5 Tanda-tanda Kiamat ini Paling Bikin Penasaran Warga Dunia

Baca juga:

Tidak ada satu manusia pun di muka bumi ini yang tahu persis kapan Hari Kiamat terjadi. Namun, di beberapa kitab suci yang dipercayai umat beragama disebutkan sejumlah pertanda akhir dunia akan terjadi.

Oleh karenanya, beberapa ilmuan dunia berusaha memprediksi kapan hari kiamat terjadi. Tak hanya itu, beberapa aliran kepercayaan dan sejumlah kelompok manusia juga turut melakukan perkiraan sama.

Diambil dari berbagai sumber, inilah tanda-tanda kiamat yang membuat warga dunia penasaran. Simak ulasannya berikut ini.

1. Muncul ombak darah di pantai selatan China

Ombak darah di Cina
Kejadian ini aneh tapi nyata, munculnya di Kota Shenzhen, Provinsi Guangzhou, sebelah selatan China. Warga dan pengunjung pantai Shenzhen kaget karena Selasa (25/11/2014) pagi, muncul ombak warna merah darah seperti dilansir stasiun televisi CCTV News.

Awalnya warga menduga ada ikan yang dimangsa hiu. Tapi dugaan ini mentah, karena sama sekali tidak ada bau amis darah. Sebagian bahkan menyinggung soal ramalan dalam Injil, yang menandakan kiamat akan tiba ketika laut berwarna merah.

Setelah Dinas Kelautan setempat memeriksa, rupanya ombak warna darah itu disebabkan oleh membiaknya populasi ganggang merah. Tumbuhan laut itu punya nama latin noctiluca scintillans.

Kepala Dinas Kelautan Shenzhen Zhou Kai menyatakan ganggang ini seharusnya tidak beracun. Namun air laut yang diperiksa masih terus diperiksa.

"Jadi kami menyarankan warga dan wisatawan tidak bersinggungan dengan air laut terlebih dulu," kata Kai.

Pemerintah setempat menilai fenomena ini jarang, tapi sangat mungkin terjadi. Kai menilai tidak perlu mengaitkan ombak warna darah dengan takhayul macam-macam.

"Populasi ganggang itu disebabkan perubahan metereologis dan hidrologis di kawasan sekitar," ujarnya.

2. Jelaskan suara Sangkakala, NASA sebut bumi bernyanyi tiap hari

Ilustrasi
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengaku punya jawaban atas fenomena suara-suara dari langit yang banyak didengar orang di seluruh dunia sejak 2011. Menurut lembaga ilmiah ini, suara yang muncul dari langit itu berada dalam frekuensi infrasonik. Dalam situasi normal, manusia tidak bisa mendengarnya.

Sumber bebunyian tersebut dari gesekan lempeng bumi maupun medan magnetik di atmosfer, termasuk ketika muncul aurora di dekat kutub. Suara-suara itu sebetulnya terus 'dinyanyikan' oleh Planet Bumi setiap saat.

"Seandainya manusia punya antena, alih-alih kuping, maka mereka bisa mendengar gelombang radio bumi itu," tulis pernyataan pers NASA seperti dilansir WND.com, Selasa (26/5).

Dalam kesempatan terpisah, Geolog David Deming dari Universitas Oklahoma, Amerika Serikat, menyatakan fenomena munculnya suara-suara dari langit itu nyata. Dia masih belum bisa menentukan penjelasan paling sahih, tapi dari catatannya warga di pelbagai belahan dunia rutin mendengar suara infrasonik tersebut.

"Kira-kira 2 hingga 10 persen penduduk bumi mendengar nyanyian bumi ini," tuturnya.

Ilmuwan sejak lama sudah mencatat fenomena bumi bernyanyi. Ada teori bila suara langit makin sering terdengar, artinya ada gerakan aktif di inti bumi. Potensi kegiatan vulkanik maupun tektonik semakin besar.

Di blog maupun forum diskusi online, muncul beberapa teori. Di antaranya suara hasil penggalian bawah tanah, tekanan pipa gas, hingga gempa bumi.

Aaron Taylor, warga Kota Montana, AS, ikut mengunggah rekaman pengalamannya mendengar suara langit pada 18 Februari 2012. Dia mengaku terkejut karena suara yang dia dengar mirip cerita Kitab Injil tentang terompet Sangkakala, penanda akhir zaman. Deskripsi kiamat melibatkan alunan terompet dari langit juga diimani umat Muslim dan Yahudi.

