Ternyata Bermain Video Games Itu Baik Untuk Anak, Asalkan Tidak Berlebihan!

Baca juga:

Mungkin selama ini kamu beranggapan jika bermain video games itu tidak membuat kita pintar. Tapi kabarnya bisa membuat anak anti sosial dan tidak fokus. Parahnya lagi yang katanya bisa membuat otak tumpul dan memicu perilaku agresifitas. Apakah Benar?

Tapi ternyata asal mainnya nggak berlebihan, video games itu bisa memberi dampak yang positif untuk tumbuh kembang anak. Selama kita bisa tetap memberi pengawasan dan kontrol yang terarah, anak bisa mendapat sejumlah manfaat yang positif dari permainan video games. Berikut info lengkapnya.

Bermain Video Games
Memperkuat Hubungan Antar Saudara

Video games yang membutuhkan kerjasama pemainnya untuk memainkannya bisa memberi dampak yang positif. Saat kakak dan adik bermain video game bersama, ikatannya bisa lebih kuat. Seperti yang dikutip dari familyshare.com, menurut penelitian yang dilakukan oleh para profesor di Brigham Young University, disebutkan bahwa kakak adik yang bermain video game bersama bisa lebih akur. Ya, asal mainnya nggak kebablasan sih, manfaat ini bisa saja didapatkan.

Meningkatkan Sejumlah Fungsi Otak

Video memberi pengaruh yang besar sekali pada otak, termasuk meningkatkan keluwesan otak (brain flexibility). Keluwesan otak ini sangat penting dan dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan. Karena video game mengharuskan kita berpikir di berbagai jenis situasi, hambatan, dan alternatif yang berbeda, otak akan terlatih untuk melakukan hal yang sama di situasi atau dunia nyata.

Meningkatkan Kemampuan Membaca

Bermain video games yang penuh aksi ternyata bisa membantu meningkatkan kemampuan membaca anak. Elemen visual yang menarik dan dinamis membuat anak jadi terdorong untuk menyerap informasi dengan cepat. Bahkan instruksi yang berbahasa Inggris bisa bantu meningkatkan kemampuan dan memperkaya kosakata bahasa Inggris anak.

Mencegah Risiko Terkena Gangguan Mental

Area otak yang terkena dampak langsung saat bermain video game adalah the rewards pathway system (area yang mengatur rasa senang) dan hipokampus. Kedua area tersebut bisa terganggu jika mengalami depresi. Sementara kalau kita bermain video game, ada rasa optimis yang muncul dari dalam diri untuk bisa sukses dan berhasil menyelesaikan semua tantangan. Sikap positif inilah yang kemudian bisa sangat membantu untuk mengurangi risiko terkena gangguan mental atau depresi.

Satu hal penting yang wajib digarisbawahi adalah semua jenis kegiatan bila dilakukan secara berlebihan pastinya akan memberi dampak negatif. Anak diperbolehkan memang untuk main game tapi juga jangan sampai waktunya habis semua untuk bermain. Selain itu, bantu anak untuk memilih permainan yang tepat dan bisa memberi pengaruh positif untuk tumbuh kembangnya.

Baca Juga:

  1. Kisah Percakapan Suami Istri Ini Bikin Siapa Saja Terenyuh
  2. Bagi Kamu Yang Lajang! 5 Zodiak Ini Bebas Jomblo di Tahun 2017
  3. 5 Zodiak Ini Kemungkinan Sukses di Tahun Ayam Api
  4. Doyan Pedas!, Berikut Manfaat Doyan Pedas Bagi Kesehatan
  5. Contoh Hal yang Dilakukan Rasulullah Setiap Malam, Jika Ingin Tenang Dalam Menjalani Hidup
(Ref: diahanggra, catatansandk.com, vemale.com)
Loading...

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.