Tahukah Kamu? Jika Kekurangan Kabohidrat Sama Saja Dengan Kelebihan Karbohidrat

Karbohidrat ('hidrat dari karbon'), hidrat arang, atau sakarida (dari bahasa Yunani σάκχαρον, sákcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat sendiri terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada proses fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.

Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi yang sangat penting bagi tubuh manusia. Keseimbangan asupan nutrisi ini perlu diperhatikan karena nyatanya kekurangan karbohidrat sama berisiko dengan kelebihan karbohidrat.

Kekurangan karbohidrat
Adakah Efek yang Perlu Diwaspadai?

Di dalam proses metabolisme pencernaan tubuh, karbohidrat akan diolah menjadi gula sederhana, kemudian diserap ke dalam darah. Selanjutnya, pankreas akan mengeluarkan hormon insulin yang diperlukan untuk membantu gula dari aliran darah memasuki sel-sel di seluruh tubuh dan akhirnya menjadi sumber energi.

Manfaat utama karbohidrat untuk tubuh adalah menyediakan energi untuk beraktivitas, mulai dari bernapas hingga berjalan. Selain itu, karbohidrat juga berfungsi mencegah serangan penyakit, terutama karbohidrat dari serat.

Jika mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat dari tepung, gula, dan makanan olahan maka dapat meningkatkan berat badan. Namun sebaliknya pun demikian, saat tubuh mengalami kekurangan karbohidrat, maka dapat menyebabkan ketosis, yaitu suatu kondisi ketika tubuh memanfaatkan lemak sebagai sumber energi. Beberapa gejala ketosis yang terasa meliputi sakit kepala, lemas, dehidrasi, mual, pusing, dan kerap merasa tidak nyaman.

Membatasi sumber karbohidrat secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Umumnya, orang yang sedang diet rendah karbohidrat akan berupaya menggantinya dengan menambah kadar protein dan lemak.  Namun sebelumnya disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter gizi terlebih dahulu sebab langkah ini justru berisiko meningkatkan kolesterol dalam darah sehingga akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung.

Asupan karbohidrat yang disarankan sekitar 45-65 persen dari total kalori per hari. Jika total kalori per hari adalah 2.000 kal, maka disarankan untuk memenuhi sekitar 900-1.300 kalori yang dapat diperoleh dari 225-325 gram karbohidrat. Cobalah untuk memeriksa takaran gizi makanan pada label yang tertera di kemasan makanan.

Diet Khusus bagi Seorang Penderita Diabetes

Konsumsi karbohidrat pada seorang penderita diabetes perlu diawasi sebab hal ini akan berpengaruh kepada tingkat gula darah, apalagi jika mengingat penderita diabetes memiliki gangguan dalam memproses karbohidrat sebagaimana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik ataupun tidak cukup memproduksi insulin.

Tingkat gula darah yang sangat tinggi dapat menimbulkan komplikasi serius pada penderita diabetes. Maka dari itu, membatasi asupan karbohidrat merupakan langkah yang krusial untuk membantu mencegah komplikasi dan mengendalikan tingkat gula darah.

Namun di lain sisi, kekurangan karbohidrat yang menyebabkan ketosis pada penderita diabetes juga berisiko. Ketosis yang terlalu lama dapat berubah menjadi ketoasidosis yang dapat menyebabkan koma hingga kematian.

Mengonsumsi asupan karbohidrat yang tinggi serat dan lebih lambat dicerna, bisa menjadi salah satu alternatif diet khusus penderita diabetes. Konsumsi serat dan lemak sehat juga dapat menjadi asupan tepat bagi seorang penderita diabetes.

Selain itu, penderita diabetes sebaiknya juga memerhatikan asupan garam (natrium), lemak jenuh serta lemak trans. Hal itu dapat menekan risiko kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung pada penderita diabetes.

Kekurangan karbohidrat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, sebagaimana kelebihan karbohidrat. Untuk itu penting menjaga asupan karbohidrat yang cukup sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. Konsultasikan jumlah asupan karbohidrat yang tepat untuk penderita diabetes kepada dokter.

Baca Juga:
  1. Inilah Profesi 4 Teroris Yang Tertangkap di Puri Serpong
  2. Wanita Inilah Yang Paling Di Takuti Kelompok ISIS
  3. Tak Terima Ditilang Pegawai MA Ini Hajar dan Cakar Petugas Lalu Lintas di Jatinegara
  4. 7 Barang Yang Kamu Inginin, Tapi Kamu Selalu Mikir Ribuan Kali Untuk Membelinya
  5. 7 Mata Uang di Beberapa Negara Ini Paling Sulit Untuk di Palsukan!
(Ref: diahanggra, catatansandk.com, alodokter.com, wikipedia.org)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.