"Walau kita berusaha mencari jawaban logis (suara-suara itu), gagasan bahwa ini tanda akhir zaman bermunculan di kepala saya. Bagaimana bila suara ini termasuk nubuat tersebut," kata Taylor.

Sebelumnya diberitakan, manusia di pelbagai belahan dunia ramai-ramai mengunggah video pengalaman mereka mendengar suara aneh dari langit. Video paling lama dalam catatan Youtube diunggah pada 2011 dari Kota Homel, Belarusia.

3. Gerhana bulan darah ketiga di malam Paskah

Gerhana bulan darah
Sebuah kejadian antariksa langka akan segera terlihat dari bumi, yakni gerhana bulan darah atau Blood Moon. Menariknya, gerhana bulan itu muncul saat hari Paskah, sesuai dengan prediksi Alkitab.

Dikutip dari Daily Mail (01/04/2015), di Alkitab versi Raja James (Yoel 2:31), tertulis "Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu". Nah, beranjak dari hal itu lah seorang Pastur dari Amerika, John Hagee, menyatakan bila hal besar akan terjadi pada umat manusia.

Berdasarkan buku berjudul 'Four Blood Moons' karya Hagee, gerhana bulan berdarah yang akan terjadi pada hari Paskah nanti adalah tanda kejadian besar terjadi di Timur Tengah yang berhubungan dengan Israel.

"Aku percaya kita akan melihat sesuatu yang dramatis terjadi di Timur Tengah yang menyangkut Israel. Dan hal itu akan berdampak besar bagi seluruh dunia," ujar Pastur Amerika itu.

Entah kebetulan atau tidak, gerhana bulan darah yang akan terjadi di hari Minggu nanti adalah gerhana bulan darah ketiga dalam rentetan empat gerhana bulan darah (tetrad blood moons) dalam kurun waktu tua tahun ini. Oleh sebab itu, banyak pihak yang percaya bila gerhana tersebut sarat akan nuansa religius.

Sebelumnya, gerhana bulan darah pertama dan kedua sudah terjadi di tahun 2014. Dan setelah gerhana bulan darah ketiga di malam Paskah nanti, akan ada gerhana bulan darah lagi yang diprediksi terjadi tanggal 28 September 2015.

Menanggapi kemunculan empat gerhana bulan darah dalam dua tahun secara beruntun, Pastur Hagee berpendapat bila ini adalah tanda 'akhir zaman'.

"Alkitab menyatakan 'bila kita melihat tanda-tanda itu', dan empat gerhana bulan darah adalah pertanda yang jelas dari akhir era ini," ujar Hagee.

Di sisi lain, badan antariksa NASA mengatakan bila gerhana bulan darah Paskah adalah sesuatu yang alami dan tidak berbahaya atau berdampak besar bagi manusia.

"Saat gerhana terjadi, bulan sering terlihat berwarna kemerah-merahan karena sinar matahari yang menimpanya melewati atmosfer bumi. Ketika itu, spektrum warna biru di cahaya matahari tersaring, sehingga yang tersisa hanya warna merah saja. Namun, fenomena ini tidak berbahaya bagi manusia," ungkap NASA.

Menurut Space.com, gerhana bulan darah ini akan terjadi tanggal 4 April mendatang dan bisa dilihat di Amerika Utara, Asia, dan Australia. Di kawasan Asia Tengara sendiri, gerhana bulan darah akan terjadi pada pukul 18.45 WIB selama kurang lebih 12 menit.

4. Suku Maya pernah ramalkan kiamat terjadi pada 2012

Ilustrasi
Dunia pernah diramal kiamat pada 21 Desember 2012. Ketika sumbu bumi semakin miring, perlahan-lahan bencana besar melanda. Gempa memecah belah bumi, mulai dari bagian bumi barat, dari benua Amerika terus meluas hingga belahan bumi Timur, Jepang dan kawasan Asia. Nubuat kiamat itu diramalkan Nostradamus.

Peramal Nostradamus lahir di Boulougne, Perancis pada 1503, dan meninggal 1566 pada umur 62 tahun. Dia meramal sebuah planet X atau disebut Nibiru.

Richard Deem, ilmuan biologi dari Universitas Southern California, sepertinya memercayai ramalan itu. Dia sempat menulis catatan pada laman situs www.godandscience.org. 

Menurutnya, nubuat tentang kiamat bisa jadi benar. Sebab, selain ramalan tentang nibiru, secara ilmu pengetahuan tahun ini siklus tata surya di dalam galaksi mengalami perubahan saban 33 tahun sekali, di mana posisi Matahari berada tepat di tengah galaksi.

