8 Fakta Mengenai Kentut Yang Jarang Orang Ketahui

Baca juga:

Flatulensi adalah keluarnya gas melalui anus atau dubur akibat akumulasi gas di dalam perut (terutama dari usus besar atau kolon). Peristiwa keluarnya gas disebut juga kentut atau sering disebut juga buang angin. Kentut biasanya ditandai dengan rasa mulas di perut.

Fermentasi bakteri dari proses pencernaan memproduksi panas, hasilnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat dan jenuh dengan produk metabolisme bakteri yang berbau busuk. Kemudian gas ini menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya. Maka dari itu kentut yang busuk itu biasanya bersuhu hangat dan tidak bersuara.

Disembunyikan atau tidak, orang pasti kentut. Tapi meskipun itu suatu hal yang rutin, ada fakta yang belum diketahui semua orang. Peneliti menemukan hal menarik tentang bakteri yang produksi gas dalam usus.

1. 500-1.500 Gas = 10-20 Kentut Tiap Hari

Ilustrasi
Kentut adalah hasil kerja bakteri yang hidup di dalam usus, kata Purna Kashyap dari Mayo Clinic yang meneliti mikrobiom. Orang konsumsi banyak karbohidrat, tetapi tubuh tidak punya ensim yang diperlukan untuk mengolahnya. Akhirnya karbohidrat sampai di usus, di mana mikroba menghancurkan dan mengambil energi lewat proses fermentasi. Dari proses itu timbul gas.

2. 99% Gas Yang Diproduksi Tubuh Tidak Bau

Ilustrasi
99% gas yang diproduksi di usus terdiri dari hidrogen, karbondioksida, dan metana. Ini semua tidak berbau, oleh sebab itu sebagian besar kentut tidak tercium sama sekali. 1% yang berbau diakibatkan oleh kandungan sulfur. Makanan yang mengandung sulfur antara lain kacang-kacangan, bawang, kembang kol, brokoli dan produk-produk susu.

3. Permen Karet dan Soda Sebabkan Kentut

Ilustrasi
Selain diakibatkan bakteri, sejumlah gas terbentuk dari udara yang dihirup. Gas ini tidak berbau, sebagian besar terdiri dari nitrogen dan oksigen, tetapi jika kentut suara yang keluar tetap sama. Udara masuk ke tubuh terutama ketika orang tidur, tetapi ini juga bisa bertambah jika orang mengkonsumsi minuman mengandung soda dan mengunyah permen karet.

4. Hasil Proses Sehat dan Kompleks di Usus

Ilustrasi
Masyarakat modern menilai kentut negatif. Padahal ini adalah hasil kerja ekosistem bakteri di dalam usus. Selain itu, orang juga dapat keuntungan. Ilmuwan masih berusaha ungkap semua peran mikrobiom dalam sistem pencernaan. Tapi sudah diketahui juga, bahwa bakteri sama yang memproduksi gas juga membentuk vitamin dan asam lemak yang jaga kesehatan lapisan usus, dan mendukung kekebalan tubuh.

5. Orang Tidak Terganggu Kentut Sendiri

Ilustrasi
Penyebabnya, orang terbiasa dengan bau kentut sendiri. Seperti halnya orang mencium bau tertentu jika masuk rumah orang lain, tetapi tidak mencium apapun di rumah sendiri. Bau yang disebabkan bakteri di usus berbeda sedikit dari satu orang ke orang lainnya. Oleh sebab itu, bau kentut kita mengganggu orang lain, tapi tidak mengganggu kita.

6. Kentut Bisa Sulut Api

Ilustrasi
Karena kentut sebagian besar mengandung gas-gas yang bisa menyala, seperti metana dan hidrogen, kentut bisa menyulut api. Kalau terbakar, nyala apinya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen. Tetapi gas kentut tidak akan terbakar dalam kondisi normal karena konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran. Tapi sebaiknya tidak dicoba, karena bisa berbahaya.

7. Kentut Tidak Bisa Hilang dengan Sendirinya

Ilustrasi
Kadang, setelah kentut ditahan karena ingin sopan, orang merasa kentut hilang dengan sendirinya. Tetapi ini tidak mungkin. Orang berhenti memperhatikannya, oleh sebab itu tidak sadar jika kentut keluar secara perlahan. Secara fisika kentut mudah dijelaskan: kentut adalah gelembung gas, harus keluar dan jalan keluar hanya ada satu.

8. Tidak Baik Membuat Bakteri di Usus Kelaparan

Ilustrasi
Bagi banyak orang, kentut tidak perlu dibatasi. Demikian ujar Kaskyap. Jumlah yang diproduksi tunjukkan keseimbangan bakteri yang baik dan makanan yang dikonsumsi. Jika tidak mengalami gangguan atau merasa sakit, sebaiknya proses itu tidak diganggu. Jadi orang tidak perlu berusaha mengurangi bakteri di usus. 

Baca Juga :
  1. Ternyata, Minum Minuman Terlalu Panas Bisa Picu Kanker
  2. Kapan Waktu Bagi Wanita Untuk Mulai Sholat Dzuhur di Hari Jum’at
  3. Ini 3 Manfaat Jika Kamu Berhenti Bermain Sosial Media!
  4. Grom Gelato, Yang Katanya Lebih Sehat di Bandingkan Dengan Eskrim!
  5. Saat Ikuti Seleksi Kerja, Di Negara Ini Harus Gunakan Alat Canggih Ini!

(Ref: sandk, catatansandk.com, dw.com, wikipedia.org, vox.com)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.