08 December 2016

author photo
Beberapa orang pasti pernah mengalami yang namanya kesulitan dalam mengingat setiap hal. Namun jika terlalu sering dan bahkan pada ingatan jangka pendek, Apakah itu berbahaya? Mendadak bingung dan linglung ini dikenal dengan istilah brain fog atau fikiran berkabut. Yang kemungkinan merupakan pertanda tubuh kamu sedang mengalami ketidakseimbangan. Meskipun brain fog adalah sesuatu yang umum dan dapat dialami oleh siapa saja, namun tetap merupakan kondisi kesehatan yang tidak normal.

Ilustrasi Brain Fog
Apa itu brain fog?

Brain fog sendiri bukanlah istilah medis yang baku, namun merupakan suatu istilah yang menggambarkan suatu rasa bingung, lupa, berkurangnya berkonsentrasi dan kejernihan pikiran. Brain fog juga dapat diartikan sebagai kelelahan pikiran yang membuat Anda tidak dapat berpikir, dan hal tersebut terjadi sangat sering dalam hitungan hari bahkan minggu. Brain fog juga merupakan gejala dari penyakit demensia, hanya saja penderita demensia yang mengalami brain fog akan mengalami gangguan mengingat yang lebih serius.

Penyebab otak mendadak “berkabut”

Tidak diketahui secara pasti mengapa brain fog dapat terjadi pada seseorang karena terdapat faktor yang sangat bervariasi, tetapi pada dasarnya brain fog berkaitan dengan gaya hidup, defisiensi nutrisi, dan kondisi kesehatan.

Gaya hidup yang memicu Anda mengalami linglung mendadak
  • Kekurangan waktu tidur – tidur adalah saat otak beristirahat dan merupakan proses yang membantu dalam memperbaiki ingatan. Kekurangan waktu tidur akan menyebabkan otak menjadi lebih lelah dan pembentukan ingatan dapat terganggu.
  • Kurang aktivitas fisik – berolahraga adalah satu cara untuk menjaga pikiran agar tetap rileks. Dengan kurang aktivitas fisik, hormon stress akan lebih sulit untuk dikendalikan sehingga dapat memicu gangguan kognitif.
  • Konsumsi gula berlebih – gula yang merupakan karbohidrat sederhana merupakan salah satu sumber energi utama pada otak. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan sugar craving di mana otak sudah terbiasa bekerja dengan kadar gula darah yang tinggi. Akibatnya, penurunan konsumsi gula akan mempengaruhi kadar gula darah yang lebih rendah dari biasanya sehingga secara tidak langsung dapat menyebabkan gangguan kerja otak.
  • Terlalu sedikit mengonsumsi lemak – di samping gula, lemak juga merupakan sumber energi pada otak. Otak yang sebagian besar (60%) terdiri dari lemak akan mengalami kesulitan regenerasi sel jika lemak yang dikonsumsi tubuh terlalu sedikit. Meskipun demikian, tetap saja lemak dari sumber makanan alami seperti kacang, buah alpukat, ikan salmon, telur, daging serta minyak kelapa dan zaitun yang baik bagi otak.
  • Efek samping berhenti mengonsumsi kopi – kafein pada kopi yang merupakan simultan yang dapat membantu kita untuk berkonsentrasi. Perubahan pola konsumsi dari terlalu banyak menjadi terlalu sedikit menyebabkan timbulnya efek samping seperti mengalami kelelahan, sakit kepala, mudah marah hingga kesulitan berpikir.
Defisiensi nutrisi juga bisa jadi penyebab linglung

Selain untuk kesehatan fisik, beberapa jenis nutrisi memiliki fungsi penting dalam membantu fungsi kognitif otak, seperti memelihara sel otak dan membantu menyampaikan sinyal pada otak. Defisiensi beberapa jenis nutrisi di bawah ini dapat memicu brain fog, di antaranya:
  • Vitamin B12 – berguna untuk membantu proses berpikir. Defisiensi B12 pada umumnya dialami oleh vegetarian karena vitamin B12 hanya ditemukan pada makanan bersumber hewan.
  • Vitamin D – bermanfaat dalam memperkuat daya ingat, dan kekurangan vitamin D dapat disebabkan pola makan dan tubuh tidak memperoleh cukup sinar matahari.
  • Omega-3 – merupakan komponen utama otak yang sebagian besar berasal dari ikan laut seperti sarden dan salmon.

Kondisi kesehatan yang memicu brain fog
  • Kondisi alergi – konsumsi makanan yang membuat Anda alergi dapat memicu kesulitan berpikir dan mengingat. Jenis makanan tersebut di antaranya seperti produk olahan susus, telur, seafood, dan kacang-kacangan. Bahan makanan tersebut juga sering menjadi bagian dari komposisi makanan olahan dan makanan yang dijual di tempat makanan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari jika dalam beberapa hari jika Anda mengalami brain fog.
  • Efek samping kemoterapi – pengobatan kanker ini menyebabkan perubahan aktivitas otak saat seseorang menjalani kemoterapi sehingga memicu brain fog. Namun hal ini juga diperburuk dari pola tidur, perubahan hormon, stress, dan kondisi penyakit kanker itu sendiri.
  • Gangguan hormon tiroid – baik kelebihan (hipertiroid) dan kekurangan (hipotiroid) hormon tiroid dapat menyebabkan gangguan kognitif seperti kesulitan mengingat.
  • Menopause – brain fog kemungkinan dapat disebabkan karena perubahan hormon pada wanita menopause.
  • Mengalami stress – stress adalah kondisi abnormal di mana hormon kortisol meningkat dalam jumlah yang berlebihan. Jika terjadi dalam waktu yang lama, kadar kortisol akan cukup untuk mengganggu perbaikan dan pertumbuhan sel otak.
  • Dehidrasi – sebesar 75% dari volume otak berasal dari air, dan kekurangan air sedikitnya 2% dari volume tersebut sudah dapat menimbulkan kesulitan berpikir. Kondisi dehidrasi juga lebih mungkin terjadi seiring pertambahan usia, di mana jumlah air yang dapat keluar melalui keringat akan jauh lebih banyak dibandingkan pada saat usia muda. Itulah sebabnya kondisi brain fog lebih mungkin dialami pada individu dengan usia yang lebih tua.

Tips mengatasi pikiran keruh

Kondisi brain fog memiliki pola penyebab yang bervariasi namun jika Anda mengalaminya kemungkinan hal tersebut adalah pertanda gangguan kesehatan. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi brain fog:
  • Hindari makanan yang menimbulkan reaksi alergi, dan kurangi konsumsi makanan olahan terlalu banyak terutama yang memiliki penyedap seperti MSG, tinggi gula dan pemanis, serta tinggi garam.
  • Konsumsi lemak alami seperti dari ikan berlemak, kacang-kacangan, minyak, dan buah alpukat.
  • Perbaiki pola tidur Anda, cobalah buat rutinitas waktu tidur dalam beberapa hari atau minggu.
  • Berolahraga dan aktif bergerak. Hal ini akan memperlancar oksigen dan aliran darah serta penggunaan nutrisi yang lebih efektif.
  • Hindari dan atur stress yang Anda alami.
  • Jika Anda memiliki penyakit tertentu maka usahakan untuk mengendalikannya, terutama jika mengalami diabetes dengan kadar gula darah tidak terkendali.
  • Diskusikan dengan dokter Anda jika obat yang akan dikonsumsi memiliki efek samping terhadap kondisi kognitif seperti menimbulkan rasa cemas atau gelisah.
Baca Juga:
Buka Komentar

Jumlah 0 komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Artikel Berikutya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post
Loading...