Peristiwa itu, dia melanjutkan, bisa jadi tepat terjadi pada 21 Desember 2012. Pada saat bersamaan, kutub akan mengalami pergeseran besar karena penyelarasan pusat galaksi dengan matahari. Hal itu akan menyebabkan guncangan gempa bumi besar, gunung berapi, dan tsunami.

Nubuat kiamat juga diramalkan seorang dukun terakhir suku Inca di Peru, Amerika Latin. Suatu hari, pada 1949 silam, Dr Alberto Villoldo, ahli psikologi dan antropolog obat asal Peru, bertemu dukun bernama Q'ero di pegunungan.

Kepada Villodo, dukun itu mengungkap ramalan kiamat. Konon, kata dia, ketika cara fikir manusia mati, itulah tanda berakhirnya hubungan manusia dengan alam dan bumi.

Ketika alam kehilangan keseimbangan karena ulah manusia, maka ketika itu bumi akan bergejolak selama empat tahun, ditandai dengan runtuhnya peradaban Eropa. Ramalan Nostradamus dan dukun Inca juga didukung ramalan lain, misalnya ramalan kiamat didasari berakhirnya kalender suku Maya di Amerika tengah.

Kalender suku Maya menandai akhir dari lingkaran tahun 5.126, bila dihitung tepat pada 21 Desember 2012. Pada saat itulah dewa perang dan penciptaan, Bolon Yokte akan kembali dan menandai berakhirnya Baktun 13, yaitu periodisasi waktu 394 tahun yang diciptakan bangsa Maya. Kemunculan Bolon Yokte akan menandai kehancuran dunia. Namun belakangan ramalan suku Maya ini dibantah.

5. Tanda kiamat, rabbi Israel prediksi kemunculan Isa Almasih pada 2022

Ilustrasi
Seorang rabbi Israel memprediksi kedatangan Yesus atau Nabi Isa setelah mengklaim melihat adanya formasi bintang baru di langit. Rabbi tersebut menyebutkan adanya rasi bintang baru ini sebagai tanda nubuat Kitab Suci akan kedatangan Isa Almasih yang kedua kalinya, dalam artian kiamat sudah dekat.

Astronom di Michigan, Amerika Serikat, percaya adanya dua bintang yang membentuk sebuah 'Bintang Besar' yang kemungkinan dapat dilihat dari Bumi pada 2022.

Dilansir dari surat kabar Daily Mail, Selasa (17/1), namun Rabbi Yosef Berger asal Makam Raja Daud di Gunung Zion, Yerusalem, percaya jika ledakan supernova nanti menjadi bukti nubuat Mesias akan datang.

Menurut Breaking Israel News, klaim Berger mengutip Rabbi Moses ben Maimon yang dikenal sebagai Ramban dari abad ke-12. Pasalnya, dia juga membuat klaim yang sama.

"Rambam membawa ayat ini usai sebuah rasi bintang muncul. Dia mengatakan ini bukti Mesias akan datang suatu hari nanti," ujar Berger.

Berger merujuk pada kitab Bilangan 24:7 yang terdapat dalam Kitab Suci. Ayat itu menyebutkan jika Nabi Isa sedang memantau umat manusia saat ini.

Pekan lalu, sebuah rasi bintang baru dilaporkan akan muncul di langit pada 2022 mendatang. Ahli astronomi menyebutkan telah mempelajari sistem bintang biner.

"Dua bintang yang mengorbit satu sama lain akan segera mulai bergabung dan menciptakan ledakan besar yang disebut 'Bom Bintang'," pungkas para astronom.

Baca Juga :
  1. Ini Alasannya Kenapa Diet Clean Eating Tidak di Anjurkan Oleh Peneliti!
  2. Astaga, Tak Tahan Jadi Budak Seks Ayah Tiri, Gadis Ini Bunuh Diri Secara Live "Langsung"
  3. 5 Alasan Kenapa Anda Harus Berhenti Makan Mie Instan
  4. Ternyata Nabi Muhammad Pernah Menyebut Orang Indonesia Termasuk Umat yang Paling Dicintainya
  5. Kapan Waktu Bagi Wanita Untuk Mulai Sholat Dzuhur di Hari Jum’at

(Ref: sandk, catatansandk.com, merdeka.com, dailymail.co.uk, berbagai sumber)
Loading...

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.