Dia, suaminya, dan penduduk lain segera berlari ke tempat tersebut dan menemukan mayat tanpa kepala.

"Ketika saya melihat tubuh mereka tanpa kepala, saya pikir saya akan mati," sesal Cecilia.

Cecilia menuntut agar pemerintah segera mencari pelaku yang telah tega membunuh ketiga putrinya.

"Saya punya empat anak. Tiga dari mereka tewas dibunuh. Kini saya hanya punya satu anak. Ini semua menunjukkan betapa berbahayanya wilayah itu," papar Cecilia.

Sementara itu, beberapa barang bukti telah ditemukan di TKP, termasuk topi, sebuah zat diyakini obat keras, dan kemeja penuh darah.

Petugas kepolisian Taraba, David Misal mengkonfirmasi bahwa saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Sejauh ini, belum ada tersangka yang ditangkap. (Ref: sandk, catatansandk.com, dailymail.co.uk, wikipedia.org, merdeka.com)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.