Shalat Jum'at Dijalanan Sah atau Tidak? Ini Dia Penjelasannya Berdasarkan Sejarah!

Loading...
Banyak para aksi 212 atau yang disebut aksi damai 212 besok Jum'at 2 Desember 2016 yang masih ragu dan masih belum tau atau bertanya-tanya apakah sah atau tidak solat jum'at dijalanan, berikut adalah penjelasannya beserta sejarahnya.

Adanya pendapat bahwa sholat jumat di jalanan merupakan bid’ah atau tidak sah, memberi gambaran kepada kita bahwa masih banyak yang belum menyelami sejarah Islam yang begitu indah dan luar biasa.

Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu,

أَنَّهُمْ كَتَبُوْا إِلَى عُمَرَ يَسْأَلُوْنَهُ عَنِ الْجُمُعَةِ فَكَتَبَ: جَمِّعُوْا حَيْثُمَا كُنْتُمْ

Kaum muslimin pernah menulis surat kepada Khalifah ‘Umar bin Khatab menanyakan tentang shalat Jum’at. Lalu beliau menulis surat kepada mereka (yang isinya): ‘Lakukanlah shalat Jum’at di mana saja kalian berada. (Sanad hadits ini shahih)

Ilustrasi
Diriwayatkan pula dari Imam Malik, beliau berkata:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ فِيْ هذِهِ الْمِيَاهِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةِ يُجَمِّعُوْنَ.

“Dahulu para Sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada di sekitar perairan ini, antara Makkah dan Madinah mereka melakukan shalat Jum’at.”

Dan Tahukah anda?

Sholat Jumat termegah dan terpanjang juga pernah terjadi pada tahun 1453 yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Al Fatih saat hendak menaklukan Konstantinopel.

Termegah karena sholat itu dilakukan di jalan menuju Konstatinopel dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 km dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara.

Sholat jumat tesebut terjadi 1,5 KM di depan benteng Konstantinopel, dalam proses Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan yang kemudian mengakhiri sejarah Kekaisaran Kristen Byzantium dan menjadi cikal bakal Kekhalifahan Utsmaniyah.

Penaklukan Konstantinopel merupakan pembuktian atas kabar gembira “Bisyarah” atau nubuwat yang disampaikan oleh Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam kepada sahabat sahabatnya, bahwa negara adidaya seperti Romawi akan dapat dikalahkan oleh kaum Muslimin.

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (H.R. Ahmad).

Hadits Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam tersebut akhirnya terbukti ratusan tahun kemudian. Konstantinopel berhasil ditaklukkan oleh pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih, panglima muda yang memimpin pasukan dalam usia sekitar 23 tahun.

Dan penaklukan Konstantinopel diawali dengan shalat jumat terbesar dan termegah di jalanan dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 kilo meter dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara.

Apakah masih ada yang mengatakan bahwa shalat jum’at di jalanan hukumnya bid’ah? Wallahu a’lam.

Ada sebuah komentar mengenai solat jum'at dijalanan yang telah dikatakan oleh saudari Rina seperti berikut ini:

itu karena belum ada mesjid disana, lagipula yang memimpin sholat adalah presiden (amirul mukminin) nya umat Islam, Muhammad Al fatih.
Rasulullah tidak pernah sholat Jumat selain di Mesjid, dan para ulama yang lebih alim dari kita, mengatakan sholat jumat adalah di mesjid, dan tidak dibenarkan sholat jumat di jalan, padahal masjid masih bisa menanggung jama’ah. Wallahu a’lam

Baca Juga :
  1. Seram, Tiga Bocah Asal Afrika Dipenggal Hanya Untuk Ritual Sihir Hitam
  2. Berdasarkan Penelitian Ilmiah, Inilah Wanita Paling Jelita Sejagat Raya atau Wanita Tercantik Sedunia
  3. Inilah Konsep Taman Langit Untuk Perkotaan di Masa Depan
  4. Mengerikan, Sebuah Video Menunjukan Seorang Penyihir Bunuh dan Bangkitkan Orang Mati
  5. Astagfirullah, Ada Keset Kaki Yang Berisi Lembaran Surat Ali Imran (Al-Qur'an)

(Ref: sandk, catatansandk.com, fauziya/muslimahzone.com)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.