Inilah Makna Yang Sebenarnya di Balik Logo Palu Arit Yang Ramai di Perbincangkan!

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.

Banyak yang memperbincangkan tetang simbol terlarang pada desain uang rupiah yang tidak kunjung reda. Sejak kemunculan berita di bulan november tahun lalu, sebetulnya Bank Indonesia sudah menjelaskan dengan detil dan juga secara resmi bahwasannya tuduhan tersebut tidak benar. Tapi sepertinya masalah tersebut masih berlanjut sampai saat ini.

Jadi, benar tidak sih jika ada simbol yang selama ini masih menjadi hantu bagi masyarakat Indonesia? Sesuai yang telah di jelaskan oleh Bank Indonesia, simbol yang dimaksud adalah Rectoverso. Rectoverso adalah sebagai salah satu jenis pengaman. Yuk simak lebih lanjut!

Jangan emosi hanya dengan sekali lihat. Coba uangnya diterawang cahaya, maka logo BI yang akan kamu temukan

Jika diterawang akan muncul logo BI
Seperti yang kamu lihat di gambar, logo yang membuat heboh netizen ada di bagian atas pojok, dibawah nominal uang. Gambar itu terlihat acak-acakan. Bila diperhatikan sekilas simbol yang tertangkap mata memang menyerupai simbol ‘palu arit’, yang selama ini selalu diasosiasikan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Tapi sebelum marah-marah atau curiga ini adalah penyebaran komunisme tersembunyi, cobalah untuk melihat uang dengan cara diterawang di bawah cahaya. Apa yang kamu lihat? Yap, logo baru Bank Indonesia. Inilah yang disebut security features Rectoverso.

Rectoverso adalah pengaman tingkat tinggi dalam sistem keuangan. Tak hanya Rupiah, banyak mata uang lain yang menggunakannya

Logo BI
Rectoverso adalah satu teknik cetak khusus yang bisa membentuk gambar saling isi. Artinya meski dilihat sekilas bagai gambar acak tanpa arti, bila diperhatikan dengan seksama akan membentuk sebuah simbol yang berlaku sama dari depan atau belakang. Seperti yang dilaporkan oleh Kompas, diperlukan ketelitian khusus dan penggunaan mesin offsett simultan yang mampu mencetak gambar depan dan belakang secara bersamaan dengan tingkat presisi yang tinggi.

Hingga saat ini, pengaman Rectoverso termasuk security features atau fitur pengamanan tingkat tinggi yang membuat uang sulit dipalsukan. Selain uang Rupiah, mata uang negara lain juga menggunakannya. Seperti mata uang Bangladesh yang rectoversonya berbentuk bunga atau uang Euro yang rectoversonya berupa nominal uang. Harusnya warga Indonesia berbangga karena uangnya jadi sangat sulit dipalsukan.

Sebenarnya penggunaan rectoverso bukan hanya baru-baru ini saja, melainkan sudah sejak tahun 1990-an

Cetakan Uang lama dan Uang baru
Yang membuat resah masyarakat memang pecahan seratus ribu emisi tahun 2014. Tapi penggunaan teknik rectoverso ini sudah dilakukan jauh sebelum itu, yaitu di tahun 1995. Lalu kenapa yang diributkan uang yang keluar di tahun 2014? Karena gambar rectoverso selama ini mengalami beberapa kali perubahan. Gambar yang terakhir mengikuti logo Bank Indonesia yang juga mengalami perubahan dari masa ke masa. Terus apa cuma ada di pecahan terbesar, 100.000? Tentu tidak. Semua pecahan uang kertas memiliki security features rectoverso. Hanya saja bentuknya tampilannya berbeda-beda, meskipun tetap menunjukan logo Bank Indonesia yang sama.

Selain untuk pengamanan, security features juga punya dua lain yang saling berkaitan: fungsi estetika dan fungsi pembeda

Setiap mata uang harus punya pembeda dan estetika
Meskipun fungsi utamanya sebagai pengaman, security features juga dibuat dengan desain khusus untuk menjalankan fungsi estetikanya, yaitu untuk membuat uang terlihat menarik. Desain yang rumit perlu digunakan agar uang tidak mudah ditiru. Selain itu, bentuk rectoverso yang berbeda juga berfungsi sebagai pembeda nominal satu dengan nominal lainnya sekaligus satu mata uang dengan mata uang lainnya. Pengamanan mata uang tidak semata-mata ditentukan berapa jenis security features yang digunakan, melainkan juga bahan, desain, dan teknik cetaknya.

Rectoverso hanya salah satu, masih ada 11 security features lainnya. Harusnya kita senang dan bangga, dengan begitu Rupiah tak akan mudah dipalsukan

11 Security Features
Fitur pengamanan pada uang berbeda-beda. Umumnya makin besar nominal, semakin banyak pula unsur pengamannya. Seperti yang dibahas saat launching desain baru untuk rupiah emisi 2016, ada 9-12 unsur pengaman yang digunakan. Inilah beberapa di antaranya:

  • Pengaman tanda air (water mark)Ini adalah pengaman yang paling umum kita ketahui. Water mark adalah gambar pahlawan yang muncul tiba-tiba saat kamu terawang uangmu di bawah cahaya. Pengaman jenis ini sudah dipakai sejak zaman penjajahan Belanda dan gambar yang muncul pada setiap nominal uang pun berbeda.
  • Ultraviolet dan benang pengamanDi lembaran-lembaran uangmu, kamu akan menemukan sebuah garis vertikal yang terlihat samar-samar. Bila kamu melihatnya dalam cahaya ultraviolet, garis itu akan menunjukkan nomor seri yang berpendar. Itulah yang dimaksud dengan pengaman ultraviolet atau tinta berpendar.
  • Pengaman cetak IntaglioCetak Intaglio termasuk pengaman tingkat tinggi yang diterapkan pada uang nominal 100.000. Dengan teknik ini akan menghasilkan cetakan yang memiliki elemen halus hingga tebal dan terasa kasar saat diraba. Untuk pengaman lainnya bisa kamu lihat pada gambar.
Baca Juga:

  1. Asli Ngakak, Tingkah Laku Model Bocah Barang Bekas Ini Buat Siapa Saja Tertawa Geli
  2. Inilah Negara Produsen Narkoba Terbesar di Dunia
  3. Wow, Kekurangan Tahanan, Penjara di Belanda Berubah Menjadi Rumah Bagi Para Pengungsi
  4. Inilah Penyebab Kulit Wajah Mengelupas Serta Cara Mengatasinya!
  5. 5 Gaya Hidup Sederhana Yang Harus Kamu Tiru Dari Pak Jokowi
(Ref: diahanggra, catatansandk.com, hipwee.com)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.