Inilah Mengapa Sebagian Orang Menangis Ketika Membaca dan Mendengarkan Lantunan Ayat Suci Al Qur’an

Baca juga:

Sebagian dari kita barangkali merasa takjub, heran, atau bahkan ikut menangis ketika mendengar beberapa imam di negeri Arab yang menangis di saat membaca ayat-ayat Al-Qur`an. Itu adalah hal yang wajar dan itu manusiawi.

Isak tangis yang terkadang datang ketika mendengarkan Al-Qur`an atau berdzikir kepada Allah memiliki beberapa sebab, di antaranya:

Pertama, ketika mendengarkan Al-Qur`an dan berdzikir, seseorang melihat satu tingkatan yang tidak dia miliki yang membuatnya tenteram, sehingga dia pun menangis. Itulah tangisan kerinduan.

Kedua, seseorang melihat satu dosa yang dia perbuat, sehingga dia pun menangis. Itulah tangisan rasa takut.

Menangis ketika membaca Al-Qur'an (Gambar Via : MuslimahZone.com)
Ketiga, seseorang melihat kekurangan di dalam amal perbuatan yang tidak mampu dia lawan, sehingga dia pun menangis. Itulah tangisan kesedihan.

Keempat, seseorang melihat kesempurnaan sesuatu yang dia cintai namun dia dapatkan jalan untuk sampai kepadanya tertutup, sehingga dia pun menangis dengan tangisan penyesalan.

Kelima, seseorang mengingat kesempurnaan sesuatu yang dia cintai dan dia mendapatkan jalan untuk sampai kepadanya terbuka, sehingga dia pun menangis dengan tangisan kegembiraan dan kebahagiaan.

Keenam, seseorang mengingat kemuliaan, keindahan, kebaikan, dan kedermawanan Tuhannya. Seseorang melihat bahwa seluruh makhluk berada di bawah kekuasaan Allah mengharapkan karunia dan kebaikan-Nya, sehingga dia pun menangis karena melihat kesempurnaan keagungan Allah serta kebaikan Allah terhadap hamba-hamba-Nya.

Sungguh Allah Ta’ala berfirman, “Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.” (QS. Al-Hadiid: 16).

Sesungguhnya itu adalah teguran tegas dari Allah Dzat yang Maha Mulia lagi Maha Penyayang, dan kelambanan sambutan hati yang telah Allah limpahkan karunia kepadanya. Sehingga, Allah mengutus rasul kepadanya yang menyeru untuk beriman kepada Tuhannya; dan menurunkan kepadanya ayat-ayat yang jelas untuk mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya. Allah Ta’ala memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terdapat pada para makhluk dan alam semesta, agar dilihat dan diperhatikan.

Sesungguhnya itu adalah teguran yang mengandung kasih sayang. Di dalamnya terdapat anjuran dan ajakan untuk merasakan keagungan Allah, khusyuk lantaran dzikir kepada-Nya, dan menerima kebenaran yang turun sesuai dengan yang pantas bagi keagungan Allah seperti rasa takut, patuh, dan berserah diri.

Di samping anjuran itu, ada ancaman dari hukuman sikap lamban dan malas untuk menyambut panggilan Allah. Ada penjelasan tentang karat yang menyelimuti hati ketika berlalunya masa yang panjang tanpa adanya kejelasan. Ada kekerasan yang dia dapatkan setelah kelembutan ketika dia lalai dari berdzikir kepada Allah dan ketika tidak tunduk terhadap kebenaran.

Baca Juga :
  1. Heboh, Telah Ditemukan Makhluk Misterius Bersayap, Wujud Peri Sebenarnya?
  2. Heboh, Ada Penampakan di Langit Tasmania, Benarkah Itu UFO?
  3. Inilah Ritual Pengantin Arwah di China Yang Terbilang Mematikan
  4. 7 Kebiasaan Sepele Ini Secara Tidak Langsung Mengancam Kesehatanmu!
  5. Menakjubkan, Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman, Layaknya Masjid Nabawi di Arab Saudi

(Ref: sandk, catatansandk.net, fimadani/muslimahzone.com)

Tidak ada komentar

Terimakasih Telah Berkunjung, Silahkan Berkomentar Dengan Selalu Mengikuti Peraturan. Dilarang Menggunakan Kalimat Yang Mengandung (SARA, RASIS, PORNOGRAFI, PROVOKATIF & KEBENCIAN).

Diberdayakan oleh Blogger.